Category: Berita

SDN 37 Banda Aceh Gelar Pelatihan Program Penanaman Hidroponik, Hadirkan Narasumber dari Unsyiah

BANDA ACEH – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 37 Banda Aceh menggelar pelatihan program penanaman hidroponik di komplek sekolah tersebut, Jumat (23/10/2020).

Kegiatan yang diikuti para guru SDN 37 ersebut dibuka secara resmi oleh Sulaiman Bakri, SPd MPd selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Sulaiman Bakri mengatakan, pihaknya sangat mengepresiasikan program SD Negeri 37 Banda Aceh itu yang mulai membudidayakan penanaman tanpa media tanah.

“Ini program yang bagus. Saya berharap, agar program penanaman secara hidroponik ini bisa diikuti oleh sekolah yang lain di Kota Banda Aceh,” ucapnya.

Sedangkan Kepala SDN 37 Banda Aceh, T Muthalla alias Cekgu mengaku, sangat berterima kasih kepada pihak Disdikbud dan Fakultas Pertanian Unsyiah atas dukungan terhadap program di sekolah yang dipimpinnya itu.

Cekgu juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran guru SDN 37 Banda Aceh yang telah mendukung penuh atas terlaksananya program penanaman hidroponik tersebut.

“Program ini hanyalah semata-mata untuk pembelajaran siswa. Kami mengharapkan, agar nanti para siswa Siswi mampu melakukan sendiri penanaman hidroponik di kediaman mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, Cekgu mengungkapkan, SDN 37 juga sedang membuat kebun konvensional dengan memamfaatkan lahan kosong.

Pembuatan kebun konvensional ini juga ajang pembelajaran bagi siswa, sehingga nanti dapat membandingkan kelebihan dan kerugian antara kedua cara penanaman tersebut.

Sementara itu, narasumber dari Fakultas Pertanian Unsyiah, Dr Purnama Satriyo STP MP, didampingi oleh Dr Ir Syahrul MSC menjelaskan, penanaman hidroponik berbanding terbalik dengan penanaman konvensional.

Penanaman hidroponik, terangnya, tidak memerlukan media tanah, sehingga hidroponik dapat dikembangkan di mana saja karena hanya menggunakan air.

Dr Purnama juga merasa kagum dengan etos para guru SD Negeri 37 Banda Aceh yang begitu bersemangat, baik dalam mengikuti pelatihan maupun praktek pembibitan. (aceh.tribunnews.com)

Peningkatan Dan Pemerataan Mutu GTK PAUD

Banda Aceh – Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Dirjen GTK PAUD) Kemdikbud menyelenggarakan program peningkatan dan pemerataan mutu GTK PAUD melalui Kemitraan (On The Job Learning) yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Bapak Sulaiman Bakri, SPd. M.Pd. di Aula Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan kota Banda Aceh (21/10/2020).

Dalam arahannya, Sekretaris Dinas mengatakan bahwa perkembangan dan perubahan dalam dunia pendidikan terutama di pendidikan PAUD baik cara mengajar maupun cara mengelola sebuah sekolah terus berubah begitu cepat. Apalagi dengan terjadinya wabah Covid-19 yang mengharuskan dunia pendidikan di Kota Banda Aceh melaksanakan pembelajaran melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

“Maka sudah seharusnya pendidik dan pengelola PAUD terus berbenah untuk menghadapi tantangan perubahan yang begitu cepat,  agar mampu bersaing dengan PAUD diseluruh Indonesia. Baik dari segi mutu maupun sistem pengelolaannya.” Ungkapnya.

Drs. Muhammad selaku Kabid PAUD Disdikbud Kota Banda Aceh menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh Mitra Pengelola PAUD dari Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Jaya. Sedangkan Mitra pendidik PAUD diikuti dari Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara, IGTKI, IGRA, Himpaudi, PKG, pengawas, penilik, dan yayasan. Kegiatan ini akan diberikan materi dari Fasilisator dan Tim Ahli dari Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Dirjen GTK PAUD) Kemdikbud yang berlangsung sampai tanggal 24 oktober 2020. 

