Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Tim Putera Sampoerna Foundation (PSF) Meninjau Pelaksanaan Kegiatan Profiling Guru Jenjang SD dan SMP di Wilayah Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Tim Putera Sampoerna Foundation (PSF) Meninjau Pelaksanaan Kegiatan Profiling Guru Jenjang SD dan SMP di Wilayah Kota Banda Aceh.

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah satuan pendidikan pada 25-26 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan kegiatan Profiling Guru jenjang SD dan SMP di wilayah Kota Banda Aceh.

Dalam peninjauan tersebut, Sulaiman Bakri turut didampingi oleh perwakilan dari tim Putera Sampoerna Foundation (PSF) sebagai mitra strategis dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

Kegiatan profiling ini dilaksanakan secara serentak di masing-masing sekolah guna memetakan kompetensi, gaya mengajar, serta kebutuhan pengembangan profesional para guru. Sulaiman Bakri menjelaskan bahwa data yang dihasilkan dari profiling ini akan menjadi fondasi dalam menentukan arah kebijakan pelatihan guru di masa depan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap guru di Banda Aceh memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan pendampingan dari Putera Sampoerna Foundation, kita melakukan diagnosis yang tepat agar program peningkatan mutu ke depan lebih tepat sasaran,” ujar Sulaiman di sela-sela kunjungannya.

Keterlibatan Putera Sampoerna Foundation dalam agenda ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul di “Kota Kolaborasi”. Tim PSF berperan dalam memberikan instrumen penilaian dan analisis mendalam terkait profesionalisme pendidik.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh berharap dapat melahirkan tenaga pendidik yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu menginspirasi dan berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi siswa.

Peninjauan Langsung (Monev) Pelaksanaan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP Negeri 13 dan SMP Negeri 19 Percontohan

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, melakukan peninjauan langsung (Monev) pelaksanaan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di dua sekolah menengah pertama, yakni SMP Negeri 13 dan SMP Negeri 19 Percontohan pada Selasa (24/02/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis infrastruktur ujian digital serta melihat sejauh mana kesiapan mental dan akademik para siswa dalam menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Sulaiman Bakri memantau jalannya simulasi dan memeriksa stabilitas jaringan internet serta perangkat pendukung yang digunakan siswa. Menurutnya, simulasi ini krusial untuk memetakan kendala teknis sebelum hari pelaksanaan tiba.

“Kita ingin memastikan tidak ada kendala teknis seperti gangguan server atau listrik yang dapat memecah konsentrasi anak-anak saat mengerjakan soal. Sejauh ini, berjalan sangat lancar,” ujar Sulaiman Bakri di sela-sela pemantauan.

Sulaiman Bakri menyempatkan diri berdialog singkat dengan beberapa pengawas ujian untuk memastikan instrumen penilaian sudah sesuai dengan standar kurikulum terbaru.

“Simulasi TKA ini bukan sekadar latihan menjawab soal, tapi juga ajang melatih manajemen waktu dan kejujuran siswa. Kami ingin lulusan SMP di Banda Aceh memiliki daya saing akademik yang kuat,” tegasnya.

Kegiatan Monev ini diakhiri dengan diskusi bersama kepala sekolah dan guru bidang studi. Sulaiman Bakri berpesan agar hasil simulasi ini segera dievaluasi untuk mengetahui pemetaan kemampuan siswa pada mata pelajaran tertentu yang masih memerlukan penguatan.

Penandatanganan Surat Dukungan dan Komitmen Pemko Banda Aceh untuk Program Pembudayaan Keamanan Pangan di Lingkungan Pendidikan.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 10 Banda Aceh pada Senin (23/2/2026). Didampingi Kadisdikbud Banda Aceh, Sulaiman Bakri
Wali kota bertujuan untuk memperkuat komitmen Pemko Banda Aceh untuk program Pembudayaan keamanan pangan di lingkungan Pendidikan.

Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Bunda Illiza menekankan bahwa keamanan pangan adalah fondasi utama dalam mencetak generasi emas Banda Aceh yang berkualitas.

“Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi budaya bersama. Anak-anak kita harus memahami mana makanan yang aman dan layak dikonsumsi,” ujar Illiza di hadapan para siswa dan guru.

Di sela-sela kegiatan, Bunda Illiza yang didampingi Sulaiman Bakri menyempatkan diri berdialog langsung dengan para Duta Sapa. Dalam perbincangan tersebut, ditekankan pentingnya peran aktif siswa sebagai agen perubahan dalam mengawasi pangan yang sehat dan bebas dari bahan berbahaya di lingkungan sekolah.

Sekolah dianggap memiliki peran strategis. Dengan edukasi sejak dini, diharapkan lahir generasi yang lebih cerdas dan selektif dalam memilih konsumsi harian.

Menutup kunjungan tersebut, Bunda Illiza memberikan motivasi kepada seluruh murid untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu sembari menjaga pola hidup sehat.

“Kalian adalah masa depan Banda Aceh. Jaga kesehatan, jaga akhlak, dan jadilah generasi yang membanggakan,” pesannya yang disambut tepuk tangan antusias para siswa.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi kuat antara Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjamin keamanan dan kesehatan bagi seluruh peserta didik.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 6 Banda Aceh,

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, melakukan peninjauan langsung dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 6 Banda Aceh, Senin (23/02/2026). Dalam kunjungan ini, Sekda turut didampingi oleh Asisten 1l, Kadisdikbud, Kepala Balai POM Aceh Kadinkes dan Penanggunh Jawab SPPG Aceh.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan tepat sasaran, higienis, dan memenuhi standar nutrisi yang dibutuhkan oleh para siswa di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Sekda Jalaluddin tidak sekadar memantau prosedur distribusi, tetapi juga ikut turun langsung membagikan paket makanan kepada para siswa di dalam kelas. Suasana tampak cair saat Sekda menyempatkan diri duduk berdampingan dan berinteraksi dengan beberapa pelajar.

Guna menjamin keamanan konsumsi, kegiatan Monev ini juga melibatkan perwakilan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tim BPOM secara sigap melakukan pengecekan mendalam terhadap sampel makanan yang dibagikan, mulai dari uji kelayakan bahan hingga memastikan tidak adanya zat berbahaya.

“Sinergi dengan BPOM sangat krusial. Kita ingin memastikan bahwa apa yang masuk ke tubuh anak-anak kita tidak hanya mengenyangkan, tapi benar-benar aman dan bergizi tinggi,” tegas Jalaluddin di sela-sela peninjauan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sulaiman Bakri, menambahkan bahwa pihak disdikbud akan terus memantau setiap sekolah agar standar operasional prosedur (SOP) pembagian MBG tetap terjaga. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah kota, sekolah, dan instansi pengawas seperti BPOM adalah kunci keberhasilan program ini.

“Kami ingin memastikan setiap sekolah di Banda Aceh memiliki kualitas layanan pangan yang seragam. Kesehatan siswa adalah prioritas utama kami untuk mewujudkan generasi emas,” ujar Sulaiman Bakri.

Kunjungan di SMP Negeri 6 ini diakhiri dengan evaluasi singkat bersama pihak sekolah dan komite untuk menampung masukan terkait keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis ke depannya.

Kadisdikbud Kota Banda Aceh Secara Resmi Membuka Kegiatan Supervisi dan Pendampingan Program Sahabat Sekolah Dasar (SSD)

Banda Aceh – Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) melaksanakan kegiatan supervisi dan pendampingan Program Sahabat Sekolah Dasar (SSD) di SD Negeri 50 Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan program tahun 2025 sekaligus persiapan menuju pelaksanaan SSD tahun 2026.

Supervisi dan pendampingan dilakukan dalam bentuk bimbingan teknis dengan menghadirkan perwakilan Program Sahabat Sekolah Dasar dari 10 sekolah dasar se-Kota Banda Aceh.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd. Turut hadir Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Syahril, S.Pd., M.Pd., serta Koordinator Pengawas Caswo, S.Pd., M.Pd., para pengawas sekolah, dan ketua komite sekolah.

