Tag: Aceh

Kadisdikbud Kota Banda Aceh Buka Pameran dan Pentas Seni Tahun 2022

Banda Aceh – Kadisdikbud Banda Aceh, Sulaiman Bakri S.Pd.M.Pd membuka dengan resmi Pameran Pendidikan dan Pentas Seni Tahun 2022, Selasa 20 Desember 2022 di aula Tekkomdik Disdikbud Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya Kadisdikbud menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Pameran dan Pentas Seni yang merupakan pertunjukan spektakuler dari keberhasilan pelaksanaan pendidikan selama ini di satuan pendidikan baik jenjang PAUD, SD dan SMP Kota Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu Kadisdikbud juga menyampaikan bahwa pencapaian prestasi pendidikan yang telah ditoreh dalam Tahun 2022 harus dibarengi dengan Seni karena dengan Agama hidup menjadi terarah dengan ilmu hidup akan mudah dan dengan seni hidup akan menjadi indah.

Sulaiman Bakri melakukan pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya pameran pendidikan dan pentas seni yang di lanjutkan dengan Tartil Al Qur’an yang dibacakan oleh Alifiya Tiara yang merupakan siswi TK Perkib kelompok B dan merupakan salah satu peserta FASI Kota Banda Aceh.

Selanjutnya Kadisdikbud mengunjungi Stand Pameran Pendidikan yang telah dipersiapkan oleh sejumlah Sekolah Dari PAUD, SD dan SMP

Kegiatan Pameran Pendidikan dilaksanakan mulai Selasa sampai Rabu 20 sd 21 Desember 2022 pameran diikuti oleh 30 sekolah penggerak dan sekolah presisi Kota Banda Aceh sedangkan pentas seni diikuti oleh 59 sekolah yang menampilkan beragam aktifitas seni diantaranya tari tradisional, tari kreasi baru, pantomim, pidato bahasa Aceh dan bahasa inggris, vocal solo, musikalisasi dan pementasan drama.

“Kami memberikan apresiasi terhadap suksesnya kegiatan pameran dan pentas seni Tahun 2022 sehingga tema kegiatan “bergerak bersama menyongsong generasi emas” dapat terwujud dan menyampaikan pesan Banda Aceh meutuloe wareh gaseh megaseh bila meubila, “pungkas Ketua Forum Kadisdik se-Provinsi Aceh ini. (kabardaily.com)

Banda Aceh Tingkatkan Profesionalisme Guru untuk Perbaiki Mutu Pendidikan

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh menggandeng beberapa Perguruan Tinggi dalam rangka meningkatkan profesionalitas dan kualitas guru sebagai upaya menaikan mutu pendidikan di kota setempat.

“Sekarang kita fokus kita pada peningkatan mutu pendidik, profesionalisme pendidik, bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Uneversitas lainnya yang ada di Aceh,” kata Kepala Disdikbud Banda Aceh Sulaiman Bakri, di Banda Aceh, Sabtu.

Selain dengan perguruan tinggi, kata Sulaiman, pihaknya juga menggandeng unsur kementerian serta Balai Guru Penggerak di Aceh guna memberikan pendampingan dan pembelajaran kepada guru-guru di Banda Aceh.

“Jadi kerjasama kami itu terkait dengan penyediaan Instruktur atau pembimbing dari USK, UIN, Kementerian dan Balai Guru Penggerak, kita harapkan guru-guru di Banda Aceh benar-benar memiliki kemampuan mengajar yang baik,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sulaiman, Disdikbud Banda Aceh juga melaksanakan kegiatan bechmarking study ke daerah yang mutu pendidikannya lebih bagus seperti Jakarta, Bali dan Yogyakarta dan Padang.

Kemudian, juga memberikan penghargaan kepada guru-guru yang dinilai berprestasi, langkah tersebut dilakukan guna memotivasi guru lainnya untuk terus belajar dan menjadi tenaga pengajar terbaik sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini.

