Lawatan Cagar Budaya Siswa/i SMP Negeri Dan Swasta Kota Banda Aceh

Lawatan Cagar Budaya Siswa/i SMP Negeri Dan Swasta Kota Banda Aceh

BANDA ACEH – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh melaksanakan kegiatan lawatan ke tempat bersejarah/cagar budaya bagi siswa/i SMP Negeri dan Swasta se-Kota Banda Aceh (15-18 Oktober 2019).

Lawatan siswa/i tersebut bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai sejarah yang ada di Kota Banda Aceh dengan melakukan disdkusi dan tanya jawab langsung dengan pemandu dari pegiat sejarah. Serta memberikan pemahaman dan informasi dari suatu peristiwa yang terjadi di masa lalu.

Peserta lawatan berjumlah 200 peserta yang yang terdiri dari 166 siswa/i dan 32 guru pedamping. Peserta lawatan dibagi menjadi empat kelompok perharinya berjumlah 50 peserta. Setiap kelompok terbagi menjadi delapan sekolah negeri dan swasta.

Lokasi cagar budaya yang dikunjungi oleh peserta adalah :

  • Museum Aceh
  • Rumah Aceh
  • Makam Raja Iskandar Muda
  • Kandang Meuh
  • Kandang XII
  • Tuan Di Kandang
  • Putroe Ijo, dan
  • Putroe Phang

 

Menjadi Bagian dari Peringatan Hari Batik Nasional

Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia. Meski batik sudah lama ada di Indonesia dan menjadi bagian dari sejarah, namun Hari Batik Nasional baru ditetapkan pada tahun 2009 silam. Selain itu, batik juga akhirnya diakui menjadi milik Indonesia setelah sebelumnya sempat diklaim oleh Malaysia.

Merangkum dari laman resmi UNESCO, rupanya ada beberapa alasan mengapa batik akhirnya dijadikan Warisan Kebudayaan Non-Benda. “Teknik, simbolisme, dan budaya yang terkandung di dalam kain katun dan sutra yang diwarnai secara manual, dikenal juga sebagai Batik Indonesia, telah menyatu dalam kehidupan rakyat Indonesia dari awal hingga akhir,” tulis laman UNESCO.

“Bayi digendong dengan kain batik yang dihiasi simbol dan didesain untuk membawa keberuntungan, dan mereka yang sudah meninggal diselimuti kain batik khusus pemakaman. “

Tidak hanya itu, UNESCO juga menyebutkan bagaimana batik dipakai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari pekerja kantor, pelajar, hingga dalam acara pernikahan maupun pertunjukan seni. Keistimewaan lainnya, menurut UNESCO, batik Indonesia memiliki beragam motif yang terpengaruh dari berbagai budaya yang ada. Sebagai contoh, ada batik yang memiliki motif kaligrafi Arab, buket Eropa, phoenix China, bunga sakura, hingga burung merak India atau Persia. Kini, tak cuma menjadi warisan budaya Indonesia, batik juga telah menjadi bagian dari fashion dan makin banyak digunakan oleh orang-orang dari segala usia.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Banda Aceh juga mengambil andil dalam peringatan Hari Batik Nasional, sesuai edaran Walikota Banda Aceh yang ditandatangani Wakil Walikota menegaskan tentang pemakaian batik pada hari rabu tanggal 2 oktober 2019. Hasilnya beragam motif batik baik yang bernuansa daerah maupun nasional juga ada di SKPD tercinta. Selamat Hari Batik Nasional rekan beumandum.

(dirangkum dari berbagai sumber)

 

Magang Guru/Pengelola PAUD Gayo Lues Ke Disdikbud Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menjamu dan memfasilitasi 30 guru/pengelola PAUD dari Dinas Pendidikan Gayo Lues guna magang di lembaga PAUD Kota Banda Aceh. Acara penyambutan Disdik Gayo Lues dan para guru dilaksanakan di Aula Disdikbud Kota Banda Aceh (29/09/2019).

Kadis Disdikbud Kota Banda Aceh, Saminan, mengaku sangat senang dengan kerjasama tersebut. Menurutnya kegiatan magang guru/pengelola PAUD sangat bermanfaat untuk pengembangan pola didik anak khususnya bagi guru/pengelola PAUD. “Kegiatan seperti ini Insya Allah akan terus kita laksanakan di tahun berikutnya. Ada banyak manfaat yang akan kita peroleh dari sini, terutama bertambahnya ilmu dan perkembangan pengajaran bagi guru/kelola PAUD,” sebutnya.

