Kadisdikbud Kota Banda Aceh Secara Resmi Membuka Kegiatan Supervisi dan Pendampingan Program Sahabat Sekolah Dasar (SSD)

Kadisdikbud Kota Banda Aceh Secara Resmi Membuka Kegiatan Supervisi dan Pendampingan Program Sahabat Sekolah Dasar (SSD)

Banda Aceh – Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) melaksanakan kegiatan supervisi dan pendampingan Program Sahabat Sekolah Dasar (SSD) di SD Negeri 50 Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan program tahun 2025 sekaligus persiapan menuju pelaksanaan SSD tahun 2026.

Supervisi dan pendampingan dilakukan dalam bentuk bimbingan teknis dengan menghadirkan perwakilan Program Sahabat Sekolah Dasar dari 10 sekolah dasar se-Kota Banda Aceh.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd. Turut hadir Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Syahril, S.Pd., M.Pd., serta Koordinator Pengawas Caswo, S.Pd., M.Pd., para pengawas sekolah, dan ketua komite sekolah.

Tim Sahabat Sekolah Dasar SD Negeri 50 Banda Aceh yang hadir terdiri dari kepala sekolah, guru fasilitator, perwakilan guru, serta empat siswa Duta SSD.

SD Negeri 50 Banda Aceh merupakan satu-satunya sekolah dari Provinsi Aceh yang berhasil ditetapkan sebagai Sahabat Sekolah Dasar Nasional. Sekolah ini juga meraih predikat Aksi Nyata Terbaik kategori Inovasi dalam Pemanfaatan Media Komunikasi, Informasi, dan Publikasi pada Malam Puncak Semarak Sahabat Sekolah Dasar di Jakarta.

Meski telah meraih prestasi nasional, SD Negeri 50 tetap berkomitmen melanjutkan Program Sahabat Sekolah Dasar sebagai upaya penguatan karakter siswa melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).

Ke depan, diharapkan semakin banyak sekolah dasar di Banda Aceh dan Aceh pada umumnya dapat berpartisipasi aktif dalam Program Sahabat Sekolah Dasar sehingga gerakan penguatan karakter anak semakin meluas.

Kadisdikbud Kota Banda Aceh Beserta Para Staff Ikut melakukan Gotong Royong Massal Pemko Kota Banda Aceh

Banda Aceh, 13 Februari 2026 – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama seluruh OPD melaksanakan Gotong Royong Massal pembersihan kota, dan Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Kota Banda Aceh sendiri ikut serta secara aktif dalam kegiatan gotong royong massal tersebut. Disdikbud sendiri mendapat tanggung jawab di seputaran Simpang 5 dan sekitarnya. Kegiatan ini digelar sebagai wujud persiapan menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriyah sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Banda Aceh yang ke-821 pada 22 April 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd., turun langsung bersama para pegawai dan staf dinas. Mereka bergotong royong membersihkan trotoar, menyapu sampah, merapikan tanaman pinggir jalan, serta membersihkan fasilitas umum di kawasan Simpang 5 yang menjadi salah satu titik strategis kota.

Kegiatan gotong royong massal ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN), serta didukung personel TNI dari Kodim 0101/Kota Banda Aceh. Apel pembukaan dipusatkan di Taman Bustanussalatin dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Ir. Jalaluddin.

Sulaiman Bakri menyampaikan bahwa partisipasi Dinas Dikbud merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. “Kebersihan adalah bagian dari iman. Kami bangga dapat berkontribusi membersihkan Simpang 5, salah satu wajah Kota Banda Aceh. Semoga lingkungan yang bersih ini menyambut kedatangan Ramadan dengan hati yang lebih suci dan memeriahkan HUT ke-821 kota kita dengan semangat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dengan semangat gotong royong ini, Pemko Banda Aceh berharap Kota Banda Aceh semakin bersih, rapi, dan siap menyambut bulan penuh berkah serta peringatan hari jadi yang ke-821 dengan penuh kebanggaan.