Perwakilan dari Dirjen GTK PAUD Anto Cahyo Nugroho S.IP. menjelaskan bahwa pihak Dirjen terus mencanangkan dan mendampingi semua pendidik dan pengelola PAUD untuk pemerataan mutu pendidikan.

Disdikbud Kota Banda Aceh senantiasa terus mendorong semua kegiatan yang menyangkut dengan peningkatan mutu pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SD, dan SMP.

Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh, Chek Zainal Harap Guru Semakin Kreatif

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar pelatihan kegiatan pembuatan media pembelajaran guru SD dan SMP Kota Banda Aceh. Acara berlangsung di Grand Aceh Hotel (21/10/2020).

Turut hadir mewakili,  Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Saminan Ismail,  Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Dayah Tgk Tarmizi M Daud dan Unsur Forkopimda lainnya.

Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin dalam pembukaan mengatakan, Covid-19 datang tiba-tiba dan masih belum berakhir saat ini, sehingga hampir tidak ada seorang pun yang siap menghadapi kondisi ini termasuk guru.

“Proses pembelajaran yang berubah menjadi daring, sehingga guru mengalami kesulitan saat menyiapkan dan menyampaikan materi pelajaran sekolahnya,” ungkap Wakil Walikota.

Menurutnya, menyampaikan materi lewat daring  bukanlah hal yang mudah untuk dipahami oleh murid, sehingga dibutuhkan cara-cara yang menarik agar anak didik dapat konsisten melihat atau menyimak layar komputer dan smartphone saat proses pembelajaran daring berlangsung.

“Oleh sebab itu, pembelajaran daring menuntut guru lebih kreatif. Dengan begitu, peserta didik tidak mengalami kejenuhan disaat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)”, jelasnya.

Kata sosok yang akrab disapa Chek Zainal, pembelajaran daring sebenarnya merupakan solusi untuk menghadapi masa pandemi Covid-19 agar siswa tetap bisa belajar dari rumah dan penyebaran virus tersebut juga dapat dihambat.

“Namun, guru disarankan menerapkan  pembelajaran yang efektif. Dimana pembelajaran tersebut, pada setiap penyampaian penjelasan  harus jelas, harus menunjukkan gairah mengajar dan suasana  yang menyenangkan serta selalu ada umpan balik yang diberikan setelah dilakukan penilaian,” ucapnya.

Selain itu, Wakil Walikota Banda Aceh menyampaikan, yang terpenting  adalah para siswa sekolah dasar sebaiknya didampingi oleh orang tua saat mengikuti pembelajaran daring. Karena, dukungan orang tua sangatlah membantu para guru untuk mencapai tujuan pada setiap sesi pembelajaran daring yang dilakukan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Saminan Ismail MPd menjelaskan,  pandemi Covid-19 menyebabkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk semua jenjang pendidikan.

“Namun pelaksanaan PJJ tersebut mengalami banyak kelemahan karena tidak seluruh guru dan siswa atau orang tua siap melaksanakan perubahan dari PTM menjadi PJJ secara maksimal karena adanya keterbatasan pengetahuan atau pemahaman tentang substansi, teknis, dan mekanisme pelaksanaan PJJ,” jelasnya.

Sebab itu diperlukan pelatihan dan pembinaan untuk mempersiapkan guru yang kreatif agar dapat memberikan pembelajaran yang lebih menarik kepada siswa selama pelaksanaan PJJ.

“ Dengan adanya pelatihan ini kita harapkan dapat meningkatkan kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran dan penilaian dengan kelas virtual dan meminimalisir pemberian tugas pada siswa yang terlalu banyak tanpa adanya proses belajar mengajar serta peserta didik tetap terjaga kualitas pendidikannya,” ucap Saminan. (diskominfo.bandaacehkota.go.id)

Disdikbud Banda Aceh Latih Guru SD dan SMP Membuat Media Pembelajaran

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan pelatihan pembuatan media pembelajaran bagi guru jenjang SD dan SMP Kota Banda Aceh yang dilaksanakan mulai tanggal 21 Oktober s/d 11 November 2020 di Grand Aceh Hotel Syariah.

Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Banda Aceh Drs. H. Zainal Arifin (Chek Zainal) dengan jumlah peserta sebanyak 512 orang yang dibagi dalam kelas terpisah masing-masing kelas sebanyak 20 peserta dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Chek Zainal mengatakan pelatihan tersebut mencermati pelaksanaan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) oleh guru dalam masa pandemi Covid-19 dan peningkatan kompetensi guru untuk persiapan pembelajaran tatap muka pada era new normal tahun pelajaran 2020/2021.

“Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)  dilaksanakan agar siswa-siswi bisa belajar secara virtual dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah,” ujar Chek Zainal.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Disdikbud Kota Banda Aceh, Dr. Saminan Ismail, M.Pd mengatakan pandemi Covid-19 ini telah memberi pelajaran bagi para guru mengenai pentingnya penggunaan teknologi komunikasi dalam proses belajar mengajar.

“Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan pilihan yang logis agar para siswa tetap belajar. Untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 maka Disdikbud Kota Banda Aceh melaksanakan pelatihan pembuatan media pembelajaran bagi guru jenjang SD dan SMP agar para guru bisa saling belajar serta meningkatkan kompetensi untuk persiapan pembelajaran tatap muka pada era new normal,” ujar Saminan.

Adapun pada akhir kesempatan, Saminan menambahkan bahwa para peserta pelatihan tetap disosialisasikan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) serta panitia pelaksana juga menyediakan face mask dan hand sanitizer sehingga para peserta merasa nyaman dan aman dalam mengikuti pelatihan tersebut. (diskominfo.bandaacehkota.go.id)

Kupiah Meukeutop dan Hand Sanitizer Menjadi Cendera Mata untuk Rombongan Komisi III DPRD Pakpak Bharat

Banda Aceh – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pakpak Bharat yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Kota Banda Aceh dikejutkan dengan pemberian cendera mata berupa Kupiah Meukeutop dan hand sanitizer dari pihak sekolah yang di kunjungi.

Cindera mata sendiri diserahkan saat rombongan yang dipimpin oleh ketua Komisi III DPRD Pakpak Bharat Sumatera Utara, Marido Padang melakukan kunjungan ke SMP Negeri 19 Percontohan Kota Banda Aceh. Kunjungan ini disambut langsung oleh kepala Disdikbud Kota Banda Aceh Dr Saminan Ismail MPd dan rombongan.

Kupiah meukeutop diberikan oleh kepala SMP Negeri 19 Percontohan Kota Banda Aceh Nurdin, S.Ag, M.Pd, sedangkan hand sanitizer dari kepala SMP Negeri 14 Kota Banda Aceh Syarifah Narkis S.Ag.

Syarifah  mengatakan kalau hand sanitizer  yang diberikan oleh SMPN 14 merupakan produk lokal yang diproduksi sendiri oleh siswa sekolahnya.

“Kita berharap inovasi dari siswa sekolah ini juga bisa ditiru dan dikembangkan oleh sekolah – sekolah lainya,” tambah syarifah.

Semantara itu ketua komisi III DPRD Pakpak Bharat Marido Padang mengutara maksud kedatangan rombongan ke Banda Aceh adalah untuk belajar bagaimana penerapan pembelajaran berbasis Daring/ e-learning di sekolah di Kota Banda Aceh. (diskominfo.bandaacehkota.go.id)

Pelatihan TIK bagi Guru TK Kota Banda Aceh

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Pelatihan Teknologi Informasi Komputer (TIK) bagi Guru TK, pengawas sekolah dan tutor keaksaraan. Kegiatan yang dilaksanakan selama 25 hari ini berlangsung tanggal 6 hingga 28 Oktober 2020.

Pelatihan yang dilaksanakan di UPTD Tekkomdik Kota Banda Aceh ini diikuti 75 peserta yang dibagi kedalam 5 sesi dengan setiap sesinya berjumlah sebanyak 15 orang peserta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh, Dr Saminan Ismail, M.Pd mengatakan kepada guru agar senantiasa meningkatkan pengetahuan dan kompetensi terutama dalam menyajikan materi atau konten pelajaran, apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini agar siswa tertarik melihat media atau pelajaran yang sifatnya visual.

