Tag: Guru

Siswa SMP Negeri 3 Kota Banda Aceh Gelar Tafakur Alam Di SPN Seulawah

Kepala SMPN 3 Banda Aceh Rima Afriani S.Pd MPd mengatakan bahwa kegiatan  ini selain agenda tahunan juga bertujuan untuk pembinaan karakter bagi generasi muda ditengah era serba teknologi yang terkadang salah dipergunakan.

Rima menambahkan, selain pembinaan karakter, disini siswa/i juga mendapatkan pengenalan dasar kepolisian saat pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd sangat mendukung penuh kegiatan yang dilaksankan oleh SMPN 3 Banda Aceh tersebut dan memgharapkan kegiatan ini bisa diikuti oleh sekolah lainnya tingkat Menengah Pertama di Kota Banda Aceh.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pembangunan karakter siswa siswi”, ujar Sulaiman Bakri, Minggu (29/1).

Di SPN ini, siswa/i mendapatkan pengasuh dari polri untuk mengajarkan kepada Siswa/i SMP Negeri 3 Banda Aceh  tentang kedisiplinan, seperti halnya tata cara peletakan barang pribadi.

Siswa/i  Aceh juga diajarkan terkait tata cara memulai dan mengakhiri cara makan Polri, guna menerapkan cara makan yang sopan, baik dan teratur sesuai dengan cara makan Polri.

Serta melaksanakan Sholat Magrib dan dilanjutkan dengan Persiapan Renungan malam bertempat di Mussola SPN Polda Aceh. (acehportal.com)

Malam Apresiasi Disdikbud Banda Aceh 2022

Banda Aceh – Malam Apresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banda Aceh tahun 2022 dengan tema “Bergerak Bersama, Menyongsong Generasi Emas” digelar di Grand Aceh Hotel, Rabu (21/12/2022).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan siswa yang telah berhasil menjuarai berbagai kompetisi tingkat daerah, nasional maupun internasional pada tahun 2022.

Dalam Sambutan Pj Walikota Banda Aceh yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Bachtiar menyampaikan, apresiasi dan penghargaan kepada Disdikbud Kota Banda Aceh yang telah menghasilkan tenaga pendidik dan siswa yang berprestasi dalam kompetisi baik tingkat daerah, nasional maupun internasional.

“Pemerintah Kota Banda Aceh, sangat mengapresiasi kepada guru dan siswa yang telah berhasil menjuarai kompetisi baik tingkat daerah, nasional maupun internasional,” pungkasnya.

 

Selain itu, Kota Banda aceh juga berhasil menjadi juara umum pada Ajang Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi tingkat Provinsi Aceh pada tahun 2022.

Deretan prestasi yang diraih adalah berkat kerjasama yang baik dan solid baik dari pihak sekolah maupun Disdikbud Kota Banda Aceh sendiri.

Sementara itu Kadisdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd, M.Pd dalam keterangannya mengatakan bahwa, malam Apresiasi yang ditujukan kepada GTK dan siswa berprestasi merupakan upaya Disdikbud Kota Banda Aceh dalam memberikan penghargaan kepada guru dan siswa yang telah mengharumkan nama Kota Banda Aceh di tingkat daerah, Nasional maupun tingkat Internasional.

“Pada malam ini, kita hadirkan mereka semua yang telah menorehkan prestasi dalam dunia pendidikan, baik tingkat daerah, Nasional maupun tingkat Internasional,” katanya.

Selain itu, Kota Banda aceh juga berhasil menjadi juara umum pada Ajang Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi tingkat Provinsi Aceh pada tahun 2022.

Deretan prestasi yang diraih adalah berkat kerjasama yang baik dan solid baik dari pihak sekolah maupun Disdikbud Kota Banda Aceh sendiri.

Mengacu pada data dinas pendidikan, jumlah sekolah di Kota Banda Aceh mencapai 301 sekolah baik negeri dan swasta, untuk jumlah siswa sendiri mencapai 41.571 siswa dari tingkat Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selanjutnya, jumlah guru di kota banda aceh sendiri mencapai 2.921 jiwa, terdiri dari guru TK sebanyak 848 jiwa, guru SD sebanyak 1.236 jiwa dan untuk tingkat SMP sebanyak 837 jiwa.

