SD Dan SMP KOTA BANDA ACEH RAIH JUARA UMUM NASIONAL OSKANTARA 2026

SD Dan SMP KOTA BANDA ACEH RAIH JUARA UMUM NASIONAL OSKANTARA 2026

Banda Aceh — Sekolah-Sekolah di Kota Banda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di Tingkat Nasional, yaitu
SD Negeri 50 dan SMP Negeri 10 Banda Aceh resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Nasional Kompetisi OSKANTARA Tahun 2026, dan SMPN 3 Kota Banda Aceh juga siswanya ikut meraih salah satu juara yaitu Absolute winner Bidang IPS.

Sedangkan untukJuara Umum Tingkat SMA diraih oleh MAN 15 Jakarta

OSKANTARA ini diikuti oleh sekolah-sekolah terbaik dari seluruh Indonesia.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemko, Disdikbud dam sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan potensi akademik siswa, serta membangun budaya kompetitif yang positif dan berkelanjutan.

Dalam kompetisi tersebut, para siswa-siswi Kota Banda Aceh juga berhasil merebut Delapan Bidang Top Absolute Winner dengan capaian nilai tertinggi secara Nasional, yaitu:

1. Raisa Ammara Azzahira (SDN 50 B.Inggris)
2. Muhammad Irsyad (SDN 50 Pend Pancasila)
3. Khalisa Muthmainnah (SMPN 10 Kedokteran Dasar)
4. Cut Asya Venia SMPN 10 Pend Pancasila)
5. Deva Ridhatul Gamara (SMPN 10 Sejarah)
6. Muhammad Faiz Lami( SMPN 10 Bhs Inggris)
7. Rino Fayyadh Gadi (SMPN 10 Fisika Terpadu)
8. Mazaya Ramadhani (SMPN 3 IPS).

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal disela-sela kesibukannya, melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, menyampaikan Apresiasi dan kebanggaan atas pencapaian ini.
“Selamat kepada Juara Umum OSKANTARA 2026, SD Negeri 50 dan SMP Negeri 10 Banda Aceh. dan SMPN 3 Banda Aceh. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran, kerja keras siswa, serta dedikasi para guru di Kota Banda Aceh,” Terus berkolaborasi dalam membangun pendidikan di Kota Banda Aceh, Sinergi pemerintah daerah, DPRK, Guru, Komite sekolah, Pemerhati Pendidikan, orang tua dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pendidikan, maka perkuatkan terus sinergi ini.

selanjutnya untuk informasi hasil lengkap kompetisi, termasuk daftar pemenang dan nilai peserta, dapat diakses secara mandiri melalui akun CBT masing-masing peserta. Informasi resmi juga tersedia melalui tautan berikut:

bit.ly/HASILOSKANTARA2026 

Memperingati Hari Gizi Nasional ke-66, Disdikbud Banda Aceh dan Persagi Gelar Edukasi Gizi Serentak di SDN 14

BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh berkolaborasi dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) DPC Kota Banda Aceh, Pokja Bunda PAUD, dan Korwil MBG Banda Aceh – Aceh Besar menggelar kegiatan Edukasi Gizi Serentak. Acara yang berlangsung di SD Negeri 14 Banda Aceh pada Rabu (21/01/2026) ini menjadi bagian dari gerakan nasional untuk meningkatkan literasi kesehatan anak sekolah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh yang didampingi oleh Kabid Pembinaan SD, Syahril, Kabid PAUD, Ridhwan, serta Ketua DPC Persagi Banda Aceh, Nurmiati.

Materi edukasi mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang disampaikan menggunakan Smart Board, yang membuat para peserta didik lebih antusias dan interaktif dalam menyerap informasi.

Selain sebagai upaya promotif, gerakan ini juga menargetkan pencapaian rekor kegiatan edukasi gizi serentak terbanyak di Indonesia, yang dilakukan secara bersamaan di berbagai titik sekolah di seluruh tanah air.

Dalam sambutannya, Teuku Erwin Irham menekankan pentingnya sinergi antara kesehatan dan pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa gizi yang baik adalah fondasi utama bagi kecerdasan siswa. “Anak yang sehat dan tercukupi gizinya akan memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik, yang nantinya berdampak pada prestasi akademik,” ujarnya.

Beliau mengimbau pihak sekolah untuk terus mengawasi jenis jajanan di kantin dan mengajak orang tua untuk konsisten menyediakan bekal bergizi dari rumah.

Teuku Erwin berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni HGN saja, namun menjadi budaya sehari-hari di lingkungan sekolah di Banda Aceh guna mencetak generasi emas yang bebas stunting.

Persagi Banda Aceh juga membagikan paket makanan bergizi kepada seluruh peserta didik. Aksi nyata ini bertujuan untuk memberikan contoh langsung kepada siswa mengenai komposisi makanan yang memenuhi gizi seimbang.

