Archive: 19 May 2026

Semarak O2SN 2026

BANDA ACEH – Geliat olahraga prestasi di tingkat pelajar Kota Banda Aceh kembali membara. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh resmi menggelar seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ajang bergengsi ini menjadi panggung bagi para atlet muda terbaik kota untuk memperebutkan tiket menuju kompetisi tingkat provinsi.

Pergelaran O2SN tahun ini mempertandingkan sejumlah cabang olahraga (cabor) unggulan dengan jadwal 18-21 Mei 2026 dengan lokasi sebagai berikut:

– Renang SD dan SMP
Tempat : Kolam Renang Raider

– Bulu Tangkis SD dan SMP
Tempat : Gelanggang USK

– Pencak SilatSD dan SMP
Tempat : Aula Tekkomdik

– AtletikSD dan SMP
Tempat : Stadion Mini USK

– Panjat Tebing SMP
Tempat : Stadion Harapan Bangsa

– Senam SD
Tempat : Aula SGO/Kampus UT Stui

Seleksi O2SN ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan komitmen nyata Pemerintah Kota Banda Aceh dalam membangun karakter, sportivitas, dan fisik yang sehat bagi generasi muda.

Melalui kompetisi yang ketat namun sehat ini, diharapkan lahir atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya mampu mengharumkan nama Banda Aceh di tingkat nasional, tetapi juga internasional di masa depan.

Kadisdikbud Tutup FLS3N 2026 jenjang SD Kota Banda Aceh

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, secara resmi menutup rangkaian Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD tingkat Kota Banda Aceh. Acara penutupan ini digelar di Aula Tekkomdik Banda Aceh, Rabu (15/05/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Kabid Pembinaan SD, para Kepala Sekolah Dasar, serta para orang tua siswa yang hadir memberikan dukungan penuh bagi talenta muda mereka.

Dalam sambutannya, Kadisdikbud Sulaiman Bakri menyatakan rasa bangganya melihat keberanian dan bakat yang ditampilkan oleh para siswa sekolah dasar. Beliau menilai bahwa kecintaan terhadap seni dan sastra harus dipupuk sedini mungkin.

“Anak-anak kita di jenjang SD memiliki imajinasi yang luar biasa. Melalui FLS3N ini, kita memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri, membangun rasa percaya diri, dan menanamkan nilai-nilai budaya bangsa sejak usia dini,” ungkap Sulaiman.

Beliau menambahkan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter, di mana kejujuran dan kerja keras menjadi fondasi utama dalam berkarya.

Lebih lanjut, Sulaiman Bakri mengapresiasi peran aktif para guru dan orang tua dalam membimbing anak-anak. Menurutnya, antusiasme orang tua yang hadir hari ini membuktikan adanya sinergi yang baik dalam mendukung minat dan bakat anak di luar bidang akademik.

“Seni mengajarkan kelembutan hati dan kedisiplinan. Saya berpesan kepada para orang tua dan kepala sekolah, teruslah dukung potensi anak-anak kita. Juara adalah bonus, namun keberanian mereka untuk tampil adalah prestasi yang sesungguhnya,” tuturnya.

Kemeriahan acara penutupan terlihat saat pengumuman pemenang dari berbagai cabang lomba seperti menyanyi tunggal, seni tari, pantomim, hingga gambar bercerita. Para pemenang terbaik di tingkat kota ini nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kota Banda Aceh di ajang FLS3N tingkat Provinsi.