Pembukaan Kegiatan Congenital Heart Defect (CHD) Awareness Week Di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh

Banda Aceh, 10 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Congenital Heart Defect (CHD) Awareness Week yang diadakan setiap tahun di seluruh dunia mulai tanggal 7 hingga 14 Februari, SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh menjadi tuan rumah acara penyuluhan dan kesadaran kesehatan jantung bawaan. Acara ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bertempat di aula sekolah pada pagi hari ini.

Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cacat jantung bawaan pada anak-anak ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Ketua Pokja PAUD Kota Banda Aceh, Siti Hajar; Wakil Bunda PAUD Banda Aceh, Maisarah; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham; serta civitas akademika dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Kehadiran para undangan ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah kota, lembaga pendidikan, dan dunia kesehatan untuk mendukung program pencegahan dan penanganan CHD.

Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menekankan pentingnya pendidikan kesehatan sejak dini. “CHD Awareness Week ini adalah momen krusial untuk mengingatkan kita semua bahwa kesehatan jantung anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan penyuluhan seperti ini, kita bisa mendeteksi dini dan memberikan perawatan yang tepat, sehingga generasi muda kita tumbuh sehat dan kuat. Saya mengajak seluruh masyarakat Banda Aceh untuk aktif berpartisipasi dalam kampanye ini setiap tahunnya,” ujar Illiza.

Acara dilanjutkan dengan sesi penyuluhan tentang kesehatan jantung yang disampaikan oleh dr. Herlina Dimyati, seorang ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Dalam penyuluhannya, dr. Herlina menjelaskan gejala, faktor risiko, dan langkah pencegahan CHD, serta pentingnya pemeriksaan rutin pada anak-anak.

CHD Awareness Week telah menjadi agenda tahunan global sejak lama, bertujuan untuk mengurangi angka kematian akibat cacat jantung bawaan yang sering tidak terdeteksi sejak lahir. Di Banda Aceh, acara ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan komunitas kesehatan, sehingga kesadaran masyarakat semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan di berbagai sekolah di kota ini selama pekan kesadaran ini berlangsung.

Pembukaan Kegiatan Profiling Guru Program “Guru Berdaya” Kota Banda Aceh Resmi Digelar

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka kegiatan Profiling Guru dalam Program Guru Berdaya Kota Banda Aceh yang dilaksanakan di Hotel Rasalama, Selasa (10 Februari 2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas dan profesionalisme guru.

Arahan sekaligus pembukaan resmi kegiatan disampaikan oleh Wali Kota Banda Aceh, Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama dalam membangun generasi masa depan Kota Banda Aceh.

“Guru yang berdaya akan melahirkan peserta didik yang unggul. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen penuh mendukung program yang berorientasi pada peningkatan profesionalisme guru. Profiling ini menjadi langkah penting agar kebijakan pendidikan yang kita ambil benar-benar berbasis data dan kebutuhan nyata,” tutur Wali Kota.

Pembukaan kegiatan diawali dengan laporan panitia yang sekaligus disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan profiling ini bertujuan untuk memetakan kompetensi, potensi, serta kebutuhan pengembangan guru secara menyeluruh. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam merancang program peningkatan kapasitas guru yang lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan setiap guru mendapatkan dukungan pengembangan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Profiling ini bukan sekadar pendataan, tetapi fondasi untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat,” ujar Sulaiman Bakri.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan mitra pendidikan, di antaranya Asisten Pemerintah Kota Banda Aceh, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Ketua Komisi IV DPRK Kota Banda Aceh, para Kepala UPTD, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh, Senior Director Putra Sampoerna Foundation, serta Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran.

Peserta kegiatan terdiri dari seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP beserta para Wakil Kepala Sekolah se-Kota Banda Aceh. Kehadiran para pimpinan satuan pendidikan ini menunjukkan keseriusan dalam mendukung program penguatan mutu guru di daerah.