“Jumlah yang ada saat ini, dapat menjadi semangat kita bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Banda Aceh, dan kepada mereka yang berprestasi sudah sepantasnya diberikan apresiasi” kata Bachtiar.

Sementara itu Kadisdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd, M.Pd dalam keterangannya mengatakan bahwa, malam Apresiasi yang ditujukan kepada GTK dan siswa berprestasi merupakan upaya Disdikbud Kota Banda Aceh dalam memberikan penghargaan kepada guru dan siswa yang telah mengharumkan nama Kota Banda Aceh di tingkat daerah, Nasional maupun tingkat Internasional.

“Pada malam ini, kita hadirkan mereka semua yang telah menorehkan prestasi dalam dunia pendidikan, baik tingkat daerah, Nasional maupun tingkat Internasional,” katanya.

Sulaiman mengatakan, setidaknya ada ratusan siswa dan tenaga pendidik dari Kota Banda Aceh yang berprestasi dan layak diberikan Apresiasi.

“Pada malam Anugerah ini juga akan diberikan Apresiasi dari Pemerintah Kota Banda Aceh kepada pendidik dan siswa-siswi terbaik kita yang telah mengangkat derajat pendidikan Kota Banda Aceh melalui Prestasi dan Inovasi serta dedikasi yang ditoreh selama tahun 2022,”terangnya.

Untuk jenjang SD, adapun Prestasi yang diperoleh adalah sebagai berikut, Prestasi Peserta didik Tingkat Nasional, Peringkat 3 Nasional sebanyak tiga orang, Peringkat 2 Nasional sebanyak enam 6 orang dan Peringkat 1 Nasional sebanyak 19 orang.

Untuk prestasi peserta didik tingkat Internasional adalah Peringkat 3 Internasional sebanyak tiga orang dan peringkat 2 Internasional sebanyak tujuh orang.

Untuk prestasi di bidang Tahfidz yang Sudah tersertifikasi di jenjang SD telah yang mampu menghafal mulai dari 2 juz sampai 12 juz sebanyak 14 orang dan prestasi di bidang Tahfidz jenjang SMP sebanyak 19 orang. Sebenar masih ada siswa dibidang tahfidz tetapi karena belum melaksanakan sertifikasi, insya Allah kedepan lagi.

Untuk jenjang SMP prestasi yang diraih adalah, prestasi peserta didik tingkat Nasional, Peringkat 3 Nasional sebanyak 11 orang, Peringkat 2 Nasional sebanyak 17 orang, Peringkat 1 Nasional sebanyak 21 orang. Sedangkan untuk Tingkat Internasional adalah peringkat 2 Internasional sebanyak dua orang, Peringkat 3 Internasional sebanyak satu orang.

Selain itu untuk jenjang SMP juga berhasil menjuarai Kompetisi Drumband Malaysia World Band Competition (MWBC) 2022 yang baru saja digelar pada bulan Desember ini di Malaysia. (diskominfo.bandaacehkota.go.id)

Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru Jenjang SD dan SMP Kota Banda Aceh 2022

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh membuka kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru Jenjang SD dan SMP Kota Banda Aceh yang dilaksanakan di Hotel Grand Aceh Syariah Lamdom (5/12/2022).

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari (5 – 7 Desember 2022) yang diikuti oleh 91 guru kelas SD, 68 guru IPA jenjang SMP, dan 68 guru IPS jenjang SMP.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pembinaan SMP, dan Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal.

Dalam arahannya, Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd mengatakan bahwa target Disdikbud Kota Banda Aceh ialah mengejar perkembangan pendidikan di Pulau Jawa dan provinsi lain.

“Kita sekarang menargetkan dengan adanya bimtek yang kita laksanakan bisa mengejar perkembangan pendidikan di Pulau Jawa dan provinsi lain yang pendidikannya sudah berkembang”. Tegasnya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh peserta agar tidak main-main dalam mengikuti bimtek tersebut, dan juga harus melek informasi tentang pendidikan di Indonesia serta Internasional.