Berikut para pemenang FLS3N jenjang SD Kota Banda Aceh:

‎- Gambar Bercerita
‎SD Negeri 54 Banda Aceh sebagai juara 1
‎SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh sebagai juara 2
‎SD Islam Al Azhar Cairo Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Menyayi Solo
‎SD Methodist Banda Aceh sebagai juara 1
‎SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh sebagai juara 2
‎SD Negeri 42 Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Kriya
‎SDIT Quantum School Banda Aceh sebagai juara 1
‎SD Islam Al Azhar Cairo Banda Aceh sebagai juara 2
‎SD Negeri 31 Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Mendongeng
‎SD IT Nurul Ishlah Banda Aceh sebagai juara 1
‎SD Negeri 50 Banda Aceh sebagai juara 2
‎SD Al Azhar Cairo Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Menulis Cerita
‎SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh sebagai juara 1
‎SD Negeri 16 Banda Aceh sebagai juara 2
‎SD Negeri 33 Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Pantomim
‎SD Negeri 3 Banda Aceh sebagai juara 1
‎SD Negeri 22 Banda Aceh sebagai juara 2
‎SD Negeri 16 Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Tari
‎SD Negeri 53 Banda Aceh sebagai juara 1
‎SD IT Nurul Ishlah Banda Aceh sebagai juara 2
‎SD Negeri 3 Banda Aceh sebagai juara

Kadisdikbud Tutup FLS3N jenjang SMP Kota Banda Aceh

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, secara resmi menutup rangkaian Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP tingkat Kota Banda Aceh. Acara penutupan berlangsung di Aula Tekkomdik Banda Aceh pada Rabu, (13/05/2026).

Hadir dalam penutupan tersebut Kabid Pembinaan SMP, Kabid Pembinaan SD, Koordinator Pengawas Sekolah, jajaran Kepala Sekolah, serta para orang tua siswa yang antusias mendampingi putra-putri mereka.

Dalam arahannya sebelum menutup kegiatan secara resmi, Kadisdikbud Sulaiman Bakri menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan bakat luar biasa di bidang seni dan sastra.

“FLS3N bukan sekadar kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik, melainkan wadah bagi siswa-siswi kita untuk mengasah kreativitas, sportivitas, dan memperhalus budi pekerti melalui karya seni,” ujar Sulaiman.

Sulaiman Bakri juga memberikan ucapan terima kasih khusus kepada para guru pendamping dan orang tua. Ia menilai keberhasilan anak didik tidak lepas dari dukungan moral dan pembinaan berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun rumah.

“Kami berharap para pemenang yang nantinya akan mewakili Banda Aceh ke tingkat yang lebih tinggi dapat terus berlatih dengan tekun. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati, karena pengalaman tampil di panggung sebesar ini adalah kemenangan tersendiri,” tambahnya.

Kegiatan FLS3N tahun ini menyuguhkan berbagai cabang lomba, mulai dari seni tari, vokal solo, hingga desain poster dan menulis cerpen. Penutupan acara ditandai dengan pengumuman para juara yang akan dipersiapkan untuk melaju ke tingkat provinsi.

Berikut para pemenang FLS3N jenjang SMP Kota Banda Aceh:

‎- Ilustrasi :
‎ SMP Negeri 19 Percontohan sebagai juara 1
‎ SMP Negeri 17 Banda Aceh sebagai juara 2
‎ SMP Islam sebagai juara 3

‎- Menyanyi Solo :
‎ SMP Negeri 11 Banda Aceh sebagai juara 1
‎ SMP Negeri 1 Banda Aceh sebagai juara 2
‎ SMP Negeri 3 Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Kreatifitas Musik Tradisional :
‎SMP Negeri 8 Banda Aceh sebagai juara 1
‎SMP Negeri 6 Banda Aceh sebagai juara 2
‎SMP Negeri 10 Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Ansambel Musik :
‎SMP Negeri 6 Banda Aceh sebagai juara 1
‎SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh sebagai juara 2
‎SMP Negeri 3 Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Tari Kreasi :
‎SMP Negeri 1 Banda Aceh sebagai juara 1
‎SMP Negeri 6 Banda Aceh sebagai juara 2
‎SMP Negeri 2 Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Pantomim:
‎SMP Negeri 3 Banda Aceh sebagai juara 1
‎SMP Negeri 10 Banda Aceh sebagai juara 2
‎SMP Negeri 13 Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Mendongeng:
‎SMP Negeri 1 Banda Aceh sebagai juara 1
‎SMP Negeri 2 Banda Aceh sebagai juara 2
‎SMP Negeri 6 Banda Aceh sebagai juara 3

