SMPN 10 dan SDN 50 Banda Aceh Raih Juara Umum Sekolah FSBN 2026

SMPN 10 dan SDN 50 Banda Aceh Raih Juara Umum Sekolah FSBN 2026

Banda Aceh – Dua sekolah di Kota Banda Aceh sukses menorehkan Prestasi membanggakan dalam Festival Sains Dan Bahasa Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional.

Adalah SMPN 10 Banda Aceh berhasil membawa pulang 19 Emas, 4 Perak, dan 7 Perunggu (Juara Umum Tk SMP). Prestasi ini didominasi oleh para siswa yang tergabung dalam club Pahlawan Olimpiade Spenten (POS). Di antaranya adalah Rahayu Febriani dan Kayla Alya Putri (Bahasa Indonesia), Atha Bariqi (Bahasa Inggris), Syaza Ghassani (IPS), serta Zada Maghfirah Realzal (PKN). Selain itu, Muhammad Avicenna juga sukses menyumbangkan tiga medali emas sekaligus pada bidang Bahasa Indonesia dan Informatika.

Pada jenjang sekolah dasar, SDN 50 Banda Aceh juga mencatatkan prestasi Terbaik dengan keluar sebagai Juara Umum tingkat SD. Sekolah ini sukses mendapatkan 14 Emas, 10 Perak, dan 4 Perunggu.

Pencapaian ini diapresiasi Langsung oleh Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang didampingi oleh Kadisdikbud Sulaiman Bakri, Ibu Walikota mengucapkan Syukur Alhamdulillah atas prestasi ini, terus perbanyak ikuti berbagai perlombaan untuk dapat mengasah kemampuan belajar sehingga anak-anak terbiasa dengan persaingan untuk peningkatan mutu pendidikan baik pendidikan umum maupun pendidikan Agama. Illiza Sa’aduddin Djamal juga berharap agar dapat terus memotivasi sekolah-sekolah di Banda Aceh untuk konsisten mengembangkan potensi akademik siswa dan bersaing di tingkat nasional.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 10 Intan Nirmala Hasibuan dan Kepala SDN 50 Ida Elva, Sepakat untuk terus memberi perhatian Khusus kepada murid-murid yang berprestasi, baik prestasi Akademik maupun Non Akademik, untuk mengembangkan Bakat minat nya dalam mencapai tujuan Pendidikan Nasional, terima kasih kepada Para murid-murid hebat, Guru Pembina, Komite Sekolah dan Orang Tua, yang telah membantu kesuksesan dalam perlombaan ini.

Pelatihan Diseminasi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) Tahun 2026

Banda Aceh – Disdikbud Kota Banda Aceh bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Aceh menyelenggarakan Pelatihan Diseminasi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) Tahun 2026 yang berlangsung pada 14–16 Juli 2026 di Hotel Hip Hope Banda Aceh.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru BK sebagai garda terdepan dalam mendampingi peserta didik, baik dari aspek akademik, sosial, maupun emosional.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara BGTK Aceh dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh sebagai upaya meningkatkan mutu dan kualitas layanan bimbingan dan konseling pada jenjang pendidikan dasar. Sebanyak 30 guru BK jenjang SD dan SMP di Kota Banda Aceh mengikuti kegiatan ini untuk memperkuat kompetensi dalam memberikan layanan BK yang profesional, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari Diseminasi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di Provinsi Aceh Tahun 2026, yang mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Nomor 17/B/HK.03.01/2025 tentang Petunjuk Teknis Pengembangan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan/atau Konseling pada Satuan Pendidikan Jenjang Dasar dan Menengah.

Melalui kegiatan tatap muka (luring) ini, diharapkan para guru BK mampu mengimplementasikan layanan bimbingan dan konseling yang semakin berkualitas, sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta berpihak pada perkembangan peserta didik.

Bersama meningkatkan kompetensi guru, mewujudkan pendidikan Kota Banda Aceh yang unggul dan berkualitas.

FOLU Goes to School: Zero Waste Action Menuju Sekolah Adiwiyata Tingkatkan Kapasitas Guru SD

Banda Aceh, 13 Juli 2026 – Tim Adiwiyata SD Negeri 6 Banda Aceh menggelar kegiatan FOLU Goes to School: Zero Waste Action Menuju Sekolah Adiwiyata sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru Sekolah Dasar dalam mewujudkan Sekolah Adiwiyata melalui penerapan konsep Zero Waste.