SD Negeri 50 Banda Aceh Sabet Gelar Juara Umum ONMIPASA 2026, Borong Predikat Absolute Winner

BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan Kota Kolaborasi Banda Aceh. SD Negeri 50 Kota Banda Aceh resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Sekolah pada ajang Olimpiade Nasional Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Seni Agama (ONMIPASA) 2026 tingkat sekolah dasar.

Keberhasilan ini menjadi kian sempurna setelah dua siswa terbaik mereka berhasil meraih gelar tertinggi, yakni Absolute Winner, pada dua bidang studi krusial.

Dalam persaingan ketat tingkat nasional tersebut, Ananda Shiddiq Abdul Karim tampil memukau dengan menyabet gelar Absolute Winner di bidang studi Matematika.

Tak hanya di bidang eksakta, SD Negeri 50 juga menunjukkan potensinya di bidang religi. Ananda Afaren Shaufa Zahida sukses meraih predikat Absolute Winner pada bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Menanggapi torehan sejarah ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak di SD Negeri 50 Banda Aceh.

“Prestasi yang diraih SD Negeri 50 dalam ONMIPASA 2026 ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan cerminan dari dedikasi guru dan semangat belajar siswa yang luar biasa. Meraih gelar Juara Umum sekaligus dua Absolute Winner di bidang Matematika dan PAI menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Banda Aceh terus meningkat dan mampu bersaing di level nasional,” ujar Sulaiman Bakri.

Beliau juga berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Banda Aceh untuk terus memacu kreativitas dan inovasi dalam proses belajar mengajar.

Disdikbud Kota Banda Aceh Sosialisasikan Implementasi Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 tentang TKA SD dan SMP

Disdikbud Kota Banda Aceh Sosialisasikan Implementasi Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 tentang TKA SD dan SMP

Banda Aceh — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Sosialisasi Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kompetensi Akademik (TKA) Jenjang SD dan SMP, Rabu (15/1/2025), bertempat di Aula Tekkomdik Disdikbud Kota Banda Aceh.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pemahaman yang komprehensif bagi seluruh satuan pendidikan terhadap kebijakan baru terkait TKA, agar pelaksanaannya berjalan sesuai regulasi dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh.

“Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 ini menjadi acuan penting dalam pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik di jenjang SD dan SMP. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan pendidikan harus memahami substansi dan teknis implementasinya secara menyeluruh,” ujar Sulaiman Bakri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Kepala Bidang Pembinaan SD, Kepala Bidang Pembinaan SMP, Koordinator Pengawas, serta seluruh Kepala SD dan SMP se-Kota Banda Aceh.

Agenda utama kegiatan difokuskan pada sosialisasi dan pembahasan teknis implementasi Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 tentang TKA, termasuk tujuan pelaksanaan, mekanisme, peran satuan pendidikan, serta kesiapan sekolah dalam mendukung kebijakan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kota Banda Aceh berharap seluruh kepala sekolah dan pengawas memiliki pemahaman yang sama serta mampu mengimplementasikan kebijakan TKA secara efektif dan terintegrasi di masing-masing satuan pendidikan, guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan evaluasi akademik peserta didik.

 

Pemko Banda Aceh Raih Penghargaan Perbaikan Akses Layanan Pendidikan Kelompok Fiskal Rendah

Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan. Pemko Banda Aceh berhasil meraih penghargaan kategori *Perbaikan Akses Layanan Pendidikan Kelompok Fiskal Rendah*, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dan diterima oleh Wali Kota Banda Aceh, *Illiza Sa’aduddin Djamal*. Capaian ini menjadi bukti nyata kesungguhan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkualitas.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah, para guru, serta tenaga kependidikan yang terus berkomitmen meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menghadirkan kebijakan dan program pendidikan yang benar-benar menyentuh kelompok masyarakat fiskal rendah. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan akses pendidikan.

“Capaian ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas akses layanan, sehingga tidak ada satu pun anak di Banda Aceh yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan,” ujarnya.

Ia juga memberi apresiasi kepada DPRK Banda Aceh atas kebijakan dan program berkelanjutan Pemerintah Kota yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Kerja Sama Internasional Disdikbud Kota Banda Aceh dengan Australia dalam kegiatan Fatih Volunteering Teaching Program

Banda Aceh — Fatih Volunteering Teaching Program (FVTP), program pendampingan pembelajaran yang melibatkan tutor internasional dari Australia, kembali akan dilaksanakan pada tahun 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 12 Januari hingga 5 Februari 2026, setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00–12.00 WIB, dengan durasi lima hari efektif di setiap sekolah.

FVTP merupakan program berkelanjutan yang telah berjalan selama lima tahun terakhir dan secara konsisten memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Program ini selain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik, menumbuhkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi, memperluas wawasan global siswa melalui interaksi langsung dengan tutor internasional, juga menjadi ajang memperkenalkan Banda Aceh ke dunia Internasional.