Sulaiman menuturkan, untuk skala Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh saat ini masih menjadi yang terbaik dari kualitas pendidikan, hal itu sesuai dengan rapor mutu pendidikan yang dikeluarkan oleh Kemdikbudristek beberapa waktu lalu.

“Tetapi karena ini ibu kota provinsi, maka bandingannya harus dengan sekolah di provinsi lainnya. Kita sekarang lagi mengejar mutu pendidikan seperti di Pulau Jawa,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Sulaiman juga menyampaikan bahwa dalam proses peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya bergantung kepada guru atau sekolah saja.

Melainkan, harus terlibat semua komponen yang ada seperti pemerintah, orang tua dan seluruh elemen masyarakat lainnya guna menyampaikan saran serta masukan demi kemajuan pendidikan.

“Tiga sektor ini benar-benar harus menyatu untuk membantu peningkatan mutu pendidikan, kalau menyatu insya Allah mutu pendidikan kita ini semakin berkualitas,” demikian Sulaiman Bakri. (aceh.antaranews.com)

Bertepatan Hardikda 63, Disdikbud Banda Aceh Luncurkan Program Gerakan Sedati

Banda Aceh – Bertepatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-63, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banda Aceh melaunching atau meluncurkan program gerakan sehari berbudaya pasti Aceh (Sedati). Read More

Dapat Dukungan Pj Walikota, Diseminarkan Program Sehari Berbahasa dan Budaya Aceh

Banda Aceh – Pada Rabu, 31 Agustus 2022 Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Aceh yang didukung penuh  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, mengadakan seminar pendidikan jelang tanggal 2 September puncak Hari Pendididikan Daerah (Hardikda) yang tahun ini sudah berusia 63 tahun. Read More

Ombudsman Nilai Pendidikan Selama Covid-19 tidak Efektif

BANDA ACEH – Proses pendidikan selama pandemi Covid-19 tidak berjalan efektif karena lemahnya fasilitas pendukung seperti jaringan internet, tidak semua wali murid memiliki smartphone, dan juga diperburuk dengan minat belajar yang rendah dari siswa.

Penilaian tersebut disampaikan Kepala Ombudsman Aceh, Dr Taqwaddin Husen yang menjadi salah seorang narasumber pada diskusi yang dilaksanakan secara virtual oleh Ombudsman Aceh, Rabu (10/6).

Menurut Taqwaddin, belajar secara daring hanya bisa diikuti oleh sebagian kalangan di kota. Lagipula, lanjutnya, belajar secara daring tidak bisa menggantikan posisi guru di kelas.

“Murid lebih bersemangat ketika berinteraksi secara langsung dengan guru di kelas,” kata Taqwaddin.

Selain Taqwaddin, diskusi virtual tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, seperti Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri MPA, Kakan Kemenag Banda Aceh, Dr H Asy’ari MSi, dan Kadisdikbud Banda Aceh, Dr Saminan Mpd.

Diskusi pendidikan yang dimoderatori oleh Ilyas Isti itu juga menampilkan Ketua Komisi VI DPRA, Tgk H Irawan Abdullah SAg dan Ketua Asosiasi Manajemen Pendidikan Islam, Dr Sri Rahmi selaku pengamat pendidikan.

Kadis Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri saat diskusi virtual tersebut tidak menampik terhadap konsisi pendidikan di tengah pandemi Covid-19 yang tidak efektif.

“Catatan dari pihak Ombudsman akan menjadi perhatian bagi kami. Kita berharap, proses pendidikan tetap berjalan walau dalam keadaan apapun. Dalam kondisi tidak normal seperti ini kita berharap berbagai ide kreatif muncul untuk pembelajaran” kata Kadisdik Aceh yang akrab disapa Haji Nanda tersebut.

Hal yang sama juga diakui oleh Ketua Komisi VI DPRA, Irawan Abdullah.

Irawan munuturkan, saat ini pihaknya sedang membuat grand desain untuk pendidikan di masa new normal nantinya.

