Archive: 28 April 2026

Disdikbud Salurkan Bantuan Masa Panik Pendidikan Untuk Siswi Terdampak Musibah Kebakaran

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri yang didampingi Kepala Bidang Pembinaan SD, Ketua K3SD, serta beberapa kepala sekolah turun langsung menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran yang terjadi di Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng(28/4/2026).

Kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah yang dihuni Vania Larissa siswi SD Negeri 42 Banda Aceh terjadi sekitar pukul 11.00 WIB (16/4/2026).

Dalam kunjungannya ke lokasi, Sulaiman Bakri menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang dialami korban. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh akan selalu hadir untuk siswa-siswi yang tertimpa bencana.

“Kami atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh turut berduka atas musibah ini. Semoga Bapak Rasyidi dan keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Sulaiman Bakri.

Disdikbud Kota Banda Aceh Distribusikan 5.360 Al-Quran Bantuan Presiden RI

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh mendistribusikan 5.360 pcs Al Qur’an bantuan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kemendagri kepada 128 sekolah se Kota Banda Aceh (28/04/2026).

Bantuan tersebut didistribusikan dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana alam di provinsi Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian nyata dari pemerintah pusat terhadap keberlangsungan pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai religius di kalangan generasi muda Aceh.

Menurutnya, distribusi Al-Qur’an ini diharapkan dapat menyentuh aspek spiritualitas siswa, terutama dalam mendukung program literasi Al-Qur’an yang selama ini sudah berjalan di sekolah-sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi bantuan dari Presiden melalui Kemendagri. Ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan amanah untuk membina moral anak-anak didik kita, khususnya dalam masa pemulihan dan penguatan infrastruktur pendidikan pasca bencana,” ujar Sulaiman.

Penyerahan bantuan ini juga disaksikan oleh jajaran pejabat di lingkungan Disdikbud Kota Banda Aceh serta para kepala sekolah.

Ratusan Siswa PAUD se-Banda Aceh Ikuti Manasik Haji Cilik di Asrama Haji

BANDA ACEH – Manasik Haji Cilik yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam (FKG PAI) TK Kota Banda Aceh di kompleks Asrama Haji Aceh pada Senin (27/04/2026). Kegiatan Manasik Haji Cilik ini diikuti oleh lebih dari 3.000 siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 9 kecamatan di Kota Banda Aceh.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Bunda PAUD Kota Banda Aceh yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, Muhammad.

Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pengenalan nilai-nilai agama dan rukun Islam sejak dini melalui praktik langsung.

“Kegiatan ini bukan sekadar simulasi, melainkan upaya kita menanamkan kecintaan anak-anak terhadap ibadah haji dan memperkuat karakter religius mereka sejak usia emas,” ujar Muhammad.

Kemeriahan acara ini turut didukung oleh kehadiran sejumlah tokoh penting di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Banda Aceh, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal, Ketua K3TK (Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-kanak), Bunda PAUD Kecamatan se-Kota Banda Aceh, dan Pengawas Sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri turut memberikan dukungan penuh dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap kegiatan manasik haji cilik dapat terus dilaksanakan sebagai sarana pembentukan karakter anak, sehingga nilai-nilai ibadah yang dipelajari dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan tumbuh menjadi bagian dari pribadi anak-anak di masa depan.

Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, memberikan gambaran visual yang nyata bagi anak-anak mengenai salah satu kewajiban umat Muslim dalam rukun Islam yang kelima.

Disdikbud Kota Banda Aceh Peusijuk Calon Jamaah Haji 1447 Hijriah

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menggelar kegiatan peusijuk bagi 3 calon jamaah haji di lingkungan Disdikbud. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan di Mushalla Al Ikhlas Disdikbud, Jumat (24/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pegawai ASN Disdikbud, dan calon jamaah haji Nurliana Kabid Kebudayaan, dan Husnul khatimah staf bidang UKA. Prosesi peusijuk menjadi simbol doa dan harapan agar para jamaah diberikan kemudahan dalam menunaikan rukun Islam kelima, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan dalam keadaan sehat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada calon jamaah haji dan ASN yang hadir agar senantiasa bersabar dan meningkatkan keikhlasan dalam menjalankan setiap amanah. Ia juga mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT yang patut disyukuri dan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Dalam rangkaian kegiatan, tausiah disampaikan oleh Ustadz Marwan Fikri yang menguraikan pentingnya memahami hakikat ibadah secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya terbatas pada aspek lahiriah (ibadat al-badaniyah), tetapi juga mencakup dimensi batiniah (ibadat al-batiniyah).

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penceramah, dilanjutkan dengan prosesi peusijuk bagi calon jamaah haji oleh penceramah, Kabid Pembinaan SMP, dan pengawas sekolah. Kegiatan ini diharapkan membawa keberkahan serta kelancaran bagi para jamaah, sekaligus memperkuat nilai spiritual di lingkungan Disdikbud Kota Banda Aceh.