‎- Menulis cerita:
‎SMP Negeri 4 Banda Aceh sebagai juara 1
‎SMP Nurul Fikri sebagai juara 2
‎SMP Negeri 2 Banda Aceh sebagai Juara 3

Dua Pendidik Kota Banda Aceh Raih Penghargaan Bergengsi Pada Ajang Lomba Video Konten Berbagi Praktik Baik Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)

BANDA ACEH – Dua Tenaga Pendidik terbaik Disdikbud Kota Banda Aceh berhasil menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Lomba Video Konten Berbagi Praktik Baik Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Aceh dalam rangka menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Prestasi tertinggi diraih oleh Putri Balqis, guru dari SMP Negeri 16 Banda Aceh, yang sukses dinobatkan sebagai Juara Terbaik 1. Sementara itu, Ummu K. Khasanah, guru dari SD Negeri 27 Banda Aceh, turut mengharumkan nama Kota Banda Aceh dengan meraih gelar Juara Terbaik 2.

Menanggapi capaian luar biasa ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga atas dedikasi serta kreativitas yang ditunjukkan oleh kedua guru tersebut.

“Atas nama pribadi dan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Putri Balqis dan Ibu Ummu K. Khasanah. Ini adalah bukti nyata bahwa guru-guru kita di Banda Aceh tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu berinovasi dan berbagi inspirasi melalui teknologi digital,” ujar Sulaiman Bakri, Senin (11/5).

Sulaiman menambahkan bahwa kemenangan ini merupakan kado indah bagi Kota Banda Aceh di momen Hardiknas 2026. Ia berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh guru di Banda Aceh untuk terus mengembangkan kompetensi, terutama dalam mendokumentasikan praktik baik pembelajaran yang inspiratif.

Ajang lomba video konten ini diikuti oleh ratusan GTK dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Kriteria penilaian menitikberatkan pada orisinalitas ide, efektivitas praktik baik yang dibagikan, serta kualitas penyajian konten yang edukatif.

Keberhasilan Putri Balqis dan Ummu K. Khasanah menunjukkan bahwa transformasi digital dalam dunia pendidikan di Banda Aceh telah berjalan ke arah yang positif. Sulaiman Bakri menegaskan komitmen dinasnya untuk terus mendukung pengembangan kapasitas guru dalam penguasaan IT dan metode pembelajaran kreatif.

“Semoga semangat berbagi praktik baik ini tidak berhenti di sini, melainkan terus menular kepada guru-guru lain demi mewujudkan kualitas pendidikan Aceh yang lebih hebat di masa depan,” pungkasnya.

Sekretaris Disdikbud Banda Aceh Buka FLS3N 2026 Jenjang SD dan SMP

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh resmi menyelenggarakan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Banda Aceh tahun 2026. Acara yang menjadi panggung kreativitas bagi siswa jenjang SD dan SMP ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Teuku Erwin Irham, di Aula Tekkomdik pada Senin (11/05/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kabid GTK, Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal, Kabid Pembinaan SMP, Kabid Pembinaan SD, serta Koordinator Pengawas Sekolah, jajaran Pengawas, dan para Kepala Sekolah se-Kota Banda Aceh.

Dalam sambutan dan arahannya, Teuku Erwin Irham menekankan pentingnya pembinaan bakat sejak dini. Ia menyatakan bahwa anak-anak yang berkompetisi hari ini bukan sekadar mengejar piala, melainkan investasi bagi kemajuan budaya di masa depan.

“Anak-anak kita adalah masa depan. Merekalah yang nantinya akan mengembangkan sastra, seni, dan kreativitas di Kota Banda Aceh. Melalui wadah ini, kita ingin memastikan potensi mereka terasah dengan baik,” ujarnya.

