Category: Berita

Sekretaris Disdikbud Banda Aceh Buka FLS3N 2026 Jenjang SD dan SMP

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh resmi menyelenggarakan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Banda Aceh tahun 2026. Acara yang menjadi panggung kreativitas bagi siswa jenjang SD dan SMP ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Teuku Erwin Irham, di Aula Tekkomdik pada Senin (11/05/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kabid GTK, Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal, Kabid Pembinaan SMP, Kabid Pembinaan SD, serta Koordinator Pengawas Sekolah, jajaran Pengawas, dan para Kepala Sekolah se-Kota Banda Aceh.

Dalam sambutan dan arahannya, Teuku Erwin Irham menekankan pentingnya pembinaan bakat sejak dini. Ia menyatakan bahwa anak-anak yang berkompetisi hari ini bukan sekadar mengejar piala, melainkan investasi bagi kemajuan budaya di masa depan.

“Anak-anak kita adalah masa depan. Merekalah yang nantinya akan mengembangkan sastra, seni, dan kreativitas di Kota Banda Aceh. Melalui wadah ini, kita ingin memastikan potensi mereka terasah dengan baik,” ujarnya.

Tahun ini, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan total ratusan siswa yang siap menunjukkan kebolehannya. Lomba FLS3N jenjang SMP dengan total peserta 149 siswa, memperlombakan 8 cabang lomba
1. Menyanyi Solo
2. Musik Asambel Campuran
3. Ilustrasi
4. Menulis cerita
5. Tari kreasi
6. Musik tradisional
7. Pantomim
8. Mendongeng

Lomba FLS3N jenjang SD dengan total peserta 172 siswa, memperlombakan 7 cabang lomba
1. Mendongeng
2. Gambar Bercerita
3. Kriya
4. Menyanyi Solo
5. Menulis Cerita
6. Pantomim
7. Tari

Teuku Erwin juga mengharapkan pelaksanaan FLS3N 2026 ini mampu menjaring talenta-talenta terbaik yang akan mewakili Kota Banda Aceh ke tingkat provinsi maupun nasional. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar sekolah dan menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap kekayaan budaya nusantara.

Pemko Banda Aceh dorong Percepatan & Pembinaan Perizinan Tempat Penitipan Anak

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil langkah serius dalam penataan dan membina lembaga pengasuhan anak di wilayah ibu kota Provinsi Aceh. Hal ini ditegaskan pada rapat pembinaan dan pengawasan perizinan Daycare yang berlangsung di Balai Keurukon, Banda Aceh, Kamis (07/05/2026).

Rapat koordinasi strategis tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Ir.Jalaluddin,ST.,MT yang didampingi oleh Asisten II, Faisal,S.STP; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Mohd Ichsan, S.STP., M.Si; Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Tiara Sutari AR, S.STP., M.M; Kabag Pemerintahan, Yusnardi, S.STP., M.Si; Ketua Pokja Bunda PAUD, Dr. dr. Siti Hajar, M.Kes., M.Ked(Oph)., SpM; Sekretaris Disdikbud , Teuku Erwin Irham, SP., M.Si; Ketua DWP Disdikbud, Ny Maisarah Sulaiman Bakri; Kabid Pembinaan PAUD & PNF, Ridhwan Usman, S.Pd., M.Pd; para Camat se-Kota Banda Aceh serta 46 perwakilan lembaga Daycare di Kota Banda Aceh.

Kehadiran 46 pengurus Daycare se-Kota Banda Aceh menunjukkan antusiasme sekaligus urgensi standarisasi layanan pengasuhan anak saat ini.

Rapat koordinasi ini berlangsung dengan baik dan dinamis serta mampu menjawab semua pertanyaan peserta yang pada akhirnya mencapai kesepakatan untuk mendorong percepatan legalitas lembaga TPA ( Daycare ) yang kemudian akan dibina dan diawasi melalui Tim Pengawasan dan Pembinaan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam pelaksanaannya, Kepala DPMPTSP menyampaikan informasi terkait proses pengurusan Izin Berusaha bagi lembaga pendidikan non formal yang saat ini dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui fasilitas pendukung di MPP Banda Aceh.