“Ini perlu disikapi oleh guru untuk menyampaikan materi yang mudah dimengerti sehingga menarik perhatian siswa dalam belajar di masa pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

Lebih lanjut Saminan mengatakan, Teknologi digital telah memudahkan dunia pendidikan dalam mengelola pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan efisien, tidak harus di dalam ruang kelas sekolah. Maka dari itu, diperlukan kompetensi dan keterampilan guru dalam menyajikan media pembelajaran yang berbasis Teknologi dan Informasi.

Dalam kesempatan yang sama, panitia pelaksana yang juga Kepala Seksi data dan Informasi pendidikan, Nur Muhammad menambahkan instruktur pelatihan TIK ini berasal dari LP3I yang telah memiliki pengalaman dalam pembelajaran Teknologi Informatika dan bertujuan untuk mengembangkan metode pembelajaran secara daring.

Adapun ketua pelaksana menambahkan bahwa para peserta pelatihan tetap disosialisasikan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak). Panitia pelaksana juga menyediakan face mask dan hand sanitizer sehingga para peserta merasa nyaman dan aman dalam mengikuti pelatihan tersebut.

Salah seorang peserta pelatihan yang berasal dari TK Aisyiah Lhong Raya, Deviani menyampaikan bahwa sangat beruntung sekali dapat mengikuti pelatihan TIK yang dilaksanakan oleh bidang pembinaan ketenagaan Disdikbud ini sehingga memberikan pengalaman baru untuk pembelajaran secara daring kepada peserta didik taman kanak-kanak yang selama ini tidak mungkin dilaksanakan. (posaceh.com)

Ari Salwin Pimpin FOSBA Banda Aceh

Banda Aceh – Ari Salwin, S.Pd Operator Sekolah SMPN 5 Banda Aceh terpilih sebagai Ketua Forum Operator Sekolah Banda Aceh (FOSBA) pada hari Rabu 19 Agustus 2020 di SMPN 3 Banda Aceh.

Operator Sekolah (OPS) diberi tugas untuk menginput data sekolah dan mengirimnya secara online ke server pusat.

Keberadaan OPS dalam dunia pendidikan merupakan hal yang sangat penting, untuk menata sistem administrasi, data dan bahkan ikut mewujudkan visi misi lembaga pendidikan.

Ketua FOSBA Banda Aceh Ari Salwin, S.Pd mengatakan tugas dan fungsi OPS diantaranya Pemetaan Mutu pendidikan, Menginput Calon peserta Ujian, Verval Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Laporan Individu (LI) Dan Lain – lainnya.

“Begitu pentingnya peran operator sekolah sudah seharusnya peran dan fungsi operator mendapat perhatian penting dari kepala sekolah, secara umum hal ini masih banyak dirasakan oleh operator bahwa peran dan fungsi mereka masih terabaikan,” ujarnya, Sabtu (29/8/2020).

Adapun forum tersebut terbentuk berdasarkan hasil musyawarah perwakilan beberapa operator sekolah, mengingat kondisi pandemi tidak dapat membuat kegiatan secara besar-besaran.

Selain itu dengan terbentuknya FOSBA ini bisa menjadi wadah bagi operator sekolah untuk dapat belajar bersama dalam mencari solusi ketika menghadapi kendala dalam menyelesaikan data aplikasi Dapodik, dan aplikasi data-data pendidikan lainnya.

Seiring berjalannya waktu, kami akan melakukan legalitas terhadap forum ini agar FOSBA memiliki kekuatan hukum.

“Sehingga bisa lebih produktif dalam melakukan kegiatan, kemudian untuk visi dan misi kami akan melakukan musyawarah besar dengan seluruh operator tingkat TK/PAUD/SD/SMP kota Banda Aceh,” tutur Ari.

(diskominfo.bandaacehkota.go.id)

Pelantikan Kepala Sekolah Di Lingkungan Disdikbud Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Dr. Saminan, M.Pd melantik sejumlah Kepala Sekolah yang dilaksanakan di Aula Disdikbud Kota Banda Aceh (06/08/2020). Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wali Kota Banda Aceh yang diwakili oleh Kadis Dikbud Kota Banda Aceh, Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh yang diwakili oleh Seretaris BKPSDM Kota Banda Aceh, Kabid Mutasi Promosi dan Informasi, serta undangan dan saksi.