Tahun ini, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan total ratusan siswa yang siap menunjukkan kebolehannya. Lomba FLS3N jenjang SMP dengan total peserta 149 siswa, memperlombakan 8 cabang lomba
1. Menyanyi Solo
2. Musik Asambel Campuran
3. Ilustrasi
4. Menulis cerita
5. Tari kreasi
6. Musik tradisional
7. Pantomim
8. Mendongeng

Lomba FLS3N jenjang SD dengan total peserta 172 siswa, memperlombakan 7 cabang lomba
1. Mendongeng
2. Gambar Bercerita
3. Kriya
4. Menyanyi Solo
5. Menulis Cerita
6. Pantomim
7. Tari

Teuku Erwin juga mengharapkan pelaksanaan FLS3N 2026 ini mampu menjaring talenta-talenta terbaik yang akan mewakili Kota Banda Aceh ke tingkat provinsi maupun nasional. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar sekolah dan menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap kekayaan budaya nusantara.

Pemko Banda Aceh dorong Percepatan & Pembinaan Perizinan Tempat Penitipan Anak

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil langkah serius dalam penataan dan membina lembaga pengasuhan anak di wilayah ibu kota Provinsi Aceh. Hal ini ditegaskan pada rapat pembinaan dan pengawasan perizinan Daycare yang berlangsung di Balai Keurukon, Banda Aceh, Kamis (07/05/2026).

Rapat koordinasi strategis tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Ir.Jalaluddin,ST.,MT yang didampingi oleh Asisten II, Faisal,S.STP; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Mohd Ichsan, S.STP., M.Si; Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Tiara Sutari AR, S.STP., M.M; Kabag Pemerintahan, Yusnardi, S.STP., M.Si; Ketua Pokja Bunda PAUD, Dr. dr. Siti Hajar, M.Kes., M.Ked(Oph)., SpM; Sekretaris Disdikbud , Teuku Erwin Irham, SP., M.Si; Ketua DWP Disdikbud, Ny Maisarah Sulaiman Bakri; Kabid Pembinaan PAUD & PNF, Ridhwan Usman, S.Pd., M.Pd; para Camat se-Kota Banda Aceh serta 46 perwakilan lembaga Daycare di Kota Banda Aceh.

Kehadiran 46 pengurus Daycare se-Kota Banda Aceh menunjukkan antusiasme sekaligus urgensi standarisasi layanan pengasuhan anak saat ini.

Rapat koordinasi ini berlangsung dengan baik dan dinamis serta mampu menjawab semua pertanyaan peserta yang pada akhirnya mencapai kesepakatan untuk mendorong percepatan legalitas lembaga TPA ( Daycare ) yang kemudian akan dibina dan diawasi melalui Tim Pengawasan dan Pembinaan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam pelaksanaannya, Kepala DPMPTSP menyampaikan informasi terkait proses pengurusan Izin Berusaha bagi lembaga pendidikan non formal yang saat ini dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui fasilitas pendukung di MPP Banda Aceh.

Selanjutnya, Teuku Erwin sebagai sekretaris Disdikbud menjelaskan tahapan & instrumen pendukung pendidikan yang dibutuhkan oleh lembaga penyelenggara pengasuhan anak dan tahapan pengajuan legalitasnya sampai dengan penerbitan Nomor Pokok Sekolah Nasional ( NPSN ) sebagai identitas resmi tiap satuan pendidikan hingga kemudian layak untuk memperoleh pembinaan dari pemerintah.

Pertemuan ini juga mensosialisasikan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh telah membentuk Tim Pengawasan dan Pembinaan yang akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi daycare guna memperketat pengawasan administratif maupun operasional di lapangan.

‎”Tim ini akan bertugas untuk memastikan bahwa setiap lembaga pengasuhan anak tidak hanya mengantongi izin, tetapi juga memenuhi standar pelayanan minimal, keamanan, serta pemenuhan hak-hak anak secara optimal,” tegas Sekda Kota Banda Aceh, Jalaluddin.

‎Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi orang tua di Banda Aceh yang menitipkan anak-anak mereka, sekaligus memastikan seluruh Daycare beroperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku demi mencetak generasi emas yang terlindungi dan terdidik sejak dini.

