Category: Berita

O2SN Jenjang SD/SMP Sederajat Kota Banda Aceh : “Dalam Tubuh Yang Sehat Ada Jiwa Yang Sehat”

Banda Aceh – Disdikbud Kota Banda Aceh kembali menyeleksi siswa/i jenjang SD dan SMP sederajat dalam O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) yang dibuka langsung oleh Kadis Disdikbud di GOR Pango (27/04/2018).

O2SN tingkat Kota Banda Aceh tahun ini (27-30 April) dikhususkan untuk jenjang SD dan SMP dikarenakan jenjang SMA telah menjadi otoritas Provinsi.

Adapun tempat pelaksanaan kegiatan akan dipusatkan di Stadion Harapan Bangsa untuk cabor atletik, karate, dan pencak silat. GOR Disdikbud Kota Banda Aceh untuk cabor bulutangkis, dan kolam renang Tirta Raya untuk cabor renang.

Dalam sambutannya, Bapak Saminan mengungkapkan kebanggannya dengan peserta lomba yang merupakan bibit-bibit atlet masa depan Kota Banda Aceh.

“Mereka merupakan para penggerak industri kreatif yang dimasa depan akan memberikan manfaat bagi negara dan tentunya akan mengharumkan nama bangsa”, ungkapnya.

Beliau juga mengharapkan tidak adanya keterpaksaan pada diri peserta dalam mengikuti lomba dan tentunya menjunjung tinggi sportifitas.

“Tumbuhkan jiwa keolahragaan dalam diri anak sendiri agar tidak timbul keterpaksaan dan murni karena keinginannya sendiri”, tuturnya.

O2SN jenjang SD dan SMP memperlombakan cabang atletik, bulutangkis, renang, karate, dan pencak silat.

Serah Terima Jabatan Kadis Disdikbud Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Serah terima jabatan dari Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh yang lama kepada Kadisdikbud yang baru berlangsung di ruang rapat Disdikbud Kota Banda Aceh (27/04/2018).

Dalam sambutannya, Bapak Syaridin mengucapkan selamat kepada Bapak Saminan yang telah dilantik pada hari Senin (23/04/2018) lalu oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh.

“Kami ucapkan selamat datang ke Disdikbud Kota Banda Aceh, dan selamat kapada bapak yang telah menerima jabatan sebagai Kadis baru dilingkungan Disdikbud,” tuturnya.

Beliau juga menjelaskan peraturan-peraturan kedinasan dan ruang lingkup unit pembantu kedinasan seperti SKB dan Tekkomdik. Selain itu beliau juga memperkenalkan Kabid dan Kasi kepada Bapak Saminan yang akan membantu kinerja Kadis Disdikbud dikemudian hari.

Beliau berpesan agar semua pegawai Disdikbud membantu Kadis yang baru guna meningkatkan kinerja dalam pendidikan dan kebudayaan.

Serah terima jabatan dilakukan secara simbolis dengan menyerahkan papan nama Kepala Dinas dan dokumen serta aset kedinasan, dan acara diakhiri dengan salam-salaman.

FLS2N Tingkat Kota Banda Aceh : “Junjung Tinggi Sportifitas”

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menyelenggarakan FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat Kota Banda Aceh yang dibuka langsung oleh Kadis Disdikbud Kota Banda Aceh di Aula serbaguna SKB (26/04/2018).

FLS2N tahun ini bertemakan “Terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong”.

Dalam sambutannya, Bapak Saminan menjelaskan bahwa setiap sekolah harus menerapkan kata “Gemilang” yang menjadi motto Kota Banda Aceh. Baik itu kepala sekolah, guru, dan murid harus mengerti kata “Gemilang”.

“Gemilang itu harus dimulai dari dunia pendidikan, gemilang dalam pendidikan formal dan agama”, jelasnya.

Kadis Disdikbud juga berpesan bagi peserta lomba untuk menjaga sportifitas dalam berlomba, dan bagi yang tidak menang tahun ini agar terus melatih diri dan mencoba untuk ikut dimasa akan datang.

Untuk diketahui FLS2N tingkat Kota Banda Aceh jenjang SD, SMP sederajat memperlombakan pantomim, seni tari, menyanyi tunggal, cipta puisi, cipta cerpen, kretivitas cerita bahasa inggris, gambar bercerita, musik tradisional, desain poster, dan gitar solo. Pelaksanaan lomba akan digelar di beberapa tempat terpisah.