Gemuruh Marching Band Disdikbud Semarakkan Apel Puncak HUT Ke-821 Kota Banda Aceh

BANDA ACEH — Penampilan memukau dari Marching Band Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh sukses menjadi daya tarik utama dan menambah semarak rangkaian apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh. Perayaan hari jadi “Kota Serambi Mekkah” ini dilangsungkan dengan khidmat dan meriah di Lapangan Jasdam Iskandar Muda, Neusu Jaya, pada Rabu (22/4/2026).

Apel akbar tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini diikuti oleh barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, juga dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Pelaksanaan apel di Lapangan Jasdam Neusu Jaya ini merupakan agenda puncak dalam kalender perayaan HUT Kota Banda Aceh tahun ini. Di usia yang menginjak 821 tahun, momentum ini diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Kreativitas yang ditunjukkan oleh 400 siswa/i dari berbagai sekolah SD dan SMP di Kota Banda Aceh tersebut menjadi bukti nyata dedikasi sektor pendidikan dalam memajukan seni budaya di ibu kota Provinsi Aceh ini demi mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi.

Di penghujung upacara, atmosfer lapangan seketika berubah meriah saat Marching Band Disdikbud memulai atraksinya dengan tampil kompak dan menunjukkan kebolehan mereka. Derap langkah yang serempak serta harmoni nada yang megah membakar semangat kebersamaan di momentum hari bersejarah tersebut.

Atraksi dan formasi apik yang disuguhkan mengundang decak kagum. Penampilan drumband ini pun mendapat aplus yang gemuruh dari seluruh peserta upacara. Tidak ketinggalan, apresiasi dan aplus yang luar biasa juga diberikan oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta seluruh jajaran Forkopimda yang tampak terpukau di tribun kehormatan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh Gelar ToT (Training of trainers) untuk 180 Calon Guru Diniyah Tingkat SMP

  • BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan agama. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Motivasi dan Pengembangan Diri bagi Guru Pendidikan Diniyah Kota Banda Aceh yang bertempat di Auditorium Landmark BSI Aceh.
    Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Staf Ahli Bidang Keistimewaan Kemasyarakatan dan SDM, Ridwan.

    Sulaiman Bakri Kadisdikbud Kota Banda Aceh mengatakan terselenggara pelatihan ini atas kerja sama dengan lembaga Suficademik, BSI Reg Aceh, diikuti 180 guru dengan antusias. Para peserta tersebut merupakan calon guru Diniyah yang nantinya akan mengabdi dan bertugas di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Kota Banda Aceh.

    Acara pembukaan pelatihan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran legislatif dan eksekutif daerah setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat penting, di antaranya:
    Musriadi, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, beserta Efiaty Z, Mehran Gara R, dan Syarifah Munira yang merupakan anggota DPRK.
    Teuku Erwin Irham, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh.
    Meri Kasihani, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
    Syarifah Nargis, Kepala Bidang Pembinaan SMP.
    Syahril, Kepala Bidang Pembinaan SD.

    Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan para calon guru Diniyah dapat memiliki motivasi yang kuat serta kemampuan pengembangan diri yang optimal untuk mendidik dan mencetak generasi muda Banda Aceh yang berkarakter dan Islami.

Dua Sekolah Asal Banda Aceh Sabet Gelar Juara Umum di Ajang Nasional ISAC 2026

BANDA ACEH — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dua satuan pendidikan Kota Banda Aceh di tingkat nasional. yakni SD Negeri 66 dan SMP Negeri 10 Kota Banda Aceh, sukses menyabet gelar Juara Umum dalam ajang Indonesia Science Academic Competition (ISAC) 2026. Kompetisi akademik bergengsi untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini diselenggarakan oleh Puskantara.

Sementara itu khusus Siswa SDN 66 Banda Aceh berhasil meraih Absolute Winners, yaitu Ghina Naufalyn kelas 5B (IPS), Alif Arislova kelas 6A (B.Inggris), Cut Rania Humaira Zidni kelas 4 ( B.Indonesia).

Selain mendapat Absolute Winners, siswa SDN 66 juga memperoleh 40 emas, 28 perak dan 25 perunggu pada mata pelajaran yg mereka ikuti.

Pada jenjang lanjutan SMP Negeri 10 juga mendominasi perolehan medali dengan 75 medali emas, 50 medali perak, dan 29 medali perunggu.

Keberhasilan ini dicapai oleh 236 siswa/i yang berpartisipasi dalam kompetisi daring tersebut. Mereka berlaga di berbagai bidang studi yang diperlombakan untuk jenjang SMP/Sederajat, meliputi Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA, Fisika Terpadu, Biologi Terpadu, IPS, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Kedokteran Dasar, Bahasa Arab, Informatika, Sejarah, dan Geografi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri menyebutkan capaian ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan ketekunan para siswa dalam belajar, dedikasi tanpa lelah dari para guru pembimbing, serta dukungan penuh dari pihak sekolah maupun orang tua murid.