Tim Sahabat Sekolah Dasar SD Negeri 50 Banda Aceh yang hadir terdiri dari kepala sekolah, guru fasilitator, perwakilan guru, serta empat siswa Duta SSD.

SD Negeri 50 Banda Aceh merupakan satu-satunya sekolah dari Provinsi Aceh yang berhasil ditetapkan sebagai Sahabat Sekolah Dasar Nasional. Sekolah ini juga meraih predikat Aksi Nyata Terbaik kategori Inovasi dalam Pemanfaatan Media Komunikasi, Informasi, dan Publikasi pada Malam Puncak Semarak Sahabat Sekolah Dasar di Jakarta.

Meski telah meraih prestasi nasional, SD Negeri 50 tetap berkomitmen melanjutkan Program Sahabat Sekolah Dasar sebagai upaya penguatan karakter siswa melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).

Ke depan, diharapkan semakin banyak sekolah dasar di Banda Aceh dan Aceh pada umumnya dapat berpartisipasi aktif dalam Program Sahabat Sekolah Dasar sehingga gerakan penguatan karakter anak semakin meluas.

Kadisdikbud Kota Banda Aceh Beserta Para Staff Ikut melakukan Gotong Royong Massal Pemko Kota Banda Aceh

Banda Aceh, 13 Februari 2026 – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama seluruh OPD melaksanakan Gotong Royong Massal pembersihan kota, dan Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Kota Banda Aceh sendiri ikut serta secara aktif dalam kegiatan gotong royong massal tersebut. Disdikbud sendiri mendapat tanggung jawab di seputaran Simpang 5 dan sekitarnya. Kegiatan ini digelar sebagai wujud persiapan menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriyah sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Banda Aceh yang ke-821 pada 22 April 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd., turun langsung bersama para pegawai dan staf dinas. Mereka bergotong royong membersihkan trotoar, menyapu sampah, merapikan tanaman pinggir jalan, serta membersihkan fasilitas umum di kawasan Simpang 5 yang menjadi salah satu titik strategis kota.

Kegiatan gotong royong massal ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN), serta didukung personel TNI dari Kodim 0101/Kota Banda Aceh. Apel pembukaan dipusatkan di Taman Bustanussalatin dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Ir. Jalaluddin.

Sulaiman Bakri menyampaikan bahwa partisipasi Dinas Dikbud merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. “Kebersihan adalah bagian dari iman. Kami bangga dapat berkontribusi membersihkan Simpang 5, salah satu wajah Kota Banda Aceh. Semoga lingkungan yang bersih ini menyambut kedatangan Ramadan dengan hati yang lebih suci dan memeriahkan HUT ke-821 kota kita dengan semangat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dengan semangat gotong royong ini, Pemko Banda Aceh berharap Kota Banda Aceh semakin bersih, rapi, dan siap menyambut bulan penuh berkah serta peringatan hari jadi yang ke-821 dengan penuh kebanggaan.

Pembukaan Kegiatan Congenital Heart Defect (CHD) Awareness Week Di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh

Banda Aceh, 10 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Congenital Heart Defect (CHD) Awareness Week yang diadakan setiap tahun di seluruh dunia mulai tanggal 7 hingga 14 Februari, SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh menjadi tuan rumah acara penyuluhan dan kesadaran kesehatan jantung bawaan. Acara ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bertempat di aula sekolah pada pagi hari ini.

Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cacat jantung bawaan pada anak-anak ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Ketua Pokja PAUD Kota Banda Aceh, Siti Hajar; Wakil Bunda PAUD Banda Aceh, Maisarah; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham; serta civitas akademika dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Kehadiran para undangan ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah kota, lembaga pendidikan, dan dunia kesehatan untuk mendukung program pencegahan dan penanganan CHD.

Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menekankan pentingnya pendidikan kesehatan sejak dini. “CHD Awareness Week ini adalah momen krusial untuk mengingatkan kita semua bahwa kesehatan jantung anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan penyuluhan seperti ini, kita bisa mendeteksi dini dan memberikan perawatan yang tepat, sehingga generasi muda kita tumbuh sehat dan kuat. Saya mengajak seluruh masyarakat Banda Aceh untuk aktif berpartisipasi dalam kampanye ini setiap tahunnya,” ujar Illiza.

Acara dilanjutkan dengan sesi penyuluhan tentang kesehatan jantung yang disampaikan oleh dr. Herlina Dimyati, seorang ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Dalam penyuluhannya, dr. Herlina menjelaskan gejala, faktor risiko, dan langkah pencegahan CHD, serta pentingnya pemeriksaan rutin pada anak-anak.

CHD Awareness Week telah menjadi agenda tahunan global sejak lama, bertujuan untuk mengurangi angka kematian akibat cacat jantung bawaan yang sering tidak terdeteksi sejak lahir. Di Banda Aceh, acara ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan komunitas kesehatan, sehingga kesadaran masyarakat semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan di berbagai sekolah di kota ini selama pekan kesadaran ini berlangsung.

Pembukaan Kegiatan Profiling Guru Program “Guru Berdaya” Kota Banda Aceh Resmi Digelar

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka kegiatan Profiling Guru dalam Program Guru Berdaya Kota Banda Aceh yang dilaksanakan di Hotel Rasalama, Selasa (10 Februari 2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas dan profesionalisme guru.

Arahan sekaligus pembukaan resmi kegiatan disampaikan oleh Wali Kota Banda Aceh, Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama dalam membangun generasi masa depan Kota Banda Aceh.

“Guru yang berdaya akan melahirkan peserta didik yang unggul. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen penuh mendukung program yang berorientasi pada peningkatan profesionalisme guru. Profiling ini menjadi langkah penting agar kebijakan pendidikan yang kita ambil benar-benar berbasis data dan kebutuhan nyata,” tutur Wali Kota.

Pembukaan kegiatan diawali dengan laporan panitia yang sekaligus disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan profiling ini bertujuan untuk memetakan kompetensi, potensi, serta kebutuhan pengembangan guru secara menyeluruh. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam merancang program peningkatan kapasitas guru yang lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan setiap guru mendapatkan dukungan pengembangan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Profiling ini bukan sekadar pendataan, tetapi fondasi untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat,” ujar Sulaiman Bakri.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan mitra pendidikan, di antaranya Asisten Pemerintah Kota Banda Aceh, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Ketua Komisi IV DPRK Kota Banda Aceh, para Kepala UPTD, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh, Senior Director Putra Sampoerna Foundation, serta Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran.

Peserta kegiatan terdiri dari seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP beserta para Wakil Kepala Sekolah se-Kota Banda Aceh. Kehadiran para pimpinan satuan pendidikan ini menunjukkan keseriusan dalam mendukung program penguatan mutu guru di daerah.

‎Adapun tujuan utama kegiatan Profiling Guru dalam Program Guru Berdaya ini adalah memetakan kompetensi, potensi, dan kebutuhan pengembangan guru secara komprehensif; menyediakan data yang akurat sebagai dasar perencanaan program peningkatan kapasitas guru yang tepat sasaran dan berkelanjutan; serta mendorong penguatan profesionalisme guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.

‎Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap terwujudnya sistem pengembangan guru yang lebih terstruktur, berbasis data, dan berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh.

SD Dan SMP KOTA BANDA ACEH RAIH JUARA UMUM NASIONAL OSKANTARA 2026

Banda Aceh — Sekolah-Sekolah di Kota Banda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di Tingkat Nasional, yaitu
SD Negeri 50 dan SMP Negeri 10 Banda Aceh resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Nasional Kompetisi OSKANTARA Tahun 2026, dan SMPN 3 Kota Banda Aceh juga siswanya ikut meraih salah satu juara yaitu Absolute winner Bidang IPS.

Sedangkan untukJuara Umum Tingkat SMA diraih oleh MAN 15 Jakarta

OSKANTARA ini diikuti oleh sekolah-sekolah terbaik dari seluruh Indonesia.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemko, Disdikbud dam sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan potensi akademik siswa, serta membangun budaya kompetitif yang positif dan berkelanjutan.