Selamat Datang Bapak Saminan, Terima Kasih Bapak Syaridin

BANDA ACEH – Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin melantik sejumlah pejabat struktural baru di lingkungan Pemko Banda Aceh. Kali ini terdiri dari tujuh Pejabat Eselon II dan dua Pejabat Eselon III berlangsung di Aula Gedung Mawardy Nurdin, Kompleks Balai Kota Banda Aceh (23/04/2018).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banda Aceh menyebutkan pelantikan ini merupakan rangkaian dari pelantikan pejabat struktural sebelumnya untuk mengisi jabatan kosong pada posisi Eselon II, khususnya hasil seleksi JPT Pratama.

“Mutasi atau promosi jabatan yang kita lakukan ini merupakan upaya untuk mengisi kekosongan dan penyegaran di organisasi serta optimalisasi kinerja dalam rangka mewujudkan pemerintah yang baik dan bersih,” ungkapnya.

Beliau juga mengharapkan dengan adanya pelantikan ini, akan terjadi perubahan terhadap berbagai persoalan yang selama ini masih mendera Kota Banda Aceh. “Pemimpin harus mempunyai spirit of change demi perkembangan dan perbaikan di masa depan dan kami menunggu prestasi kerja bapak-ibu sekalian, buktikan kepercayaan dan amanahini dengan menunjukkan kinerja yang baik.” harapnya.

Berikut ke-9 Pejabat yang dilantik :

  1. Muchlis SH, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  2. Alizar SAg MHum, Kepala Dinas Syariat Islam
  3. Dr Saminan MPd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  4. Tarmizi M Daud SAg MAg, Kepala Dinas Pendidikan Dayah
  5. Faisal SSTP, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
  6. Muhammad Hidayat SSos, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah
  7. Syaridin SPd MPd, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik
  8. Zahrol Fajri SAg MH, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong
  9. Yusnardi SSTP MSi, Sekretaris Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Festival Budaya Tari Tradisional Aceh Resmi Ditutup

BANDA ACEH – Festival Budaya Daerah Lomba Tari Tradisional Aceh dalam rangka menyambut HUT Kota Banda Aceh ke-813, telah resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin (19/04/2018).

Dalam sambutannya, Bapak Wakil Wali Kota Zainal Arifin mengatakan sebagai bentuk apresiasi dari Pemkot Banda Aceh, para pemenang dalam festival ini akan diundang untuk tampil pada acara penyambutan tamu dan acara resmi pemerintahan kota lainnya.

“Nantinya para juara akan kami undang secara bergilir untuk tampil pada saat penyambutan tamu dari luar daerah dan pada acara resmi Pemkot Banda Aceh.” ungkapnya.

Kadis Disdikbud Kota Banda Aceh, Bapak Syaridin selaku ketua panitia menyatakan bahwa ajang yang berlangsung sejak Selasa (17/04/2018) lalu telah sukses dilaksanakan dan mendapat respon yang positif dari masyarakat. Sebagaimana diketahui Festival Budaya Daerah Lomba Tari Tradisional Aceh ini diikuti oleh 49 grup tari jenjang SD, 11 grup tari dari jenjang SMP, dan 9 grup tari jenjang SMA se Kota Banda Aceh.

“Festival ini akan menjadi agenda tahunan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh. Semoga kedepan bisa kita gelar dengan skala yang lebih besar dan meriah lagi sebagai upaya pelestarian budaya Aceh khususnya seni tari,” harapnya.

Para pemenang akan diberikan hadiah berupa dana pembinaan, piagam, dan trofi. “Selain juara 1, 2, dan 3, kami juga memilih juara harapan 1, 2, dan 3 serta juara favorit dari setiap jenjang sekolah,” katanya.

Predikat juara favorit untuk masing-masing jenjang diraih oleh grup tari SD Negeri 29, SMP Negeri 6, dan SMA Negeri 15 Banda Aceh.