Dalam sambutannya, Walikota Banda Aceh menyampaikan melalui Kadis Dikbud Kota Banda Aceh bahwa saat ini kepala sekolah, guru dan anak-anak sekolah sudah begitu maju 20 tahun kedepan pada penggunaan sistem digital dalam proses belajar-mengajar.

“Ketika pandemi datang, kepala sekolah, guru dan anak-anak sekolah sudah begitu maju 20 tahun kedepan pada penggunaan sistem digital dalam proses belajar-mengajar . Kami yakin dan percaya, bahwa pelantikan kepala sekolah pada siang ini akan memberikan sebuah warna baru dalam mencapai target yang diinginkan oleh Wali Kota Banda Aceh”, ungkapnya.

Walikota Banda Aceh juga merencanakan akan  menyebar kepala sekolah yang berpotensi untuk memajukan sekolah di daerah pinggiran, sehingga sekolah-sekolah tersebut kedepannya akan menjadi sekolah rebutan bagi warga Kota Banda Aceh.

Kadis Dikbud Kota Banda Aceh Dr. Saminan, M.Pd mengatakan, dalam setiap kesempatan Walikota Banda Aceh selalu menyatakan bahwa Kota Banda Aceh merupakan salah satu kota referensi yang menjadi sebuah rujukan di Provinsi Aceh dalam bidang Pendidikan.

Sebanyak tiga Kepala Sekolah Dasar di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh yang dilantik, mereka adalah Pocut Maiyati, S. Pd sebagai Kepala SD Negeri 13,  Hidayat, S. Pd, M. Pd sebagai Kepala SD Negeri 24, dan Dra. Naimah sebagai Kepala SD Negeri 53.

DISDIK GAYO LUES BELAJAR PPDB ONLINE KE BANDA ACEH

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues  Anwar, S.Pd. MAP dan jajarannya  berkunjung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh untuk mempelajari penerapan aplikasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan penerapan Sistem Informasi Pengevaluasian Kinerja Guru (SIPKG) Kota Banda Aceh.  Secara online yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Rombongan diterima oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Dr. Saminan Ismail, M.Pd didampingi Sekretaris Dinas Sulaiman Bakri, S.Pd, M.Pd bersama sejumlah Kepala Bidang dan kepala seksi, Kamis (2/7/2020).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues menyatakan pihaknya ingin mencapai keberhasilan seperti Kota Banda Aceh yang menjadi kota referensi pendidikan di Provinsi Aceh. “Salah satunya dengan aplikasi PPDB secara online yang dianggap sukses dalam sistem Pejaringan Siswa Baru, kami juga ingin belajar dari Banda Aceh,” katanya.

Drs. Anwar berharap hasil dari kunjungan ini akan melahirkan suatu kesepakatan dan kesempatan untuk mendatangkan operator sekolah di daerahnya untuk belajar secara langsung ke Banda Aceh dan menyiapkan anggaran secara khusus untuk mengundang tim Ahli dari Disdikbud Kota Banda Aceh untuk mengajar dan mendampingi operator PPDB Kabupaten Gayo Lues.” Katanya.

Dalam pertemuan yang berlangsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Saminan Ismail, M.Pd, menjelaskan beberapa program-program unggulan Disdikbud Kota Banda Aceh guna mewujudkan Banda Aceh Kota Gemilang dalam bingkai syariah, capaian keberhasilan pelaksanaan PPDB yang dilaksanakan oleh Disdikbud Kota Banda Aceh telah melalui pengujian yang telah dilaksanakan selama 6 (enam) tahun berturut-turut dan PPDB Tahun ajaran 2020/2021 yang paling sukses dilaksanakan, Disdikbud Kota Banda Aceh siap mentransfer pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tersebut tidak hanya untuk Kabupaten Gayo Lues semata, lebih luas lagi untuk seluruh Kabupaten Kota di Aceh siap untuk didampingi.

Pengembangan PPDB online aplikasinya dari pemerintah jadi akan disebar untuk seluruh dinas pendidikan kabupaten kota apabila diminati dan Disdikbud Kota Banda Aceh juga sudah menyiapkan tim teknis tersebut.