Pelaksanaan FVTP akan dilakukan di jenjang SD dan SMP baik Negeri maupun Swasta yang telah ditunjuk, dengan durasi satu minggu di setiap sekolah.
Dalam pelaksanaannya, tahun ini pihak sekolah diberikan kewenangan untuk menentukan dan memilih peserta didik yang akan mengikuti program secara intensif. Setiap sekolah dapat mengikutsertakan maksimal 20 siswa/siswi dan akan didampingi oleh dua orang tutor dari Australia. Pihak sekolah juga diharapkan dapat menyediakan ruang atau tempat yang memadai untuk menunjang kegiatan pembelajaran selama program berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Fatih Volunteering Teaching Program. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya penguasaan bahasa Inggris bagi peserta didik.

“Program FVTP ini sangat positif dan strategis karena memberikan pengalaman belajar langsung bersama tutor internasional. Hal ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa, tetapi juga melatih kepercayaan diri, keberanian berkomunikasi, serta membuka wawasan global peserta didik,” ujar Sulaiman Bakri.

Ia berharap sekolah-sekolah yang terlibat dapat memanfaatkan program ini secara optimal dan menjadikannya sebagai sarana pembelajaran yang bermakna bagi siswa. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh dan menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk terus belajar dan berkembang,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Fatih Volunteering Teaching Program ini, diharapkan dapat terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan, relawan internasional, dan sekolah, sehingga memberikan manfaat yang signifikan khususnya bagi peserta didik di Kota Banda Aceh dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global.

SMPN 10 Banda Aceh Rebut Juara Umum Nasional di OAN KP 2025 Puskantara

Kuasai Puncak “Absolute Winner” di 7 Bidang Lomba

BANDA ACEH – SMP Negeri 10 Banda Aceh kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Sekolah unggulan ini berhasil menyabet gelar Juara Umum Nasional dalam ajang Olimpiade Akademik Nasional Kesaktian Pancasila (OAN KP) 2025 yang diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Pelajar Nusantara (Puskantara).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, mengatakan SMPN 10 Banda Aceh mendominasi perolehan medali dengan total 169 medali, terdiri atas 65 medali emas, 62 medali perak, dan 42 medali perunggu.

“Ini capaian luar biasa yang menunjukkan kualitas pendidikan di Banda Aceh terus meningkat. Anak-anak kita mampu bersaing secara nasional dengan semangat belajar yang tinggi dan dukungan pembinaan yang terarah,” ujarnya.

Kompetisi yang digelar secara daring ini mempertandingkan berbagai bidang studi untuk jenjang SMP/sederajat, antara lain Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA, Fisika Terpadu, Biologi Terpadu, IPS, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Kedokteran Dasar, Bahasa Arab, Informatika, Sejarah, dan Geografi.

Tak hanya unggul dalam jumlah medali, tujuh siswa SMPN 10 Banda Aceh juga berhasil meraih nilai tertinggi nasional di tujuh kategori lomba berbeda, sehingga menyandang predikat bergengsi “Absolute Winner.”

Capaian ini menegaskan penguasaan akademik yang kuat serta semangat juang luar biasa dari para siswa sekolah tersebut.

Kepala SMPN 10 Banda Aceh, Intan Nirmala Hasibuan, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas prestasi ini.

“Prestasi ini adalah buah dari kegigihan dan semangat belajar anak-anak kami. Mereka telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan pembinaan yang berkesinambungan, siswa dari Aceh mampu menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Klub Pahlawan Olimpiade Spenten, wadah pembinaan internal sekolah yang berfokus pada pengembangan minat dan bakat akademik siswa.

“Klub ini menjadi jantung semangat kompetisi di SMPN 10 Banda Aceh. Kami berharap prestasi ini memotivasi sekolah lain di Banda Aceh untuk terus mengasah potensi generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, turut memberikan apresiasi tinggi atas prestasi membanggakan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan selamat dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMPN 10 Banda Aceh. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak Banda Aceh adalah generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi,” ujar Illiza.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus mendukung penguatan kualitas pendidikan melalui pembinaan akademik dan karakter siswa.

“Pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk akhlak dan semangat kolaborasi. Semoga prestasi SMPN 10 Banda Aceh menjadi inspirasi bagi seluruh sekolah untuk terus berinovasi dan melahirkan generasi emas Banda Aceh,” tutup Wali Kota.

Wakil Wali Kota Banda Aceh Pantau Langsung Pembinaan Seni di Sekolah

Banda Aceh, 18 Oktober 2025 – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 2 Banda Aceh untuk memantau dan mengevaluasi hasil pembinaan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dalam memajukan pendidikan seni dan budaya di kalangan pelajar.