Berikut daftar pemenang Festival Budaya Daerah Lomba Tari Tradisional Aceh :

SD

JUARA NILAI SEKOLAH
I 1075 SD NEGERI 30 BANDA ACEH
II 1050 SD NEGERI 37 BANDA ACEH
III 1025 SD NEGERI 17 BANDA ACEH
HARAPAN I 1010 SD NEGERI 32 BANDA ACEH
HARAPAN II 980 SD NEGERI 26 BANDA ACEH
HARAPAN III 940 SD NEGERI 67 BANDA ACEH

SMP

JUARA NILAI SEKOLAH
I 1015 SMP NEGERI 1 BANDA ACEH
II 985 SMP NEGERI 10 BANDA ACEH
III 965 SMP NEGERI 17 BANDA ACEH
HARAPAN I 945 SMP NEGERI 3 BANDA ACEH
HARAPAN II 920 SMP NEGERI 13 BANDA ACEH
HARAPAN III 865 SMP NEGERI 12 BANDA ACEH

SMA

JUARA NILAI SEKOLAH
I 1045 SMA NEGERI 4 BANDA ACEH
II 1025 SMA NEGERI 10 BANDA ACEH
III 995 SMA NEGERI 2 BANDA ACEH
HARAPAN I 970 SMA NEGERI 3 BANDA ACEH
HARAPAN II 945 SMA NEGERI 11 BANDA ACEH
HARAPAN III 905 SMA INSAFUDDIN BANDA ACEH

Festival Budaya Daerah – Lomba Tari Tradisional Aceh

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota menggelar kegiatan Festifal Budaya Daerah dalam rangka menyambut ulang tahun Kota Banda Aceh ke-813 memperlombakan seni tradisional Aceh. Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE.Ak, MM di Taman Sari (17/4/2018).

Dalam laporan kepanitiaan yang disampaikan oleh Kadis Dikbud Kota Banda Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, kegiatan ini baru dimulai pada tahun ini dan akan menjadi agenda tahunan Kota Banda Aceh. Festival ini diikuti oleh 49 grup tari tingkat SD/MI dan 19 grup tari tingkat SMP dan SMA/Sederajat se Kota Banda Aceh (17 – 19 April 2018). 

“Mungkin tahun depan akan kita gelar lebih besar lagi dengan mengundang peserta dari seluruh Aceh,” ujarnya.

Pada penyambutan dan sekaligus membuka acara tersebut, Wali Kota menyambut baik festival budaya daerah ini. Katanya, kegiatan ini menjadi penting sebagai upaya menangkal masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan norma keislaman. Seni tardisional harus terus dilestarikan untuk kemudian dapat diwariskan ke generasi selanjutnya. 

“Makanya kegiatan seperti ini perlu kita gelar secara rutin untuk mengingatkan kita akan warisan leluhur. Mencintai budaya kita sendiri juga upaya yang sangat bagus dalam menangkal budaya asing merasuki generasi kita,” tutur Aminullah. 

Wali Kota meminta kepada semua pihak dapat mempertahankan dan melestarikan seni dan budaya yang sudah dimiliki. 

Disdikbud Kota Banda Aceh menyediakan hadiah sebesar Rp.10 juta untuk juara I, juara II diberikan Rp.7 juta dan juara III Rp.5 juta untuk setiap jenjangnya. 

MALAM KESENIAN DISDIKBUD KOTA BANDA ACEH DAN KOTA BUKIT TINGGI

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Bukit Tinggi melakukan study banding ke Kota Banda Aceh yang disambut langsung oleh sekretaris Disdikbud Kota Banda Aceh di Hotel Lading (17/02/2018).

Panggung kesenian yang bertemakan “Mempererat Silaturahmi dan Ukhuwah” tersebut menampilkan tarian khas Aceh dan Padang. Yang menjadi sangat istimewa, semua kesenian dari Padang dibawakan langsung oleh guru-guru dan kepala sekolah yang ikut dalam rombongan. Rombongan yang berjumlah 80 orang yang terdiri dari Kadisdikbud, staf dan para guru tersebut mengaku sangat senang bisa berkunjung ke Aceh khususnya Kota Banda Aceh. Rencananya mereka akan melanjutkan perjalanan ke Sabang guna menjajaki kilometer Nol Indonesia.

Dalam sambutannya, Bapak Yuswardi, menyatakan selamat datang kepada seluruh rombongan yang telah menempuh perjalanan darat yang melelahkan. beliau juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rombongan dikarenakan berhalangannya Kadisdikbud Kota Banda Aceh yang mana juga sedang melakukan study banding ke Kota Bukit Tinggi.