Magang guru/pengelola PAUD akan dilaksanakan mulai tanggal 27 September – 13 Oktober 2019 di lima lembaga PAUD Kota Banda Aceh, yaitu :

  • TK Pertiwi
  • TK Bhayangkari
  • TK IT Baitusalihin
  • TK Cut Mutia
  • dan TK Kartika

Kelima lembaga tersebut merupakan PAUD yang terakreditasi A dan mudah dijangkau selama magang.

Tujuan utama dari magang tersebut adalah untuk mengadopsi model pembelajaran yang ada di PAUD Kota Banda Aceh guna diterapkan dan dikembangkan di PAUD yang ada di Gayo Lues.

Kompetisi Penggalang Banda Aceh 2019

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Banda Aceh untuk tahun 2019 kembali melaksanakan kegiatan rutinnya bagi Pramuka Penggalang se Kwarcab Kota Banda Aceh yaitu Kompetisi Penggalang yang merupakan ajang kopetensi bagi adik-adik Pramuka Penggalang untuk uji coba ketrampilan Kepramukaan yang selama ini telah mereka dapati di Gugus Depan masing masing.

Dalam sambutan pembukaan tanggal 24 september 2019 kakak H. Aminullah Usman, SE.Ak., M.M (Kamabicab/Walikota Banda Aceh) meminta anggota Pramuka menjadi contoh Tauladan bagi masyarakat, khususnya warga Kota Banda Aceh dan terus mengembangkan diri agar menjadi pribadi terbaik khususnya di Aceh.

Pada kesempatan kali ini 22 gugus depan putera dan 20 gugus depan puteri mengikuti kegiatan ini dengan 24 mata lomba ketrampilan kepramukaan, seni budaya dan keagamaan dan berlangsung di Komplek TVRI Aceh dari tanggal 24 s.d. 29 September 2019.

Alhamdullilah kegiatan berlangsung dengan aman tanpa kendala yang berarti baik bagi peserta maupun panitia, walau hujan mengguyur saat pelaksanaan berlangsung, demikian kata ketua panitia pelaksana disela sela kegiatan berlangsung. Sementara pada saat upacara penutupan tanggal 29 September 2019 kakak Dr. Saminan, M.Pd anggota Mabicab dan juga selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menyampaikan pesannya, bahwa gerakan Pramuka merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam pembentukan nilai nilai Karakter yang kuat bagi pendidikan anak anak usia didik karena menanamkan nilai nilai luhur dalam setiap kegiatannya sehingga pemerintah mengeluarkan Permendikbud 063 tahun 2014 tentang Pendidikan Estrakurikuler Wajib Kepramukaan di setiap jenjang pendidikan.

Pada kegiatan kali ini Gugus Depan yang meraih prestasi terbaik di raih oleh Gugus Depan yang berpangkalan di SMP negeri 19 Percontohan Banda Aceh dan berharap dapat merebut Piala Bergilir Walikota Banda Aceh. Diimana pada kesempatan tersebut, kak Saminan tidak lupa mengucapkan selamat kepada pemenang dan bagi yang belum meraih prestasi teruslah semangat dan disiplin dalam berlatih agar dapat meraih prestasi terbaik kelak.

Ketua Panitia kak Marwan, S.Ag, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Kepala Stasiun TVRI Aceh dan jajarannya yang telah memberikan bantuan dan memfasilitasi kegiatan Kompetisi Penggalang 2019 Kwarcab Kota Banda Aceh, sehingga bisa berjalan dengan sukses.

Sumber berita dan photo : Humas Kwarcab Pramuka Kota Banda Aceh

Kegiatan Seleksi Calon Pengawas Sekolah

Sebanyak 34 (empat puluh tiga) orang guru dan 6 (enam) peserta dari kepala sekolah jenjang TK. Sedangkan peserta dari SD sebanyak 15 peserta dan SMP sebanyak 13 peserta mengikuti kegiatan Seleksi Calon Pengawas Sekolah yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Indonesia.

Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menaungi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh membutuhkan pengawas sekolah yang mampu membina kepala sekolah dalam rangka melaksanakan tugas pokok di sekolah yang mereka pimpin.

Hasil dari kegiatan seleksi calon pengawas ini nantinya akan mencetak pengawas sekolah yang profesional dan mampu menerapkan (6M) yaitu mendidik, mengajar, melatih, memotifator, mengevaluasi dan membina para kepala sekolah supaya dapat melaksanakan tugasnya untuk memajukan pendidikan di tempat dia memimpin.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 (empat) hari ini berupa memberi tanggapan/respon terhadap Instrumen Penilaian Potensi Kepengawasan (PPK), Penulisan Makalah Kepengawasan dan diakhir kegiatan adalah wawancara mengenai tanggapan respon yang telah perserta tulis.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kabid Pembinaan Tenaga pendidik dan Kependidikan mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan yang berlangsung mulai tanggal 22 s.d 25 September 2019 di Grand Aceh Syariah.