‎Adapun tujuan utama kegiatan Profiling Guru dalam Program Guru Berdaya ini adalah memetakan kompetensi, potensi, dan kebutuhan pengembangan guru secara komprehensif; menyediakan data yang akurat sebagai dasar perencanaan program peningkatan kapasitas guru yang tepat sasaran dan berkelanjutan; serta mendorong penguatan profesionalisme guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.

‎Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap terwujudnya sistem pengembangan guru yang lebih terstruktur, berbasis data, dan berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh.

SD Dan SMP KOTA BANDA ACEH RAIH JUARA UMUM NASIONAL OSKANTARA 2026

Banda Aceh — Sekolah-Sekolah di Kota Banda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di Tingkat Nasional, yaitu
SD Negeri 50 dan SMP Negeri 10 Banda Aceh resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Nasional Kompetisi OSKANTARA Tahun 2026, dan SMPN 3 Kota Banda Aceh juga siswanya ikut meraih salah satu juara yaitu Absolute winner Bidang IPS.

Sedangkan untukJuara Umum Tingkat SMA diraih oleh MAN 15 Jakarta

OSKANTARA ini diikuti oleh sekolah-sekolah terbaik dari seluruh Indonesia.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemko, Disdikbud dam sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan potensi akademik siswa, serta membangun budaya kompetitif yang positif dan berkelanjutan.

Dalam kompetisi tersebut, para siswa-siswi Kota Banda Aceh juga berhasil merebut Delapan Bidang Top Absolute Winner dengan capaian nilai tertinggi secara Nasional, yaitu:

1. Raisa Ammara Azzahira (SDN 50 B.Inggris)
2. Muhammad Irsyad (SDN 50 Pend Pancasila)
3. Khalisa Muthmainnah (SMPN 10 Kedokteran Dasar)
4. Cut Asya Venia SMPN 10 Pend Pancasila)
5. Deva Ridhatul Gamara (SMPN 10 Sejarah)
6. Muhammad Faiz Lami( SMPN 10 Bhs Inggris)
7. Rino Fayyadh Gadi (SMPN 10 Fisika Terpadu)
8. Mazaya Ramadhani (SMPN 3 IPS).

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal disela-sela kesibukannya, melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, menyampaikan Apresiasi dan kebanggaan atas pencapaian ini.
“Selamat kepada Juara Umum OSKANTARA 2026, SD Negeri 50 dan SMP Negeri 10 Banda Aceh. dan SMPN 3 Banda Aceh. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran, kerja keras siswa, serta dedikasi para guru di Kota Banda Aceh,” Terus berkolaborasi dalam membangun pendidikan di Kota Banda Aceh, Sinergi pemerintah daerah, DPRK, Guru, Komite sekolah, Pemerhati Pendidikan, orang tua dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pendidikan, maka perkuatkan terus sinergi ini.

selanjutnya untuk informasi hasil lengkap kompetisi, termasuk daftar pemenang dan nilai peserta, dapat diakses secara mandiri melalui akun CBT masing-masing peserta. Informasi resmi juga tersedia melalui tautan berikut:

bit.ly/HASILOSKANTARA2026 

Memperingati Hari Gizi Nasional ke-66, Disdikbud Banda Aceh dan Persagi Gelar Edukasi Gizi Serentak di SDN 14

BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh berkolaborasi dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) DPC Kota Banda Aceh, Pokja Bunda PAUD, dan Korwil MBG Banda Aceh – Aceh Besar menggelar kegiatan Edukasi Gizi Serentak. Acara yang berlangsung di SD Negeri 14 Banda Aceh pada Rabu (21/01/2026) ini menjadi bagian dari gerakan nasional untuk meningkatkan literasi kesehatan anak sekolah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh yang didampingi oleh Kabid Pembinaan SD, Syahril, Kabid PAUD, Ridhwan, serta Ketua DPC Persagi Banda Aceh, Nurmiati.