“Grand desain untuk pendidikan menuju ke arah new normal kita persiapkan bersama multistackholder. Perlu kami sampaikan bahwa untuk saat ini dana BOS bisa digunakan untuk proses pembelajaran secara daring” kata Irawan.

Irawan juga mengatakan, jika kondisi ini berkepanjangan, maka  kita sudah mempersiapkan beberapa solusi. Seperti pelatihan guru untuk proses belajar secara daring dan penambahan tower untuk daerah terpencil.

“Hasil diskusi ini nantinya akan menjadi bahan masukan untuk kami di Komisi VI DPRA, ini sangat bagus karena kita sedang menyusun grand desain untuk menuju ke pendidikan new normal,” ujar Irawan.

Kepala Kantor Kemenag Banda Aceh, Dr Asy’ari memaparkan pihaknya tetap mengikuti petunjuk dari Kemenag.

“Untuk pembelajaran di era new normal, mungkin dengan sistem belajar selang-seling yang bertujuan untuk memperkecil jumlah siswa yang hadir,” sebut Asy’ari.

Kadis Pendidikan Banda Aceh, Dr Saminan mengungkapkan, selama pandemi ini pihaknya tetap bekerja melayani murid dengan berbagai sistem pembelajaran.

Ada yang dengan sistem online ada juga yang gurunya datang ke rumah-rumah peserta didik.

“Proses belajar mengajar tetap berjalan walaupun di masa pandemi Covid-19 tetapi dengan sistem yang berbeda, yaitu tidak ada tatap muka. Salah satu cara adalah melalui pembelajaran online. Sedangkan bagi peserta didik yang tidak memiliki smartphone didatangi guru ke rumah,” kata Saminan.

Saminan juga menjelaskan, Disdik Banda Aceh melakukan polling untuk guru, siswa, dan wali murid.

“Hasilnya, 49% meminta agar sekolah dilanjutkan secara tatap muka namun tetap dengan protokol kesehatan, 35% tidak setuju, dan sisanya 16% tidak tau,” tambah Saminan.

Ketua Asosiasi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia, Dr Sri Rahmi memaparkan, saat ini yang dijalankan oleh dunia pendidikan pada unumnya adalah protokol kesehatan, bukan protokol pendidikan.

“Belajar dari rumah itu protokol kesehatan, protokol pendidikannya mana?” tanya Sri Rahmi dengan nada menggugat. 

Rahmi juga berharap adanya indikator untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan SPP, ini supaya ada kejelasan. 

“Untuk PPDB dan pembayaran SPP harus ada kejelasan karena banyak wali murid yang dililit krisis ekononi. Di sisi lain, sekolah swasta pendapatannya adalah dari SPP,” tandas Rahmi.

Pihak Ombudsman berharap, layanan pendidikan di Aceh harus ditingkatkan dan harus berjalan dengan tetap memperhatikan situasi dan keadaan. 

“Proses Belajar Mengajar (PBM) tetap harus berjalan untuk mencerdaskan anak bangsa. Anggaran pendidikan cukup besar, tetapi tingkat pendidikan kita masih rendah,” ujar Taqwaddin mengakhiri diskusi tersebut. (SERAMBINEWS.COM)

Pelantikan Kepala Sekolah Jenjang SD Dan SMP Dan Pengawas Sekolah Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh kembali melantik dan mengukuhkan 13 kepala sekolah jenjang SD dan SMP dan tiga pengawas sekolah Kota Banda Aceh. Pelantikan dan pengukuhan kepala sekolah tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh mewakili Walikota Banda Aceh yang berhalangan hadir di Aula SPNF SKB Kota Banda Aceh (05/06/2020).

Kadis Disdikbud Kota Banda Aceh(Saminan), menyampaikan salam dari Walikota Banda Aceh kepada kepala sekolah dan pengawas sekolah yang baru. Beliau berharap semoga amanah yang diberikan bisa dijalankan dengan semaksimal mungkin, guna mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai kota referensi pendidikan.