Banda Aceh Tingkatkan Profesionalisme Guru untuk Perbaiki Mutu Pendidikan

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh menggandeng beberapa Perguruan Tinggi dalam rangka meningkatkan profesionalitas dan kualitas guru sebagai upaya menaikan mutu pendidikan di kota setempat.

“Sekarang kita fokus kita pada peningkatan mutu pendidik, profesionalisme pendidik, bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Uneversitas lainnya yang ada di Aceh,” kata Kepala Disdikbud Banda Aceh Sulaiman Bakri, di Banda Aceh, Sabtu.

Selain dengan perguruan tinggi, kata Sulaiman, pihaknya juga menggandeng unsur kementerian serta Balai Guru Penggerak di Aceh guna memberikan pendampingan dan pembelajaran kepada guru-guru di Banda Aceh.

“Jadi kerjasama kami itu terkait dengan penyediaan Instruktur atau pembimbing dari USK, UIN, Kementerian dan Balai Guru Penggerak, kita harapkan guru-guru di Banda Aceh benar-benar memiliki kemampuan mengajar yang baik,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sulaiman, Disdikbud Banda Aceh juga melaksanakan kegiatan bechmarking study ke daerah yang mutu pendidikannya lebih bagus seperti Jakarta, Bali dan Yogyakarta dan Padang.

Kemudian, juga memberikan penghargaan kepada guru-guru yang dinilai berprestasi, langkah tersebut dilakukan guna memotivasi guru lainnya untuk terus belajar dan menjadi tenaga pengajar terbaik sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini.

Sulaiman menuturkan, untuk skala Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh saat ini masih menjadi yang terbaik dari kualitas pendidikan, hal itu sesuai dengan rapor mutu pendidikan yang dikeluarkan oleh Kemdikbudristek beberapa waktu lalu.

“Tetapi karena ini ibu kota provinsi, maka bandingannya harus dengan sekolah di provinsi lainnya. Kita sekarang lagi mengejar mutu pendidikan seperti di Pulau Jawa,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Sulaiman juga menyampaikan bahwa dalam proses peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya bergantung kepada guru atau sekolah saja.

Melainkan, harus terlibat semua komponen yang ada seperti pemerintah, orang tua dan seluruh elemen masyarakat lainnya guna menyampaikan saran serta masukan demi kemajuan pendidikan.

“Tiga sektor ini benar-benar harus menyatu untuk membantu peningkatan mutu pendidikan, kalau menyatu insya Allah mutu pendidikan kita ini semakin berkualitas,” demikian Sulaiman Bakri. (aceh.antaranews.com)

Banda Aceh Raiah Juara Umum Lomba GTK Se Aceh 2022, Lima Kepsek Raih Peringkat Terbaik

Banda Aceh- Kegiatan Pemilihan Guru Dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi se Aceh yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh telah menobatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (disdikbud) Kota Banda Aceh sebagai Juara Umum dan lima orang Kepala Sekolah mendapatkan nominiasi terbaik,

Kegiatan GTK diikuti oleh peserta yang terdiri dari pengawas SMP, kepala sekolah dan guru jenjang SD- SMP Se Aceh. Untuk pengumuman pemenangnya sendiri berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Minggu (23/10/2022).

Saat dimintai keterangan, Kepala Disdikbud Banda Aceh Sulaiman Bakri, S.Pd, M.Pd mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dibuat sebagai salah satu cara merangsang para guru dan tenaga pendidik untuk melakukan inovasi dalam dunia pendidikan.

Diketahui Disdikbud Kota Banda Aceh sendiri mengirimkan peserta yang terdiri dari pengawas SMP, kepala sekolah dan guru jenjang TK – SMP yang telah terpilih pada ajang serupa pada tingkat kota.

“Kepada yang juara jangan cepat berpuas diri, terus berinovasi dalam pengembangan diri agar mampu mengajar dengan baik dimasa Era 4.0 ini, sehingga mutu pendidikan di Kota Banda aAeh terus meningkat,” Katanya.