Dalam kompetisi tersebut, para siswa-siswi Kota Banda Aceh juga berhasil merebut Delapan Bidang Top Absolute Winner dengan capaian nilai tertinggi secara Nasional, yaitu:

1. Raisa Ammara Azzahira (SDN 50 B.Inggris)
2. Muhammad Irsyad (SDN 50 Pend Pancasila)
3. Khalisa Muthmainnah (SMPN 10 Kedokteran Dasar)
4. Cut Asya Venia SMPN 10 Pend Pancasila)
5. Deva Ridhatul Gamara (SMPN 10 Sejarah)
6. Muhammad Faiz Lami( SMPN 10 Bhs Inggris)
7. Rino Fayyadh Gadi (SMPN 10 Fisika Terpadu)
8. Mazaya Ramadhani (SMPN 3 IPS).

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal disela-sela kesibukannya, melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, menyampaikan Apresiasi dan kebanggaan atas pencapaian ini.
“Selamat kepada Juara Umum OSKANTARA 2026, SD Negeri 50 dan SMP Negeri 10 Banda Aceh. dan SMPN 3 Banda Aceh. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran, kerja keras siswa, serta dedikasi para guru di Kota Banda Aceh,” Terus berkolaborasi dalam membangun pendidikan di Kota Banda Aceh, Sinergi pemerintah daerah, DPRK, Guru, Komite sekolah, Pemerhati Pendidikan, orang tua dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pendidikan, maka perkuatkan terus sinergi ini.

selanjutnya untuk informasi hasil lengkap kompetisi, termasuk daftar pemenang dan nilai peserta, dapat diakses secara mandiri melalui akun CBT masing-masing peserta. Informasi resmi juga tersedia melalui tautan berikut:

bit.ly/HASILOSKANTARA2026 

Memperingati Hari Gizi Nasional ke-66, Disdikbud Banda Aceh dan Persagi Gelar Edukasi Gizi Serentak di SDN 14

BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh berkolaborasi dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) DPC Kota Banda Aceh, Pokja Bunda PAUD, dan Korwil MBG Banda Aceh – Aceh Besar menggelar kegiatan Edukasi Gizi Serentak. Acara yang berlangsung di SD Negeri 14 Banda Aceh pada Rabu (21/01/2026) ini menjadi bagian dari gerakan nasional untuk meningkatkan literasi kesehatan anak sekolah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh yang didampingi oleh Kabid Pembinaan SD, Syahril, Kabid PAUD, Ridhwan, serta Ketua DPC Persagi Banda Aceh, Nurmiati.

Materi edukasi mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang disampaikan menggunakan Smart Board, yang membuat para peserta didik lebih antusias dan interaktif dalam menyerap informasi.

Selain sebagai upaya promotif, gerakan ini juga menargetkan pencapaian rekor kegiatan edukasi gizi serentak terbanyak di Indonesia, yang dilakukan secara bersamaan di berbagai titik sekolah di seluruh tanah air.

Dalam sambutannya, Teuku Erwin Irham menekankan pentingnya sinergi antara kesehatan dan pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa gizi yang baik adalah fondasi utama bagi kecerdasan siswa. “Anak yang sehat dan tercukupi gizinya akan memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik, yang nantinya berdampak pada prestasi akademik,” ujarnya.

Beliau mengimbau pihak sekolah untuk terus mengawasi jenis jajanan di kantin dan mengajak orang tua untuk konsisten menyediakan bekal bergizi dari rumah.

Teuku Erwin berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni HGN saja, namun menjadi budaya sehari-hari di lingkungan sekolah di Banda Aceh guna mencetak generasi emas yang bebas stunting.

Persagi Banda Aceh juga membagikan paket makanan bergizi kepada seluruh peserta didik. Aksi nyata ini bertujuan untuk memberikan contoh langsung kepada siswa mengenai komposisi makanan yang memenuhi gizi seimbang.