Prestasi yang diraih oleh SD Negeri 66 dan SMP Negeri 10 Kota Banda Aceh pada ajang ISAC 2026 ini menjadi spesial karena bertepatan HUT Kota Banda Aceh ke-821 padatanggal 22 april nant, diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan semata, tetapi juga mampu menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah lainnya, apa lagi sekarang ini sekolah-sekolah semua sedang mengikuti ujian TKA.
Mudah-mudahan berkat kerja keras dan atas Izin Allah hasilnya sesuai seperti harapan kita semua.

Gandeng PSF, Kadisdikbud Banda Aceh Pantau Langsung Pelatihan “Pembelajaran Berdiferensiasi” di SMPN 3

BANDA ACEH — Dalam upaya mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan di era modern, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, turun langsung memantau jalannya kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Guru 1 – Pembelajaran Berdiferensiasi” di SMP Negeri 3 Banda Aceh, Kamis (17/4/2026).

Kunjungan ini merupakan langkah konkret Kadisdikbud untuk memastikan kesiapan para tenaga pendidik dalam mengadopsi metode pembelajaran yang lebih adaptif dan berpusat pada siswa.

Pelatihan ini terwujud berkat kemitraan strategis antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh dengan Putra Sampoerna Foundation (PSF). Kolaborasi apik ini dirancang secara khusus untuk menggembleng kompetensi para guru dalam menghadapi dinamika pendidikan saat ini.
Fokus utama dari pelatihan ini adalah penguasaan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Melalui metode ini, para guru didorong untuk mampu mengenali, merespons, dan memfasilitasi keberagaman gaya belajar, minat, serta kebutuhan spesifik masing-masing anak meski berada dalam satu ruang kelas yang sama.

Melalui sinergi berkelanjutan bersama PSF ini, Disdikbud berharap para pendidik tidak hanya menyerap teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara efektif. Langkah progresif ini diyakini akan menjadi kunci utama dalam mendongkrak kualitas pendidikan yang lebih inklusif dan unggul di seluruh penjuru Kota Banda Aceh.

Tingkatkan Kualitas Pendidik, Kadisdikbud Banda Aceh Tinjau Pelatihan Guru Berdiferensiasi di SDN 1

BANDA ACEH — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Guru 1 – Pembelajaran Berdiferensiasi” pada Kamis (16/4/2026). Peninjauan tersebut berlangsung di SD Negeri 1 Banda Aceh.

Kehadiran Kadisdikbud dalam acara ini bertujuan untuk memantau langsung proses peningkatan kapasitas para tenaga pendidik agar siap menghadapi dinamika pendidikan modern, khususnya dalam menerapkan metode pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan masing-masing siswa.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi strategis di bidang pendidikan. Program ini terselenggara berkat kerja sama yang solid antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh dengan Putra Sampoerna Foundation (PSF).

Melalui sinergi ini, diharapkan para guru di Banda Aceh dapat menyerap ilmu mengenai metode pembelajaran berdiferensiasi—sebuah pendekatan yang memfasilitasi kebutuhan, minat, serta gaya belajar siswa yang beragam di dalam satu ruang kelas. Langkah ini dinilai sangat penting untuk mendorong peningkatan mutu dan kualitas pendidikan secara menyeluruh di lingkungan Kota Banda Aceh.

Wali Kota Banda Aceh Lepas 15 Siswa dan 3 Guru Ikuti Program IKON Bersama Putera Sampoerna Foundation

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi melepas keberangkatan 15 siswa dan tiga guru terpilih asal Kota Banda Aceh untuk mengikuti Program Inspirasi Karakter Orisinal Nusantara (IKON). Acara pelepasan rombongan ini dilangsungkan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pada Minggu (12/04/2026).

Dalam prosesi pelepasan tersebut, Wali Kota Illiza turut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri.

Program IKON ini merupakan wujud kerja sama strategis di bidang pendidikan antara Pemerintah Kota Banda Aceh dengan Putera Sampoerna Foundation, Program ini dirancang khusus untuk membangun, menginspirasi, dan memperkuat karakter orisinal generasi nusantara, baik bagi para pelajar maupun tenaga pendidik.

“Keberangkatan belasan siswa dan guru ini merupakan wujud komitmen kami untuk memajukan pendidikan di kota Banda Aceh, Kami juga memberi perhatian kepada anak-anak yang mempunyai prestasi untuk kita kembangkan dan asah terus agar bermanfaat bagi diri nya dan kemajuan kota Banda aceh”. Demikian Illiza jelaskan.

Selanjutnya Kadisdikbud Sulaiman Bakri menjelaskan Para peserta berada di Sampoerna University nanti selama 8 hari untuk belajar Teknologi IT dan kewirausahawan bersama siswa /i lainnya dari berbagai pelosok negeri dan diharapkan dapat menyerap ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai karakter yang kuat selama mengikuti program, sehingga mampu membawa dampak dan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di Kota Banda Aceh sekembalinya ke tanah rencong.