Dengan adanya Seleksi calon pengawas yang dilaksanakan ini, diharapkan bisa memberikan solusi terhadap kekurangan tenaga pengawas pada lingkup Disdikbud Banda Aceh selama ini. Dimana kekurangan tersebut lebih disebabkan karena banyaknya tenaga pengawas yang telah memasuki masa pensiun ataupun purnatugas.

Pelaksanaan Pekan Kreatifitas Pendidikan PAUD Kota Banda Aceh

Pelaksanaan Kegiatan Pekan Kreatifitas PAUD Banda Aceh yang dilaksanakan mulai tanggal 18 s.d 24 September 2019 bertempat di Gedung SKB adalah event rutin untuk pengembangan Program PAUD serta memperkenalkan keberhasilan dan inovasi pembelajaran jenjang PAUD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Banda Aceh dengan memperlombakan : Hafalan Surat Pendek, Menari, Mewarnai Gambar dan Menyusun Puzlle. Kegiatan selama sepekan ini diikuti hampir 1.100 peserta baik perorangan, kelompok, serta diwakili oleh 21 Gugus PAUD yang berasal dari 9 kecamatan yang ada di Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya ketua TP.PKK Kota Banda Aceh atau lebih dikenal dengan Bunda PAUD Ibu Hj. Nurmiati AR. menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa atas pelaksanaan Pekan Kreatifitas PAUD yang memberikan kontribusi besar untuk landasan bagi keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya. Usia dini merupakan “Golden Age” bagi seseorang, yang hanya ada satu kali dalam seumur hidup anak manusia dan tidak akan pernah terulang kembali, maka pergunakanlah kesempatan terbaik ini untuk kita mempersiapkan masa depan anak-anak Indonesia menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah wadah bermain dan belajar bagi anak-anak kita. Dalam prosesnya anak-anak akan di didik serta dibantu untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki sehingga berkembanglah potensi-potensi pada diri anak sejak usia dini, Enam Kompetensi Anak yang kita kembangkan meliputi : Pengembangan Potensi Nilai Agama dan Moral, Bahasa,Kognitif, Fisik Motorik, Sosial Emosional dan Seni.

Hal tersebut dipertegas oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kerja keras kita untuk mengembangkan PAUD kedepan semakin tertantang dengan perkembangan zaman terlebih lagi persiapan kita memasuki era Revolusi Industri 4.0, kita menyiapkan generasi milenial yang ada dihadapan kita ini berkontribusi menjadi generasi Islami menuju Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariat.

Dengan adanya Kreatifitas Pendidikan Anak Usia Dini pada hari ini, Layanan paripurna wajib PAUD Setahun Pra Sekolah dasar dapat terwujud serta proses pembelajaran yang ada dalam lingkungan PAUD terus berkembang, sehingga kedepan nantinya terus melahirkan anak-anak yang memiliki kesiapan, baik dari segi akhlak maupun pengetahuan demikian liputan kegiatan Pembangunan PAUD.

Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M)

Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Kecakapan Hidup melalui program Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) yang dilaksanakan di Banda Aceh mulai tanggal 31 Juli s.d 1 Agustus 2019. Dimana kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari lembaga pendidikan non formal yang mengembangkan basis pendidikan masyarakat yaitu LSM Puan Addisa, PKBM Kiat Usaha, dan SPNF SKB Banda Aceh.

Tujuan dari kegiatan ini  adalah penguatan pemeberdayaan ekonomi keluarga dengan meberikan pengetahuan keterampilan merangkai bunga, keterampilan membuat seuhab, bordir, akrilic, merias payung, dan olahan jahe yang merupakan bagian pengembangan kewirausahaan  atau euterpreneurship.

Kegiatan yang dipelopori oleh bidang pembinaan PAUD dan PNF sebagai leading sektor pembinaan Pendidikan Non Formal juga akan menghadirkan narasumber ahli dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Dinas Tenagakerja, dan serta akademisi dari UIN Ar-Raniry.

Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Plh. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Bapak Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya kepala dinas mengharapkan agar perempuan menjadi leader dalam rumahtangga dengan membekali diri dengan berbagai keterampilan yang dapat menopang perekonomian rumahtangga.