Kegiatan ini memberikan penguatan terhadap kebijakan Program Adiwiyata, pengelolaan sampah organik dan anorganik, praktik pembuatan kompos, daur ulang, pengembangan produk bernilai ekonomi dari sampah, hingga praktik berkebun sebagai bentuk pembelajaran lingkungan yang aplikatif di sekolah.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk jejaring sekolah binaan yang mampu mengimplementasikan budaya peduli dan berbudaya lingkungan secara berkelanjutan. Selain itu, pendidikan lingkungan juga diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam program kokurikuler di masing-masing sekolah, sehingga mampu menumbuhkan karakter peserta didik yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

‎Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Tinjau Pelaksanaan MPLS, Apresiasi Antusiasme Ayah Mengantar Anak ke Sekolah

‎Banda Aceh, 13 Juli 2026 – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama Wakil Wali Kota, Afdhal Khalilullah, melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di Kota Banda Aceh untuk memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Program Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah (GAMAS) yang bertujuan mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam mendampingi pendidikan anak sejak hari pertama sekolah.

‎Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal mengunjungi TK Gaseh Poma, SD Negeri 27 Banda Aceh, dan SMP Negeri 4 Banda Aceh. Sementara itu, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah meninjau pelaksanaan MPLS di TK Adhyaksa 14, SD Islam Al Azhar Cairo, dan SMP Negeri 18 Banda Aceh.

‎Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi sekolah-sekolah di Kota Banda Aceh pada hari pertama masuk sekolah, memastikan pelaksanaan MPLS berlangsung dengan baik, serta memberikan semangat kepada peserta didik baru, guru, dan seluruh warga sekolah.

‎Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mendampingi putra-putrinya ke sekolah, khususnya kepada para ayah yang turut berpartisipasi dalam Program Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah (GAMAS).

‎”Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua, khususnya para ayah, yang telah meluangkan waktu untuk mengantarkan anak-anaknya ke sekolah pada hari pertama. Kehadiran ayah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap tumbuh kembang, semangat belajar, dan pendidikan anak,” ujar Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah mengapresiasi tingginya antusiasme para orang tua yang hadir mendampingi anak-anak mereka. Menurutnya, keterlibatan keluarga, terutama sosok ayah, menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun karakter dan motivasi belajar peserta didik.

‎Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah yang dikunjungi berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat. Mayoritas orang tua yang mengantar anak ke sekolah merupakan para ayah, sejalan dengan semangat Program GAMAS yang tengah digalakkan Pemerintah Kota Banda Aceh.

‎Dalam kunjungannya, Wali Kota didampingi Asisten II Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri, Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh Tiara Sutari, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) H. Salman Ishak, M.Si., serta Ketua Pokja Bunda PAUD Ny. Dr. dr. Siti Hajar, M.

‎Sementara itu, Wakil Wali Kota didampingi Sekretaris Komisi IV DPRK Banda Aceh Efiaty, Sekdako Ir. Jalaluddin, S.T., M.T., Asisten III Setda Kota Banda Aceh M. Nurdin., Ny. Maisarah Sulaiman Bakri dari Pokja Bunda PAUD, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Meri Kasihani, S.Sos., Kepala Bidang Kebudayaan Hj. Nurlina, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Risda Zuraida, S.E., serta Kepala Bidang Pembinaan PAUD Ridwan Usman, S.Pd., M.Pd.

‎Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap pelaksanaan MPLS dapat menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru serta memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Program Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah (GAMAS) juga diharapkan dapat terus membudayakan peran aktif ayah dalam mendukung pendidikan dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.

Kadisdikbud Kota Banda Aceh Lepas Kontingen O2SN Jenjang SD dan SMP Menuju Provinsi

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, secara resmi melepas kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk bertanding di tingkat Provinsi Aceh di halaman Disdikbud (10/07/2026).

Turut disaksikan langsung oleh jajaran pejabat Disdikbud Kota Banda Aceh, Sekretaris Disdikbud dan termasuk seluruh Kepala Bidang (Kabid), jajaran pengawas sekolah, para kepala sekolah dari berbagai satuan pendidikan, serta para orang tua siswa yang hadir untuk memberikan dukungan moral bagi putra-putri terbaik mereka.

Dalam arahannya, Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh atlet pelajar yang telah terpilih mewakili ibu kota provinsi tersebut. Ia menekankan bahwa para siswa yang berdiri di halaman dinas hari ini adalah duta-duta terbaik yang membawa nama baik seluruh masyarakat Banda Aceh.