Kegitan ini penuh manfaat dan sulaiman juga berharap kedepannya kegiatan seperti ini terus dilaksanakan, agar kepala sekolah, guru-guru kita serta tenaga administrasi termotivasi atas penghargaan ini.

Berikut nama Guru dan Tenaga Administrasi Berprestasi Aceh 2022 yang telah menorekan prestasi adalah juara 1 Kepsek SMP Berprestasi jatuh pada Syarifah Nargis, S.Ag dari SMPN 6, Juara 1 Guru Berprestasi Intan Nimala H. S.Si. M.Pd dari SMPN 3, Juara 1 Kepsek SD Berprestasi jatuh kepada Sarniati Y S.Pd. M.Pd kepsek SDN 16, Juara 1 Tenaga Administrasi Berprestasi jatuh kepada Devi Handayani, S.P. M.Pd dari SMPN 6, Juara 1 Tenaga Perpustakaan Berprestasi jatuh pada Anissa, S.IP. SMPN 14, dan Ridhayani S.Pd Guru SD 24 sebagai Juara Harapan.

Sebagai bentuk dukungan, sebelumnya PJ Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq memberikan arahan kepada perwakilan kepala sekolah dan tenaga administrasi sekolah yang telah terpilih untuk sama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Banda Aceh, (19/9/2022).

Selain materi pendidikan umum, PJ Wali Kota juga meminta agar GTK juga menanamkan nilai kedaerahan bagi siswa sekolah di wilayah kota Banda Aceh.

“Siswa sekolah di Banda Aceh harus bisa berbahasa Aceh, bahasa daerah kita bersama,” katanya.

Jelang Pemilihan GTK Berprestasi Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq : Tingkatkan Lagi Kualitas Pendidikan

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Pemilihan Guru Dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi Kota Banda Aceh. Kegiatan ini sebagai upaya merangsang para GTK untuk lebih berinovasi dan berkarya dalam dunia pendidikan . Read More

Disdikbud Banda Aceh Selenggarakan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka

Banda Aceh- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh selenggarakan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) gelombang pertama untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta di Aula Tekkomdik Banda Aceh, Rabu (24/08/2022).

Kegiatan yang diikuti oleh seratusan peserta dari perwakilan guru SMP Negeri dan Swasta se Kota Banda Aceh. Read More

SDN 37 Banda Aceh Gelar Pelatihan Program Penanaman Hidroponik, Hadirkan Narasumber dari Unsyiah

BANDA ACEH – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 37 Banda Aceh menggelar pelatihan program penanaman hidroponik di komplek sekolah tersebut, Jumat (23/10/2020).

Kegiatan yang diikuti para guru SDN 37 ersebut dibuka secara resmi oleh Sulaiman Bakri, SPd MPd selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Sulaiman Bakri mengatakan, pihaknya sangat mengepresiasikan program SD Negeri 37 Banda Aceh itu yang mulai membudidayakan penanaman tanpa media tanah.

“Ini program yang bagus. Saya berharap, agar program penanaman secara hidroponik ini bisa diikuti oleh sekolah yang lain di Kota Banda Aceh,” ucapnya.

Sedangkan Kepala SDN 37 Banda Aceh, T Muthalla alias Cekgu mengaku, sangat berterima kasih kepada pihak Disdikbud dan Fakultas Pertanian Unsyiah atas dukungan terhadap program di sekolah yang dipimpinnya itu.

Cekgu juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran guru SDN 37 Banda Aceh yang telah mendukung penuh atas terlaksananya program penanaman hidroponik tersebut.

“Program ini hanyalah semata-mata untuk pembelajaran siswa. Kami mengharapkan, agar nanti para siswa Siswi mampu melakukan sendiri penanaman hidroponik di kediaman mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, Cekgu mengungkapkan, SDN 37 juga sedang membuat kebun konvensional dengan memamfaatkan lahan kosong.

Pembuatan kebun konvensional ini juga ajang pembelajaran bagi siswa, sehingga nanti dapat membandingkan kelebihan dan kerugian antara kedua cara penanaman tersebut.