“Pak Walikota mengucapkan selamat kepada saudara semua dan besar harapan beliau kepada saudara untuk menjaga dan menjalankan amanah yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya”, tuturnya.

Beliau melanjutkan bahwa telah meletakkan kepercayaan kepada seluruh pejabat yang dilantik dalam mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai kota referensi pendidikan serta mampu bersaing dalam melakukan yang terbaik bagi penerus bangsa.

 

Penyerahan SK Pengawas Sekolah Jenjang TK – SMP Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Kadisdikbud Kota Banda Aceh Dr. Saminan M.Pd menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan pengawas satuan pendidikan efektif berlaku mulai bulan Mai 2020 terdiri dari 4 (empat) orang pengawas Taman Kanak-Kanak (TK), 6 (enam) orang pengawas Sekolah Dasar (SD) dan 5 (lima) orang pengawas Sekolah Menengah pertama (SMP) di Aula Disdikbud Kota Banda Aceh (20/05/2020).

Dalam sambutannya Kadisdibud menyampaikan bahwa “pengawas adalah sebagai perwakilan  kepala Dinas pendidikan dalam pelaksanan tugas pengawasan pendidikan pada setiap jenjang Satuan, kemajuan pendidikan Kota Banda Aceh yang merupakan sebagai kota Referensi Pendidikan di Provinsi Aceh berada ditangan para pengawas,

Untuk itu pengawas harus memiliki sikap yang dapat mengayomi dan memberikan supervisi yang baik kepada kepala sekolah dan guru-guru pada sekolah binaannya dan pengawas juga harus meningkatkan kemampuan akademik dengan mengikuti kursus-kursus kepengawasan dan pendidikan formal baik Pasca Sarjana maupun Program Doctoral, masa sekarang sangat mudah aksesnya agar kemampuan pengawas dalam bidang akademik memiliki ilmu yang mumpuni.

Disamping kemampuan manajerial yang harus selalu di Up grade untuk dapat memimpin satuan pendidikan binaannya kearah lebih baik dan memiliki prestasi setiap waktu, pengawas juga harus lebih bijaksana dalam mensupervisi kepala sekolah yang tentunya membutuhkan pembinaan selalu.

Pengawas juga dituntut untuk mengawal pencapaian Peningkatan Mutu Pendidikan  sebagai salah satu indicator perhitungan Indeks Kinerja Utama Pemerintah dan diharapkan pengawas tidak berlaku arogan dalam pelaksanaan tugas , diantara fungsi-fungsi pengawas tentunya memecahkan masalah yang didapat di sekitar proses pendidikan itu sendiri bukan menambah permasalahan baru dan pengawas selalu menjaga kekompakan dan memiliki visi yang sama dalam pelaksanan tugas-tugas“ kadisdikbud mengakhi sambutannya.

Pada kegiatan ini Kadisdikbud didampingi oleh Sekretaris Dinas Sulaiman Bakri,S.Pd. M.Pd, Kabid Pembinaan Ketenagaan Marzuki SH, Kabid pembinaan SMP Evi Susanti,S.Pd,M.Si, Kasi GTK Laili Wardah, SE, Kasi Data dan Informasi Pendidikan Nur Muhammad,SE,M.Pd juga dihadiri oleh Koordinator Pengawas Drs. Ahmad Ghozim,M.Pd,. Dr. Saminan selaku Kepala Dinas mengucapkan Selamat bertugas kepada pengawas yang  mendapatkan kepercayaan dari pemerintah, selalu mengembangkan inovasi-inovasi baru dalam pengawasan untuk mencapai Pendidikan kota Banda Aceh yang gemilang. (Nur Muhammad)

 # DATADANINFORMASIPENDIDIKAN

Kompetisi Olimpiade Sains Siswa Nasional (O2SN) Jenjang SD Sederajat

BANDA ACEH – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menggelar kompetisi O2SN jenjang SD sederajat tingkat kabupaten/kota yang dilaksanakan di SDN 1 Kota Banda Aceh (12/03/2020).