Materi edukasi mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang disampaikan menggunakan Smart Board, yang membuat para peserta didik lebih antusias dan interaktif dalam menyerap informasi.

Selain sebagai upaya promotif, gerakan ini juga menargetkan pencapaian rekor kegiatan edukasi gizi serentak terbanyak di Indonesia, yang dilakukan secara bersamaan di berbagai titik sekolah di seluruh tanah air.

Dalam sambutannya, Teuku Erwin Irham menekankan pentingnya sinergi antara kesehatan dan pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa gizi yang baik adalah fondasi utama bagi kecerdasan siswa. “Anak yang sehat dan tercukupi gizinya akan memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik, yang nantinya berdampak pada prestasi akademik,” ujarnya.

Beliau mengimbau pihak sekolah untuk terus mengawasi jenis jajanan di kantin dan mengajak orang tua untuk konsisten menyediakan bekal bergizi dari rumah.

Teuku Erwin berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni HGN saja, namun menjadi budaya sehari-hari di lingkungan sekolah di Banda Aceh guna mencetak generasi emas yang bebas stunting.

Persagi Banda Aceh juga membagikan paket makanan bergizi kepada seluruh peserta didik. Aksi nyata ini bertujuan untuk memberikan contoh langsung kepada siswa mengenai komposisi makanan yang memenuhi gizi seimbang.

SD Negeri 50 Banda Aceh Sabet Gelar Juara Umum ONMIPASA 2026, Borong Predikat Absolute Winner

BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan Kota Kolaborasi Banda Aceh. SD Negeri 50 Kota Banda Aceh resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Sekolah pada ajang Olimpiade Nasional Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Seni Agama (ONMIPASA) 2026 tingkat sekolah dasar.

Keberhasilan ini menjadi kian sempurna setelah dua siswa terbaik mereka berhasil meraih gelar tertinggi, yakni Absolute Winner, pada dua bidang studi krusial.

Dalam persaingan ketat tingkat nasional tersebut, Ananda Shiddiq Abdul Karim tampil memukau dengan menyabet gelar Absolute Winner di bidang studi Matematika.

Tak hanya di bidang eksakta, SD Negeri 50 juga menunjukkan potensinya di bidang religi. Ananda Afaren Shaufa Zahida sukses meraih predikat Absolute Winner pada bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Menanggapi torehan sejarah ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak di SD Negeri 50 Banda Aceh.

“Prestasi yang diraih SD Negeri 50 dalam ONMIPASA 2026 ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan cerminan dari dedikasi guru dan semangat belajar siswa yang luar biasa. Meraih gelar Juara Umum sekaligus dua Absolute Winner di bidang Matematika dan PAI menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Banda Aceh terus meningkat dan mampu bersaing di level nasional,” ujar Sulaiman Bakri.

Beliau juga berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Banda Aceh untuk terus memacu kreativitas dan inovasi dalam proses belajar mengajar.

Disdikbud Kota Banda Aceh Sosialisasikan Implementasi Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 tentang TKA SD dan SMP

Disdikbud Kota Banda Aceh Sosialisasikan Implementasi Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 tentang TKA SD dan SMP

Banda Aceh — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Sosialisasi Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kompetensi Akademik (TKA) Jenjang SD dan SMP, Rabu (15/1/2025), bertempat di Aula Tekkomdik Disdikbud Kota Banda Aceh.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pemahaman yang komprehensif bagi seluruh satuan pendidikan terhadap kebijakan baru terkait TKA, agar pelaksanaannya berjalan sesuai regulasi dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh.

“Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 ini menjadi acuan penting dalam pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik di jenjang SD dan SMP. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan pendidikan harus memahami substansi dan teknis implementasinya secara menyeluruh,” ujar Sulaiman Bakri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Kepala Bidang Pembinaan SD, Kepala Bidang Pembinaan SMP, Koordinator Pengawas, serta seluruh Kepala SD dan SMP se-Kota Banda Aceh.