Selanjutnya, Teuku Erwin sebagai sekretaris Disdikbud menjelaskan tahapan & instrumen pendukung pendidikan yang dibutuhkan oleh lembaga penyelenggara pengasuhan anak dan tahapan pengajuan legalitasnya sampai dengan penerbitan Nomor Pokok Sekolah Nasional ( NPSN ) sebagai identitas resmi tiap satuan pendidikan hingga kemudian layak untuk memperoleh pembinaan dari pemerintah.

Pertemuan ini juga mensosialisasikan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh telah membentuk Tim Pengawasan dan Pembinaan yang akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi daycare guna memperketat pengawasan administratif maupun operasional di lapangan.

‎”Tim ini akan bertugas untuk memastikan bahwa setiap lembaga pengasuhan anak tidak hanya mengantongi izin, tetapi juga memenuhi standar pelayanan minimal, keamanan, serta pemenuhan hak-hak anak secara optimal,” tegas Sekda Kota Banda Aceh, Jalaluddin.

‎Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi orang tua di Banda Aceh yang menitipkan anak-anak mereka, sekaligus memastikan seluruh Daycare beroperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku demi mencetak generasi emas yang terlindungi dan terdidik sejak dini.

Perkuat Mutu Pendidikan, Disdikbud Banda Aceh Bekali Pengawas Sekolah Literasi Data dan Digitalisasi

BANDA ACEH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengawas sekolah guna memantapkan kualitas pengawasan pendidikan di era digital. Kegiatan ini dilangsungkan di SD Negeri 54 Banda Aceh pada Rabu, 7 Mei 2026.

Sebanyak 25 pengawas sekolah dari berbagai jenjang di lingkungan Kota Banda Aceh hadir sebagai peserta. Pelatihan ini dirancang untuk mengasah keterampilan teknis dan manajerial yang menjadi bekal krusial dalam menjalankan fungsi pengawasan di lapangan.

Dalam agenda tahun ini, peningkatan kapasitas difokuskan pada tiga ranah strategis yang menjadi tantangan besar dunia pendidikan saat ini:

Literasi Data: Memandirikan pengawas dalam membaca, menganalisis, dan memanfaatkan data pendidikan sebagai dasar pengambilan kebijakan di sekolah.

Digitalisasi Supervisi Pembelajaran: Transformasi metode supervisi dari cara konvensional menuju sistem berbasis digital yang lebih efisien dan terukur.

Pemberdayaan Komunitas Belajar (Kombel): Mendorong pengawas untuk aktif menggerakkan wadah kolaborasi antar-pendidik guna memecahkan masalah pembelajaran secara kolektif.

Sinergi untuk Mutu Pendidikan
Kegiatan ini terselenggara berkat fasilitasi dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan pengawas sekolah yang tidak hanya berperan sebagai pemantau, tetapi juga sebagai pendamping (coach) yang mampu memacu peningkatan mutu sekolah binaannya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh berharap melalui penguatan kapasitas ini, kualitas pendidikan di wilayah Ibu Kota Provinsi Aceh akan semakin meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.

Disdikbud Banda Aceh Perkuat Sinergi Cegah Perundungan di Lingkungan Sekolah

BANDA ACEH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh secara resmi menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Berbasis Sekolah. Acara yang berlangsung di Hotel Al-Hanifi, Banda Aceh, pada Rabu (06/05/2026) ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa di Ibu Kota Provinsi Aceh tersebut.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham, yang hadir didampingi oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Meri Kasihani.

Sosialisasi ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dari jenjang TK, SD, hingga SMP di seluruh Kota Banda Aceh. Pemilihan para pemangku kebijakan kesiswaan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi program pencegahan kekerasan langsung di unit satuan pendidikan masing-masing.

Dalam laporannya, Kabid GTK Meri Kasihani menekankan bahwa sekolah harus menjadi “rumah kedua” yang menjamin keselamatan fisik maupun psikologis anak. Sosialisasi ini juga membekali para peserta dengan regulasi terbaru mengenai perlindungan anak dan teknik mediasi konflik di sekolah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Disdikbud Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menghapus praktik perundungan (bullying) yang kerap menjadi fenomena gunung es di dunia pendidikan.

“Kami tidak ingin sekolah hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ekosistem yang menyemai karakter dan rasa saling menghargai. Perundungan, sekecil apa pun bentuknya, adalah hambatan serius bagi perkembangan mental dan akademik siswa.