Menurut ketua panitia lomba, Jailani Yusti, O2SN merupakan salah satu wadah strategis untuk mengembangkan daya nalar, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, dan sportivitas siswa. Seleksi O2Sn diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia yaitu pada 12 Maret 2020. Dimana memperlombakan dua mata pelajaran, yaitu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Kadis Dikbud Kota Banda Aceh, Saminan, berharap kepada kepala sekolah dan guru guna membuktikan bahwa prestasi Kota Banda Aceh bisa menjadi referensi pendidikan di Aceh.

“Mari buktikan Kota Banda Aceh sebagai kota referensi pendidikan di Aceh dengan prestasi kita”, tuturnya.

162 siswa dari 81 SD sederajat di Kota Banda Aceh ikut berpartisipasi dalam penyeleksian O2SN tersebut. Nantinya 6 peserta terbaik yang terdiri dari 3 peserta terbaik Matematika dan 3 peserta terbaik IPA akan mewakili Kota Banda Aceh ditingkat O2SN Provinsi. 

Pemkot Banda Aceh menggelar Maulid Raya Rasulullah SAW 1441 H

Banda Aceh – Pemkot Banda Aceh menggelar Maulid Raya memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah. Kegiatan ini dihelat di Lapangan Blang Padang (06/02/2020). Di antara tamu undangan terlihat hadir Plt Gubernur Aceh dan sejumlah unsur Forkopimda Aceh, Ketua beserta wakil DPRK, unsur Forkopimda Banda Aceh, dan sejumlah pejabat lainnya.

Selain menyediakan 1000 hidang untuk 30 ribu warga, Pemkot Banda Aceh juga menyantuni 1000 anak yatim secara simbolis yang diserahkan langsung oleh Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh serta Plt Gubernur Aceh.

Aminullah berharap kegiatan ini bisa menjadi momentum bagi seluruh warga dalam meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Juga untuk membumikan syiar Islam di Kota Banda Aceh.

“Insyaallah kami dari jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh akan mengambil inspirasi dari spirit Rasulullah dalam membangun Kota Banda Aceh, sebagai titik berangkat dalam mewujudkan visi Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah,” ujarnya.

Bunda PAUD Provinsi dan 5 Kab/Kota Aceh Raih Penghargaan HIMPAUDI Award

JAKARTA – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati MT, meraih penghargaan HIMPAUDI Award dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI).

Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo pada acara puncak HUT XIV HIMPAUDI dan Apresiasi Kreativitas Pejuang PAUD (AKPP) III Tahun 2019 beserta lima kabupaten/kota dari Provinsi Aceh yakni Aceh Tamiang, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Selatan, Bener Meriah.

Penghargaan tersebut juga diberikan kepada Penjuang PAUD Aceh Besar, Indri Anita SP, karena dianggap telah berjasa atas dedikasi, sinergi, dan kolaborasi dengan HIMPAUDI dalam mewujudkan SDM unggul sejak dini.

“Alhamdulillah kita dari Provinsi Aceh mendapatkan tujuh penghargaan HIMPAUDI atas kerja sama yang telah kita lakukan dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul baik pada level gampong (desa), kecamatan, dan kabupaten/kota,” ujar Dyah usai menerima penghargaan di Hall Cendrawasih, Jakarta Convention Centre (JCC), Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019.

Dyah mengatakan, apa yang diraih Provinsi Aceh tak terlepas dari berbagai kampanye dan sosialiasi yang telah dilakukan pihaknya dalam mempromosikan makan ikan serta kerja sama yang dijalin dengan PAUD dan guru-guru di daerah setempat.

“Dengan penghargaan ini, kita berharap ke depan agar PAUD-PAUD yang ada di Aceh untuk bekerja lebih keras lagi agar dapat mewujudkan cita-cita bersama yakni menjadikan anak-anak Aceh menjadi sumber daya manusia yang unggul,” jelasnya. (portalsatu.com)