Agenda utama kegiatan difokuskan pada sosialisasi dan pembahasan teknis implementasi Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 tentang TKA, termasuk tujuan pelaksanaan, mekanisme, peran satuan pendidikan, serta kesiapan sekolah dalam mendukung kebijakan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kota Banda Aceh berharap seluruh kepala sekolah dan pengawas memiliki pemahaman yang sama serta mampu mengimplementasikan kebijakan TKA secara efektif dan terintegrasi di masing-masing satuan pendidikan, guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan evaluasi akademik peserta didik.

 

Pemko Banda Aceh Raih Penghargaan Perbaikan Akses Layanan Pendidikan Kelompok Fiskal Rendah

Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan. Pemko Banda Aceh berhasil meraih penghargaan kategori *Perbaikan Akses Layanan Pendidikan Kelompok Fiskal Rendah*, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dan diterima oleh Wali Kota Banda Aceh, *Illiza Sa’aduddin Djamal*. Capaian ini menjadi bukti nyata kesungguhan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkualitas.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah, para guru, serta tenaga kependidikan yang terus berkomitmen meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menghadirkan kebijakan dan program pendidikan yang benar-benar menyentuh kelompok masyarakat fiskal rendah. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan akses pendidikan.

“Capaian ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas akses layanan, sehingga tidak ada satu pun anak di Banda Aceh yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan,” ujarnya.

Ia juga memberi apresiasi kepada DPRK Banda Aceh atas kebijakan dan program berkelanjutan Pemerintah Kota yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Kerja Sama Internasional Disdikbud Kota Banda Aceh dengan Australia dalam kegiatan Fatih Volunteering Teaching Program

Banda Aceh — Fatih Volunteering Teaching Program (FVTP), program pendampingan pembelajaran yang melibatkan tutor internasional dari Australia, kembali akan dilaksanakan pada tahun 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 12 Januari hingga 5 Februari 2026, setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00–12.00 WIB, dengan durasi lima hari efektif di setiap sekolah.

FVTP merupakan program berkelanjutan yang telah berjalan selama lima tahun terakhir dan secara konsisten memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Program ini selain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik, menumbuhkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi, memperluas wawasan global siswa melalui interaksi langsung dengan tutor internasional, juga menjadi ajang memperkenalkan Banda Aceh ke dunia Internasional.

Pelaksanaan FVTP akan dilakukan di jenjang SD dan SMP baik Negeri maupun Swasta yang telah ditunjuk, dengan durasi satu minggu di setiap sekolah.
Dalam pelaksanaannya, tahun ini pihak sekolah diberikan kewenangan untuk menentukan dan memilih peserta didik yang akan mengikuti program secara intensif. Setiap sekolah dapat mengikutsertakan maksimal 20 siswa/siswi dan akan didampingi oleh dua orang tutor dari Australia. Pihak sekolah juga diharapkan dapat menyediakan ruang atau tempat yang memadai untuk menunjang kegiatan pembelajaran selama program berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Fatih Volunteering Teaching Program. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya penguasaan bahasa Inggris bagi peserta didik.

“Program FVTP ini sangat positif dan strategis karena memberikan pengalaman belajar langsung bersama tutor internasional. Hal ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa, tetapi juga melatih kepercayaan diri, keberanian berkomunikasi, serta membuka wawasan global peserta didik,” ujar Sulaiman Bakri.

Ia berharap sekolah-sekolah yang terlibat dapat memanfaatkan program ini secara optimal dan menjadikannya sebagai sarana pembelajaran yang bermakna bagi siswa. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh dan menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk terus belajar dan berkembang,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Fatih Volunteering Teaching Program ini, diharapkan dapat terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan, relawan internasional, dan sekolah, sehingga memberikan manfaat yang signifikan khususnya bagi peserta didik di Kota Banda Aceh dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global.