Keberhasilan sebuah rumahtangga tentunya tidak terlepas dari kesuksesan seorang perempuan dalam memanage rumah tangga. Maka dibutuhkan pendidikan yang lebih bagi perempuan karena ujung tombak keberhasilan rumah tangga ada di tangan perempuan. Majunya perekonomian keluarga akan mengembangkan perekonomian masyarakat sehingga akan mengembangkan perekonomian Kota Banda Aceh seperti yang dicanangkan oleh Walikota Banda Aceh dengan visinya Mencapai Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah.

Penutupan GSI SMP 2019

Banda Aceh – Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang SMP tingkat Kota Banda Aceh telah resmi ditutup oleh Walikota Banda Aceh, Aminullah, kemarin di Lapangan Bola Lambaro Skep (29/07/2019).

Walikota Banda Aceh sangat mengapresiasi kegiatan tersebut hingga memberikan uang pembinaan tambahan kepada para pemenang. Selain sebagai event nasional, ajang seperti ini sangat diharapkan bisa menjauhkan anak didik dari pengaruh narkoba dan kenakalan remaja lainnya. “Saya yakin dengan adanya acara seperti ini tentunya akan mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar dan juga menjadi hiburan bagi masyarakat. Anak didik kita juga akan jauh dari pengaruh narkoba jika mereka sibuk mengukir prestasi”, uangkapnya.

Seperti yang diketahui, di babak final GSI mempertemukan SMPN 3 kontra SMPN 6 yang dimenangkan oleh SMPN 3 melalui adegan adu pinalti. Nantinya juara GSI Kota Banda Aceh akan mewakili Kota Banda Aceh ke tingkat provinsi.

JUARASEKOLAHPERWAKILAN
ISMPN 3KEC BAITURRAHMAN
IISMPN 6KEC KUTA ALAM
IIISMPN 13LUENG BATA
IVSMPN 8SYIAH KUALA

Top skor
– SMPN 6 atas nama Reza
– SMPN 13 atas nama T. Khairul
.
Pemain terbaik
– SMPN 3 atas nama Zaki

FLS2N SMP 2019 Se Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Festival Dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) jenjang SMP untuk tingkat Kota Banda Aceh resmi dibuka di Aula PGRI Aceh (29/07/2019) oleh Kadis Disdikbud Kota Banda Aceh.

FLS2N merupakan kompetisi dibidang seni antar siswa yang nantinya akan mewaikili daerah ke tingkat provinsi hingga nasional. Juga memiliki tujuan melestarikan seni budaya daerah. FLS2N diikuti oleh 15 SMP se Kota Banda Aceh yang akan berlomba di lima cabang seni selama tiga hari kedepan (29-31 Juli 2019).

  • Kreativitas tari
  • Kreativitas musik tradisional
  • Gitar duet
  • Menyanyi solo
  • Desain poster

Kadis Disdikbud Kota Banda Aceh, Plh Sulaiman, menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya pembelajaran dalam kelas, melainkan juga termasuk didalamnya seni budaya. “Pendidikan bukan hanya belajar rumus-rumus, tetapi pendidikan juga termasuk didalamnya nilai seni budaya yang harus dilestarikan”, ungkapnya.

Kadis Disdikbud juga berharap suksesnya FLS2N didukung penuh oleh peserta dan juga guru pendamping serta kepala sekolah. “Mari sama-sama kita sukseskan FLS2N, karena kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak didik serta adanya pelestarian seni budaya”, harapnya.

Gala Siswa Indonesia Jenjang SMP 2019

Banda Aceh – Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang SMP yang tiap tahunnya diselenggarakan Disdikbud Kota Banda Aceh, tahun ini dibuka di Lapangan Bola Lambaro Skep (23/07/2019). Pembukaan dihadiri oleh elemen masyarakat dan siswa yang akan berlaga.

Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Plt. Sulaiman, mengharapkan semua peserta bermain dengan sportif dan fair play. “Kami berharap anak-anak menjunjung sportifitas dilapangan dan mengikuti semua arahan wasit guna menghindari bentrokan antar pemain”, ungkapnya.

Beliau juga mengharapkan hadirnya kepala sekolah dan guru pembimbing untuk mendukung penuh anak-anak yang bertanding. “Ini merupakan tanggung jawab kepala sekolah dan guru pendamping memberikan dukungan dan apresiasi kepada anak yang bertanding”, harapnya.

GSI 2019 diikuti oleh 11. Juara GSI tingkat Kota Banda Aceh nantinya akan bersaing dengan kabupaten/kota di tingkat provinsi.