“Kalian adalah putra-putri terbaik yang memegang amanah besar. Bertandinglah dengan penuh rasa percaya diri, kerahkan seluruh kemampuan yang telah dilatih selama ini, dan yang paling utama, jaga sportivitas di arena pertandingan. Kemenangan sejati bukan hanya tentang medali, tetapi tentang bagaimana kita menghormati lawan dan aturan main,” ujar Sulaiman Bakri di hadapan para atlet.

Lebih lanjut, Sulaiman Bakri juga menitipkan pesan khusus kepada para pelatih, pendamping, dan orang tua agar terus bersinergi menjaga kondisi fisik serta mental para siswa selama kompetisi berlangsung.

“Dukungan dari orang tua dan bimbingan yang tepat dari para guru serta pelatih adalah kunci utama. Kita semua berdoa dan optimis, kontingen O2SN Kota Banda Aceh mampu menorehkan prestasi di tingkat provinsi, sekaligus melaju hingga ke tingkat nasional,” tambahnya.

Wali Kota Illiza Buka Sosialisasi Kurikulum Pendidikan Diniyah

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Sosialisasi Draft Penyusunan Kurikulum Diniyah yang bertempat di Aula Tekkomdik Kota Banda Aceh, Senin (06/07/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua DPR Kota Banda Aceh Dr Musriadi, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh Sulaiman Bakri, beserta jajaran, Ketua MAA, Ketua MPD Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, Kakankemenag Kota Banda Aceh, , Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, tim penyusun kurikulum, para kepala sekolah, guru Pendidikan Diniyah, serta pengawas sekolah.
Dalam sambutannya, Illiza menyebutkan bahwa kurikulum ini bukan sekadar draf, melainkan penentu arah pendidikan agama bagi anak-anak Banda Aceh ke depan. Pendidikan, ujarnya, bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi membentuk karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman.

Lanjutnya, penyusunan kurikulum ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi Pendidikan Diniyah tahun 2025 bersama tim dari Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry, serta pelatihan peningkatan kompetensi guru pada awal 2026 yang bertujuan menyempurnakan kurikulum yang menjadi pedoman bersama bagi seluruh sekolah di Kota Banda Aceh.

Illiza mengingatkan bahwa landasan kebijakan ini adalah Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pendidikan Diniyah, yang mewajibkan setiap anak menguasai baca-tulis Al-Qur’an, aqidah, ibadah, akhlak, dan hafalan sesuai jenjang pendidikan.

“Kurikulum ini juga selaras dengan program prioritas CERDAS (Ciptakan Generasi Pintar dan Berkualitas). Menurut Illiza, generasi cerdas bukan hanya berprestasi akademik, tetapi juga berakhlak, beradab, peduli, dan beriman kuat,” ungkapnya.

Illiza juga berharap kurikulum yang dihasilkan benar-benar praktis dan hidup di ruang kelas. Ia juga mengajak seluruh pihak ulama, akademisi, guru, orang tua, dan pemerintah untuk berkolaborasi mewujudkan Pendidikan Diniyah berkualitas di Kota Banda Aceh.

Kadisdikbud Kota Banda Aceh Melakukan Monev Hari Pertama SPMB

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah satuan pendidikan jenjang SMP di Kota Banda Aceh (27/06/2026). Langkah ini diambil guna memastikan jalannya proses Penerimaan Peserta Didik Baru melalui aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP berjalan tanpa hambatan.

Dalam tinjauannya, Sulaiman Bakri menegaskan pentingnya kesiapan sistem digital agar seluruh tahapan pendaftaran dapat diakses dengan mudah oleh para orang tua calon murid. Ia juga berdialog langsung dengan panitia sekolah untuk memetakan kendala teknis yang mungkin muncul selama masa pendaftaran.

“Kita ingin memastikan bahwa aplikasi SPMB ini benar-benar berjalan lancar dan memudahkan masyarakat. Tidak boleh ada calon peserta didik yang terkendala haknya untuk bersekolah hanya karena masalah teknis,” ujar Sulaiman.

Selain memantau kesiapan sistem aplikasi, Kadisdikbud Banda Aceh juga memastikan bahwa posko pengaduan di setiap sekolah telah dibuka secara aktif. Posko ini difungsikan sebagai pusat bantuan bagi masyarakat atau orang tua murid yang mengalami kesulitan atau bermasalah saat melakukan pendaftaran secara mandiri melalui aplikasi.

Sulaiman Bakri menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah dan operator untuk memberikan pelayanan terbaik dan bersikap solutif.

Kecamatan Banda Raya Raih GSI Kota Banda Aceh

BANDA ACEH — Kegiatan Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Banda Aceh resmi ditutup (27/06/2026). Upacara penutupan dipusatkan di Stadion Mini Lambhuk, Banda Aceh.