Beliau juga berharap dengan adanya study banding tersebut kiranya dapat menambah wawasan bagi Kadisdikbud Kota Bukit Tinggi beserta rombongan tentang kondisi pendidikan di Kota Banda Aceh.

Sosialisasi Program S2/S3 Dan Prodigy Disdikbud Kota Banda Aceh

BANDA ACEH – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris Perak Malaysia,  Fakultas Pendidikan Dan Pembangunan Manusia, dalam rangka mensosialisasikan program S2/S3 dan prodigy bagi guru di Kota Banda Aceh yang bertempat di Aula Walikota Kota Banda Aceh (16/01/2018).

Dalam sosialisasi tersebut turut hadir wakil Walikota Banda Aceh yang juga membuka langsung sosialisasi yang melibatkan perwakilan guru dari jenjang PAUD – SMP se Kota Banda Aceh. Beliau juga memberikan sambutan selamat datang kepada dekan dan para dosen dari Malaysia.

Dalam sambutannya, wakil Walikota Banda Aceh, Bapak Zainal Arifin, menyampaikan bahwa perlu adanya perbaikan sistem dalam pengajaran bagi para guru. Hal itu disebabkan karena adanya guru yang mengajar secara monoton dan tidak berkembang. Dengan adanya program S2/S3 yang diprakasai oleh Universitas Pendidikan Sultan Idris Perak Malaysia, beliau mengharapkan guru-guru di Kota Banda Aceh nantinya akan berkembang dalam hal mengajar maupun ilmu.

Beliau juga sangat mendukung kerjasama tersebut. Terlebih banyak hal yang sangat menguntungkan bagi guru, salah satunya guru bisa mengenyam atau melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Apel Perdana 2018 Dan Penghargaan Pegawai Terbaik Disdikbud

BANDA ACEH – Di awal tahun 2018, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh memberikan penghargaan kepada pegawai berprestasi pada apel perdana 2018 (15/01/2018). Pegawai yang mendapatkan penghargaan merupakan pegawai yang telah dilihat kinerjanya selama tahun 2017 oleh kepala dinas dan jajarannya.

Kepala Disdikbud sekaligus yang bertindak sebagai komandan upacara, Bapak Syariddin, berpesan setiap pegawai harus ada program minimal untuk dirinya sendiri guna meningkatkan kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya. “Pada hari ini kita telah berada pada tahun yang berbeda. Kalau hari ini kita belum memiliki niat atau program minimal untuk diri sendiri, saya rasa kita termasuk orang yang bekerja hanya begitu-begitu saja.” Pesannya.

Para pegawai yang menerima penghargaan tersebut diharapkan bisa terus meningkatkan kinerja kerja mereka. Dan bagi yang belum mendapatkan penghargaan guna terus berusaha meningkatkan kinerjanya.

Beliau juga mengungkapkan bahwa prinsip Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh sejak dulu adalah “Bersama Kita Bisa”. Prinsip tersebut harus diaplikasikan dalam kinerja setiap pegawai dikarenakan tanpa bekerja sama tidak menghasilkan kinerja yang maksimal.

Peningkatan Karakter Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Kota Banda Aceh

BANDA ACEH – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh bekerjasama dengan ESQ (Emotional Spiritual Quotient) menggelar pelatihan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang bertempat di Unmuha Convention Center (UCC) Batoh, Senin (27/11/2017).

Pelatihan tersebut bertemakan “Peningkatan Karakter Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Kota Banda Aceh” yang diikuti sebanyak 1200 peserta yang terdiri dari pegawai Disdikbud, guru, pengawas sekolah, dan kepala sekolah tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP. Semua peserta akan dibagi menjadi tiga gelombang, tiap gelombang akan diikuti sebanyak 400 peserta.

Walikota Banda Aceh, Aminullah, membuka langsung pelatihan tersebut dan dalam sambutannya menyebutkan para peserta harus mempunyai komitmen dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik guna membentuk karakter yang kuat. “Para guru harus mempuyai komitmen yang kuat dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik”, ungkapnya.

Pembukaan pelatihan tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua Alumni ESQ Aceh, Illiza Sa”aduddin Djamal, Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, dan para staff Disdikbud.