Perkuat Mutu Pendidikan, Disdikbud Banda Aceh Bekali Pengawas Sekolah Literasi Data dan Digitalisasi

BANDA ACEH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengawas sekolah guna memantapkan kualitas pengawasan pendidikan di era digital. Kegiatan ini dilangsungkan di SD Negeri 54 Banda Aceh pada Rabu, 7 Mei 2026.

Sebanyak 25 pengawas sekolah dari berbagai jenjang di lingkungan Kota Banda Aceh hadir sebagai peserta. Pelatihan ini dirancang untuk mengasah keterampilan teknis dan manajerial yang menjadi bekal krusial dalam menjalankan fungsi pengawasan di lapangan.

Dalam agenda tahun ini, peningkatan kapasitas difokuskan pada tiga ranah strategis yang menjadi tantangan besar dunia pendidikan saat ini:

Literasi Data: Memandirikan pengawas dalam membaca, menganalisis, dan memanfaatkan data pendidikan sebagai dasar pengambilan kebijakan di sekolah.

Digitalisasi Supervisi Pembelajaran: Transformasi metode supervisi dari cara konvensional menuju sistem berbasis digital yang lebih efisien dan terukur.

Pemberdayaan Komunitas Belajar (Kombel): Mendorong pengawas untuk aktif menggerakkan wadah kolaborasi antar-pendidik guna memecahkan masalah pembelajaran secara kolektif.

Sinergi untuk Mutu Pendidikan
Kegiatan ini terselenggara berkat fasilitasi dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan pengawas sekolah yang tidak hanya berperan sebagai pemantau, tetapi juga sebagai pendamping (coach) yang mampu memacu peningkatan mutu sekolah binaannya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh berharap melalui penguatan kapasitas ini, kualitas pendidikan di wilayah Ibu Kota Provinsi Aceh akan semakin meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.

Disdikbud Banda Aceh Perkuat Sinergi Cegah Perundungan di Lingkungan Sekolah

BANDA ACEH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh secara resmi menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Berbasis Sekolah. Acara yang berlangsung di Hotel Al-Hanifi, Banda Aceh, pada Rabu (06/05/2026) ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa di Ibu Kota Provinsi Aceh tersebut.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham, yang hadir didampingi oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Meri Kasihani.

Sosialisasi ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dari jenjang TK, SD, hingga SMP di seluruh Kota Banda Aceh. Pemilihan para pemangku kebijakan kesiswaan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi program pencegahan kekerasan langsung di unit satuan pendidikan masing-masing.

Dalam laporannya, Kabid GTK Meri Kasihani menekankan bahwa sekolah harus menjadi “rumah kedua” yang menjamin keselamatan fisik maupun psikologis anak. Sosialisasi ini juga membekali para peserta dengan regulasi terbaru mengenai perlindungan anak dan teknik mediasi konflik di sekolah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Disdikbud Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menghapus praktik perundungan (bullying) yang kerap menjadi fenomena gunung es di dunia pendidikan.

“Kami tidak ingin sekolah hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ekosistem yang menyemai karakter dan rasa saling menghargai. Perundungan, sekecil apa pun bentuknya, adalah hambatan serius bagi perkembangan mental dan akademik siswa.

Melalui sosialisasi ini, kami menginstruksikan kepada seluruh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan untuk menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini potensi kekerasan. Jangan ada lagi pembiaran dengan dalih ‘bercanda’. Kita harus membangun sistem pelaporan yang aman bagi korban dan memberikan edukasi yang humanis namun tegas kepada pelaku. Target kita jelas Zero Tolerance terhadap kekerasan di sekolah-sekolah Kota Banda Aceh.”

‎Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada tataran seremoni saja. Para peserta ditargetkan mampu menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan kekerasan di sekolah masing-masing, serta membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sebagaimana diamanatkan oleh regulasi pusat.

‎Dengan penguatan kapasitas ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh optimis dapat mewujudkan predikat Sekolah Ramah Anak yang sesungguhnya di seluruh pelosok kota.