Melalui sosialisasi ini, kami menginstruksikan kepada seluruh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan untuk menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini potensi kekerasan. Jangan ada lagi pembiaran dengan dalih ‘bercanda’. Kita harus membangun sistem pelaporan yang aman bagi korban dan memberikan edukasi yang humanis namun tegas kepada pelaku. Target kita jelas Zero Tolerance terhadap kekerasan di sekolah-sekolah Kota Banda Aceh.”

‎Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada tataran seremoni saja. Para peserta ditargetkan mampu menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan kekerasan di sekolah masing-masing, serta membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sebagaimana diamanatkan oleh regulasi pusat.

‎Dengan penguatan kapasitas ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh optimis dapat mewujudkan predikat Sekolah Ramah Anak yang sesungguhnya di seluruh pelosok kota.

Disdikbud Salurkan Bantuan Masa Panik Pendidikan Untuk Siswi Terdampak Musibah Kebakaran

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri yang didampingi Kepala Bidang Pembinaan SD, Ketua K3SD, serta beberapa kepala sekolah turun langsung menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran yang terjadi di Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng(28/4/2026).

Kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah yang dihuni Vania Larissa siswi SD Negeri 42 Banda Aceh terjadi sekitar pukul 11.00 WIB (16/4/2026).

Dalam kunjungannya ke lokasi, Sulaiman Bakri menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang dialami korban. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh akan selalu hadir untuk siswa-siswi yang tertimpa bencana.

“Kami atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh turut berduka atas musibah ini. Semoga Bapak Rasyidi dan keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Sulaiman Bakri.

Disdikbud Kota Banda Aceh Distribusikan 5.360 Al-Quran Bantuan Presiden RI

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh mendistribusikan 5.360 pcs Al Qur’an bantuan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kemendagri kepada 128 sekolah se Kota Banda Aceh (28/04/2026).

Bantuan tersebut didistribusikan dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana alam di provinsi Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian nyata dari pemerintah pusat terhadap keberlangsungan pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai religius di kalangan generasi muda Aceh.

Menurutnya, distribusi Al-Qur’an ini diharapkan dapat menyentuh aspek spiritualitas siswa, terutama dalam mendukung program literasi Al-Qur’an yang selama ini sudah berjalan di sekolah-sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi bantuan dari Presiden melalui Kemendagri. Ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan amanah untuk membina moral anak-anak didik kita, khususnya dalam masa pemulihan dan penguatan infrastruktur pendidikan pasca bencana,” ujar Sulaiman.

Penyerahan bantuan ini juga disaksikan oleh jajaran pejabat di lingkungan Disdikbud Kota Banda Aceh serta para kepala sekolah.

Ratusan Siswa PAUD se-Banda Aceh Ikuti Manasik Haji Cilik di Asrama Haji

BANDA ACEH – Manasik Haji Cilik yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam (FKG PAI) TK Kota Banda Aceh di kompleks Asrama Haji Aceh pada Senin (27/04/2026). Kegiatan Manasik Haji Cilik ini diikuti oleh lebih dari 3.000 siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 9 kecamatan di Kota Banda Aceh.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Bunda PAUD Kota Banda Aceh yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, Muhammad.

Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pengenalan nilai-nilai agama dan rukun Islam sejak dini melalui praktik langsung.

“Kegiatan ini bukan sekadar simulasi, melainkan upaya kita menanamkan kecintaan anak-anak terhadap ibadah haji dan memperkuat karakter religius mereka sejak usia emas,” ujar Muhammad.

Kemeriahan acara ini turut didukung oleh kehadiran sejumlah tokoh penting di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Banda Aceh, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal, Ketua K3TK (Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-kanak), Bunda PAUD Kecamatan se-Kota Banda Aceh, dan Pengawas Sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri turut memberikan dukungan penuh dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap kegiatan manasik haji cilik dapat terus dilaksanakan sebagai sarana pembentukan karakter anak, sehingga nilai-nilai ibadah yang dipelajari dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan tumbuh menjadi bagian dari pribadi anak-anak di masa depan.

Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, memberikan gambaran visual yang nyata bagi anak-anak mengenai salah satu kewajiban umat Muslim dalam rukun Islam yang kelima.