Turnamen sepak bola antar-pelajar yang berlangsung selama beberapa hari terakhir ini sukses menyaring talenta-talenta muda terbaik dari berbagai sekolah di wilayah ibu kota provinsi. Tim yang berhasil keluar sebagai juara berhak menyandang gelar prestisius sekaligus menjadi lokomotif utama yang akan membawa nama Kota Banda Aceh ke kompetisi GSI tingkat Provinsi Aceh mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, dalam pidato penutupannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh atlet muda, pelatih, dan panitia yang telah menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Dalam arahannya, Sulaiman Bakri membakar semangat para pemain untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat provinsi.

“Jangan cepat puas dengan apa yang diraih hari ini. Teruslah berlatih dengan disiplin yang lebih tinggi, jaga kekompakan tim, dan tanamkan mental juara di dalam dada. Kami di Dinas Pendidikan dan seluruh warga Banda Aceh akan selalu mendukung dan mendoakan agar para siswa mampu membawa title juara di tingkat provinsi ke kota ini.” tegas Sulaiman Bakri.

Berikut juara GSI 2026 tingkat SMP Kota Banda Aceh
Juara 1 : Kecamatan Banda Raya
Juara 2 : Kecamatan Meuraxa
Juara 3 : Kecamatan Baiturrahman

Pemkot Banda Aceh Bentuk Pokja Lintas Sektoral Demi Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman pada Kamis (25/6/2026). Langkah ini diinisiasi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh sebagai upaya nyata menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif serta mendukung tumbuh kembang anak secara positif.

Rapat yang berlangsung di ruang Rapat Walikota Banda Aceh ini dipimpin langsung oleh Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, M.Pd. Sadar bahwa kenyamanan lingkungan belajar bukan hanya tugas satu instansi, Pemkot Banda Aceh melibatkan berbagai Pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga terkait. Hadir dalam raker tersebut unsur dari Disdikbud, Disdik Dayah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kemenag, Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Bappeda, DP2KB, dewan guru, tenaga kependidikan, hingga Bagian Kesra Setda Kota Banda Aceh.

Sulaiman Bakri menegaskan bahwa kehadiran berbagai komponen ini sangat penting untuk menyempurnakan Surat Keputusan (SK) Walikota terkait personalia Pokja.

“Melalui Pokja Budaya Sekolah, Madrasah, Dayah yang Aman dan Nyaman, diharapkan dapat terbangun kolaborasi yang kuat dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan karakter positif pada peserta didik,” ujarnya.

Ke depannya, Pokja lintas sektoral ini akan memegang peran krusial, mulai dari menyusun program kerja, menggencarkan sosialisasi budaya positif, memetakan potensi risiko di lingkungan sekolah, hingga menjadi wadah koordinasi utama dalam menangani berbagai permasalahan keamanan dan kenyamanan yang dihadapi warga sekolah.

Kejar Target Regulasi Kemendikdasmen, Banda Aceh Rampungkan SK Pokja Anti-Perundungan Sekolah

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh bergerak cepat menindaklanjuti mandat Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026. Melalui raker yang digelar di ruang Rapat Walikota pada Kamis (25/6/2026), Pemkot Banda Aceh mematangkan pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang ditargetkan rampung sebelum tenggat waktu dari pusat.

Pembentukan Pokja ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan komitmen besar untuk membentengi dunia pendidikan di Banda Aceh dari berbagai ancaman moral. Pokja ini dirancang khusus untuk membangun budaya positif sekaligus mencegah sedini mungkin segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan, diskriminasi, serta perilaku menyimpang lainnya yang dapat merusak kenyamanan belajar siswa. Menariknya, ruang lingkup proteksi Pokja ini tidak hanya menyasar sekolah umum, tetapi juga mencakup madrasah dan dayah (pesantren) di seluruh wilayah Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, M.Pd, menjelaskan bahwa terciptanya lingkungan pendidikan yang aman adalah tanggung jawab bersama seluruh komponen anak bangsa. Ia juga mengingatkan adanya batas waktu ketat yang diberikan oleh pihak kementerian terkait legalitas kelompok kerja ini.

Berdasarkan aturan dari Kemendikdasmen, Surat Keputusan (SK) Walikota mengenai Pokja ini wajib diunggah ke aplikasi kementerian paling lambat tanggal 9 Juli 2026. Menanggapi aturan tersebut, Sulaiman Bakri optimis bahwa proses penyusunan personalia dan legalitas akan selesai tepat waktu. “Insya Allah sebelum tanggal 9 Juli 2026 (SK Walikota) sudah siap di-upload,” pungkasnya.