Sementara itu, narasumber dari Fakultas Pertanian Unsyiah, Dr Purnama Satriyo STP MP, didampingi oleh Dr Ir Syahrul MSC menjelaskan, penanaman hidroponik berbanding terbalik dengan penanaman konvensional.

Penanaman hidroponik, terangnya, tidak memerlukan media tanah, sehingga hidroponik dapat dikembangkan di mana saja karena hanya menggunakan air.

Dr Purnama juga merasa kagum dengan etos para guru SD Negeri 37 Banda Aceh yang begitu bersemangat, baik dalam mengikuti pelatihan maupun praktek pembibitan. (aceh.tribunnews.com)

Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh, Chek Zainal Harap Guru Semakin Kreatif

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar pelatihan kegiatan pembuatan media pembelajaran guru SD dan SMP Kota Banda Aceh. Acara berlangsung di Grand Aceh Hotel (21/10/2020).

Turut hadir mewakili,  Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Saminan Ismail,  Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Dayah Tgk Tarmizi M Daud dan Unsur Forkopimda lainnya.

Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin dalam pembukaan mengatakan, Covid-19 datang tiba-tiba dan masih belum berakhir saat ini, sehingga hampir tidak ada seorang pun yang siap menghadapi kondisi ini termasuk guru.

“Proses pembelajaran yang berubah menjadi daring, sehingga guru mengalami kesulitan saat menyiapkan dan menyampaikan materi pelajaran sekolahnya,” ungkap Wakil Walikota.

Menurutnya, menyampaikan materi lewat daring  bukanlah hal yang mudah untuk dipahami oleh murid, sehingga dibutuhkan cara-cara yang menarik agar anak didik dapat konsisten melihat atau menyimak layar komputer dan smartphone saat proses pembelajaran daring berlangsung.

“Oleh sebab itu, pembelajaran daring menuntut guru lebih kreatif. Dengan begitu, peserta didik tidak mengalami kejenuhan disaat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)”, jelasnya.

Kata sosok yang akrab disapa Chek Zainal, pembelajaran daring sebenarnya merupakan solusi untuk menghadapi masa pandemi Covid-19 agar siswa tetap bisa belajar dari rumah dan penyebaran virus tersebut juga dapat dihambat.

“Namun, guru disarankan menerapkan  pembelajaran yang efektif. Dimana pembelajaran tersebut, pada setiap penyampaian penjelasan  harus jelas, harus menunjukkan gairah mengajar dan suasana  yang menyenangkan serta selalu ada umpan balik yang diberikan setelah dilakukan penilaian,” ucapnya.

Selain itu, Wakil Walikota Banda Aceh menyampaikan, yang terpenting  adalah para siswa sekolah dasar sebaiknya didampingi oleh orang tua saat mengikuti pembelajaran daring. Karena, dukungan orang tua sangatlah membantu para guru untuk mencapai tujuan pada setiap sesi pembelajaran daring yang dilakukan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Saminan Ismail MPd menjelaskan,  pandemi Covid-19 menyebabkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk semua jenjang pendidikan.

“Namun pelaksanaan PJJ tersebut mengalami banyak kelemahan karena tidak seluruh guru dan siswa atau orang tua siap melaksanakan perubahan dari PTM menjadi PJJ secara maksimal karena adanya keterbatasan pengetahuan atau pemahaman tentang substansi, teknis, dan mekanisme pelaksanaan PJJ,” jelasnya.

Sebab itu diperlukan pelatihan dan pembinaan untuk mempersiapkan guru yang kreatif agar dapat memberikan pembelajaran yang lebih menarik kepada siswa selama pelaksanaan PJJ.

“ Dengan adanya pelatihan ini kita harapkan dapat meningkatkan kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran dan penilaian dengan kelas virtual dan meminimalisir pemberian tugas pada siswa yang terlalu banyak tanpa adanya proses belajar mengajar serta peserta didik tetap terjaga kualitas pendidikannya,” ucap Saminan. (diskominfo.bandaacehkota.go.id)