Disdikbud Kota Banda Aceh Peusijuk Calon Jamaah Haji 1447 Hijriah

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menggelar kegiatan peusijuk bagi 3 calon jamaah haji di lingkungan Disdikbud. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan di Mushalla Al Ikhlas Disdikbud, Jumat (24/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pegawai ASN Disdikbud, dan calon jamaah haji Nurliana Kabid Kebudayaan, dan Husnul khatimah staf bidang UKA. Prosesi peusijuk menjadi simbol doa dan harapan agar para jamaah diberikan kemudahan dalam menunaikan rukun Islam kelima, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan dalam keadaan sehat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada calon jamaah haji dan ASN yang hadir agar senantiasa bersabar dan meningkatkan keikhlasan dalam menjalankan setiap amanah. Ia juga mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT yang patut disyukuri dan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Dalam rangkaian kegiatan, tausiah disampaikan oleh Ustadz Marwan Fikri yang menguraikan pentingnya memahami hakikat ibadah secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya terbatas pada aspek lahiriah (ibadat al-badaniyah), tetapi juga mencakup dimensi batiniah (ibadat al-batiniyah).

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penceramah, dilanjutkan dengan prosesi peusijuk bagi calon jamaah haji oleh penceramah, Kabid Pembinaan SMP, dan pengawas sekolah. Kegiatan ini diharapkan membawa keberkahan serta kelancaran bagi para jamaah, sekaligus memperkuat nilai spiritual di lingkungan Disdikbud Kota Banda Aceh.

Gemuruh Marching Band Disdikbud Semarakkan Apel Puncak HUT Ke-821 Kota Banda Aceh

BANDA ACEH — Penampilan memukau dari Marching Band Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh sukses menjadi daya tarik utama dan menambah semarak rangkaian apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh. Perayaan hari jadi “Kota Serambi Mekkah” ini dilangsungkan dengan khidmat dan meriah di Lapangan Jasdam Iskandar Muda, Neusu Jaya, pada Rabu (22/4/2026).

Apel akbar tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini diikuti oleh barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, juga dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Pelaksanaan apel di Lapangan Jasdam Neusu Jaya ini merupakan agenda puncak dalam kalender perayaan HUT Kota Banda Aceh tahun ini. Di usia yang menginjak 821 tahun, momentum ini diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Kreativitas yang ditunjukkan oleh 400 siswa/i dari berbagai sekolah SD dan SMP di Kota Banda Aceh tersebut menjadi bukti nyata dedikasi sektor pendidikan dalam memajukan seni budaya di ibu kota Provinsi Aceh ini demi mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi.

Di penghujung upacara, atmosfer lapangan seketika berubah meriah saat Marching Band Disdikbud memulai atraksinya dengan tampil kompak dan menunjukkan kebolehan mereka. Derap langkah yang serempak serta harmoni nada yang megah membakar semangat kebersamaan di momentum hari bersejarah tersebut.

Atraksi dan formasi apik yang disuguhkan mengundang decak kagum. Penampilan drumband ini pun mendapat aplus yang gemuruh dari seluruh peserta upacara. Tidak ketinggalan, apresiasi dan aplus yang luar biasa juga diberikan oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta seluruh jajaran Forkopimda yang tampak terpukau di tribun kehormatan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh Gelar ToT (Training of trainers) untuk 180 Calon Guru Diniyah Tingkat SMP

  • BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan agama. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Motivasi dan Pengembangan Diri bagi Guru Pendidikan Diniyah Kota Banda Aceh yang bertempat di Auditorium Landmark BSI Aceh.
    Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Staf Ahli Bidang Keistimewaan Kemasyarakatan dan SDM, Ridwan.

    Sulaiman Bakri Kadisdikbud Kota Banda Aceh mengatakan terselenggara pelatihan ini atas kerja sama dengan lembaga Suficademik, BSI Reg Aceh, diikuti 180 guru dengan antusias. Para peserta tersebut merupakan calon guru Diniyah yang nantinya akan mengabdi dan bertugas di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Kota Banda Aceh.

    Acara pembukaan pelatihan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran legislatif dan eksekutif daerah setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat penting, di antaranya:
    Musriadi, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, beserta Efiaty Z, Mehran Gara R, dan Syarifah Munira yang merupakan anggota DPRK.
    Teuku Erwin Irham, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh.
    Meri Kasihani, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
    Syarifah Nargis, Kepala Bidang Pembinaan SMP.
    Syahril, Kepala Bidang Pembinaan SD.

    Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan para calon guru Diniyah dapat memiliki motivasi yang kuat serta kemampuan pengembangan diri yang optimal untuk mendidik dan mencetak generasi muda Banda Aceh yang berkarakter dan Islami.