Dampingi oleh Asisten II Faisal serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, rombongan Wakil Wali Kota disambut hangat oleh para pelajar. Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Bidang Kebudayaan Meri Kasihani, Kepala Bidang PAUD Sabri TS, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Banda Aceh Arlis, Kepala Sekolah SD Negeri 25 Banda Aceh Musliadi, serta Koordinator Seniman Jamal Talo.

Suasana kunjungan langsung mencair dengan penampilan seni tradisional yang memukau. Siswi-siswi SD Negeri 25 Banda Aceh membuka acara dengan Tari Ranup Lampuan yang energik, sementara siswa SMP Negeri 2 menyuguhkan permainan Rapai Geleng yang khas Aceh. Penampilan ini merupakan buah dari pembinaan GSMS yang telah berjalan, di mana seniman lokal secara rutin masuk ke sekolah untuk membimbing generasi muda mengenal warisan budaya daerah.

GSMS sendiri merupakan program prioritas Pemko Banda Aceh yang digagas melalui Disdikbud. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan seni dan budaya ke dalam kurikulum sekolah, sehingga siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kaya akan identitas lokal. “Kami ingin memastikan bahwa pembinaan ini tidak hanya sebatas teori, tapi benar-benar menghasilkan karya nyata dari anak-anak kita,” ujar Afdhal Khalilullah usai kunjungan, menekankan komitmen Pemko dalam melestarikan seni tradisional Aceh di tengah arus modernisasi.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas GSMS ke lebih banyak sekolah di Banda Aceh. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, program ini dioptimalkan mampu membangkitkan minat generasi muda terhadap seni daerah, sekaligus memperkuat karakter budaya Aceh yang multikultural.

Ketua DPRK Banda Aceh Monev ANBK Jenjang SD

Banda Aceh, 24 September 2025 – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, dan Pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Banda Aceh, Ramli Rasyid, melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) gelombang kedua untuk jenjang SD. Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri 50 Banda Aceh pada Rabu (24/09/2025).

Monev tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ANBK, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengetahui kualitas pendidikan di Daerah dan Nasional.

Irwansyah menyampaikan apresiasi kepada Pihak Sekolah dan Dinas Pendidikan yang telah mempersiapkan sarana dan prasarana dengan baik, sehingga proses asesmen dapat berjalan optimal. Selanjutnya Irwansyah Berkesempatan melakukan tanya jawab kepada beberapa siswa yang berprestasi baik ditingkat sekolah maupun tingkat Nasional seperti Cut Siti Fatimah Dhuha yg baru pulang dari jakarta mewakiliProv Aceh pada perwakilan Duta Sekolah Dasar nasional. dan diakhiri memberi oleh2 berupa uang jajan kepada seluruh anak2 berprestasi dari SDN 50 Banda Aceh.

Sementara itu, Sulaiman Bakri menegaskan komitmen Pemko Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan untuk mendukung keberhasilan ANBK sebagai Alat Ukur dan Pemetaan Kualitas dan Mutu Pendidikan di Kota Banda Aceh.

Perkuat Program Wajib Belajar 13 Tahun, Afdhal Kunjungi Rumah Anak Tidak Sekolah

Banda Aceh-Pemerintah Kota Banda Aceh terus berkomitmen dalam memperkuat implementasi program wajib belajar 13 tahun dan pengembangan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) di Kota Banda Aceh.

Hal itu terungkap saat Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah berkunjung ke rumah beberapa warga yang anaknya tidak sekolah (ATS) di Gampong Lhoong Cut, Kecamatan Banda Raya, Senin,(22/9/2025).

Turut hadir mendampingi Wakil wali kota dalam kunjungan tersebut, Sekda Kota Banda Aceh Jalaluddin, Kepala Dinas Pendidikan Sulaiman Bakri, Camat Banda Raya Khadafi, dan sejumlah perwakilan OPD terkait lainnya.

Kata Afdhal, Pemko Banda Aceh terus berkomitmen terhadap masalah pendidikan, karena jika banyak anak kota yang tidak sekolah akan mengkhawatirkan karena berpotensi mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan jika tidak segera ditangani.

“Ada beberapa alasan mereka tidak sekolah, faktor penyebabnya beragam, mulai dari keterbatasan ekonomi keluarga, kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan, hingga masalah akses,” kata Afdhal.

Afdhal juga mengatakan saat ini Pemko terus menaruh perhatian serius terhadap kondisi ini dengan menjalin kerjasama lintas sektor, guna mewujudkan visi pendidikan anak usia dini yang holistik dan integratif.

“Selain kerjasama lintas sektor, kita juga akan memfasilitasi mereka yang tidak sekolah dengan memprioritaskan jalur beasiswa, membantu sejumlah perlengkapan sekolah dan mengkonsolidasi hang bersangkutan untuk keluar dari keterbatasannya,” kata Afdhal.(AY)