Dalam hal pelayanan kepada guru-guru, Disdikbud kota Banda Aceh juga akan meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pengevaluasian Kinerja Guru (SIPKG) yang gunanya sebagai dasar untuk pemberian insentif Tunjangan Prestasi Kerja (TPK)

Aplikasi ini merupakan sebuah program yang akan menjadi bahagian pelaporan kinerja guru. SIPKG ini meliputi empat aspek yaitu biodata guru (Sinpeg), Akademik, Penelitian dan Pengabdian. Oleh karena itu guru-guru berkewajiban mengisi SIPKG tersebut untuk  mendapatkan TPK-nya. SIPKG akan diperiksa oleh tim evaluasi untuk menentukan kriteria besaran penerimaan TPK. Didalam aplikasi tersebut akan memuat beberapa fitur diantaranya

  1.  Biodata lengkap (Profile Guru)
  2.  Kegiatan Akademik meliputi, absen sidik jari, jadwal mengajar dan keikutsertaan dalam  pelatihan.
  3.  Penelitian atau penulisan artikel, karya ilmiah menulis buku, modul, penuntun dan  membuat alat peraga
  4.  Ekstrakurikuler meliputi kegiatan pramuka, kegiatan olahraga, Kegiatan Diniyah, Zikir, Tahfizd Al Qur’an serta menjadi wali kelas.

Pada akhir pertemuan Dr. Saminan menyatakan bahwa tidak perlu membayar untuk aplikasinya cukup dengan membuat MoU saja dan kami menunggu kesiapan pihak Disdik Kabupaten Gayo lues  tersebut untuk proses transfer pengetahuan dan keterampilan, menutup pertemuan tersebut. ( NM/datadaninformasipendidikan).

“BLENDED LEARNING” Metode pengajaran baru bagi Guru di Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Banda Aceh, DR. Saminan Ismail,M.Pd  memberikan sambutan pembukaan kegiatan E-belajar bagi Guru dan operator computer SMP negeri dan Swasta Banda Aceh yang dilaksanakan di Sentra Pengembangan Informasi dan Tekhnologi Pendidikan Kota Banda Aceh (Tekkomdik) mulai tanggal 25 s.d 28 Juni 2020 dalam arahan kepala dinas menyampaikan bahwa :

“Pada masa pandemic Covid-19 program e-learning sedang menjadi perbincangan hangat di dunia pendidikan, seiring bertambah canggihnya teknologi akan mempengaruhi metode pembelajaran yang  semakin cangih pula. 

Untuk beralih dari model pembelajaran tatap muka atau bertemu secara langsung, lalu berubah menjadi daring (online) itu sangat membutuhkan dukungan dan kesiapan pengguna baik mental dan biaya yang tidak sedikit. Namun ini bisa dimulai dengan model Blended Learning. Yaitu suatu gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual.

Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online.

Manfaat dari penggunaan e-learning dan juga blended learning dalam dunia pendidikan saat ini adalah e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. guru tidak perlu mengadakan perjalanan menuju ruangan kelas tempat pembelajaran dilaksanakan. E-learning memberikan kesempatan bagi guru secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar. 

Blended learning memberikan kesempatan yang terbaik untuk belajar dari kelas transisi ke elearning. Blended learning melibatkan kelas (atau tatap muka) dan belajar online. disebabkan fungsi guru adalah sebagai : pendidik tidak dapat digantikan oleh apapun sedangkan pembelajaran dapat dan dan dilaksanakan oleh siapa saja asalkan memiliki konsep dan materi yang jelas Peran pendidik/guru adalah sebagai: 1). Perencana belajar, 2). Melaksanakan tindakan atau proses belajar dan 3) sebagai pengawas hasil pembelajaran 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Penyiapan Sumberdaya dan Peningkatan Mutu Guru Bidang Pembinaan Ketenagaan yang dikepalai oleh Marzuki,SH sebagai kepala bidang dibantu oleh Kepala Seksi Data dan Informasi Pendidikan Nur Muhammad,SE.M.Pd dengan menghadirkan Narasumber ahli dari FKIP Unsyiah, Dr. Ismul Huda,M.Si yang sudah sangat terkenal dengan konsep E-Belajar. (NM/#Datadaninformasipendidikan)