Category: Berita

Dua Sekolah Asal Banda Aceh Sabet Gelar Juara Umum di Ajang Nasional ISAC 2026

BANDA ACEH — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dua satuan pendidikan Kota Banda Aceh di tingkat nasional. yakni SD Negeri 66 dan SMP Negeri 10 Kota Banda Aceh, sukses menyabet gelar Juara Umum dalam ajang Indonesia Science Academic Competition (ISAC) 2026. Kompetisi akademik bergengsi untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini diselenggarakan oleh Puskantara.

Sementara itu khusus Siswa SDN 66 Banda Aceh berhasil meraih Absolute Winners, yaitu Ghina Naufalyn kelas 5B (IPS), Alif Arislova kelas 6A (B.Inggris), Cut Rania Humaira Zidni kelas 4 ( B.Indonesia).

Selain mendapat Absolute Winners, siswa SDN 66 juga memperoleh 40 emas, 28 perak dan 25 perunggu pada mata pelajaran yg mereka ikuti.

Pada jenjang lanjutan SMP Negeri 10 juga mendominasi perolehan medali dengan 75 medali emas, 50 medali perak, dan 29 medali perunggu.

Keberhasilan ini dicapai oleh 236 siswa/i yang berpartisipasi dalam kompetisi daring tersebut. Mereka berlaga di berbagai bidang studi yang diperlombakan untuk jenjang SMP/Sederajat, meliputi Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA, Fisika Terpadu, Biologi Terpadu, IPS, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Kedokteran Dasar, Bahasa Arab, Informatika, Sejarah, dan Geografi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri menyebutkan capaian ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan ketekunan para siswa dalam belajar, dedikasi tanpa lelah dari para guru pembimbing, serta dukungan penuh dari pihak sekolah maupun orang tua murid.

Prestasi yang diraih oleh SD Negeri 66 dan SMP Negeri 10 Kota Banda Aceh pada ajang ISAC 2026 ini menjadi spesial karena bertepatan HUT Kota Banda Aceh ke-821 padatanggal 22 april nant, diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan semata, tetapi juga mampu menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah lainnya, apa lagi sekarang ini sekolah-sekolah semua sedang mengikuti ujian TKA.
Mudah-mudahan berkat kerja keras dan atas Izin Allah hasilnya sesuai seperti harapan kita semua.

Gandeng PSF, Kadisdikbud Banda Aceh Pantau Langsung Pelatihan “Pembelajaran Berdiferensiasi” di SMPN 3

BANDA ACEH — Dalam upaya mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan di era modern, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, turun langsung memantau jalannya kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Guru 1 – Pembelajaran Berdiferensiasi” di SMP Negeri 3 Banda Aceh, Kamis (17/4/2026).

Kunjungan ini merupakan langkah konkret Kadisdikbud untuk memastikan kesiapan para tenaga pendidik dalam mengadopsi metode pembelajaran yang lebih adaptif dan berpusat pada siswa.

Pelatihan ini terwujud berkat kemitraan strategis antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh dengan Putra Sampoerna Foundation (PSF). Kolaborasi apik ini dirancang secara khusus untuk menggembleng kompetensi para guru dalam menghadapi dinamika pendidikan saat ini.
Fokus utama dari pelatihan ini adalah penguasaan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Melalui metode ini, para guru didorong untuk mampu mengenali, merespons, dan memfasilitasi keberagaman gaya belajar, minat, serta kebutuhan spesifik masing-masing anak meski berada dalam satu ruang kelas yang sama.

Melalui sinergi berkelanjutan bersama PSF ini, Disdikbud berharap para pendidik tidak hanya menyerap teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara efektif. Langkah progresif ini diyakini akan menjadi kunci utama dalam mendongkrak kualitas pendidikan yang lebih inklusif dan unggul di seluruh penjuru Kota Banda Aceh.

Tingkatkan Kualitas Pendidik, Kadisdikbud Banda Aceh Tinjau Pelatihan Guru Berdiferensiasi di SDN 1

BANDA ACEH — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Guru 1 – Pembelajaran Berdiferensiasi” pada Kamis (16/4/2026). Peninjauan tersebut berlangsung di SD Negeri 1 Banda Aceh.

Kehadiran Kadisdikbud dalam acara ini bertujuan untuk memantau langsung proses peningkatan kapasitas para tenaga pendidik agar siap menghadapi dinamika pendidikan modern, khususnya dalam menerapkan metode pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan masing-masing siswa.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi strategis di bidang pendidikan. Program ini terselenggara berkat kerja sama yang solid antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh dengan Putra Sampoerna Foundation (PSF).

Melalui sinergi ini, diharapkan para guru di Banda Aceh dapat menyerap ilmu mengenai metode pembelajaran berdiferensiasi—sebuah pendekatan yang memfasilitasi kebutuhan, minat, serta gaya belajar siswa yang beragam di dalam satu ruang kelas. Langkah ini dinilai sangat penting untuk mendorong peningkatan mutu dan kualitas pendidikan secara menyeluruh di lingkungan Kota Banda Aceh.

Wali Kota Banda Aceh Lepas 15 Siswa dan 3 Guru Ikuti Program IKON Bersama Putera Sampoerna Foundation

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi melepas keberangkatan 15 siswa dan tiga guru terpilih asal Kota Banda Aceh untuk mengikuti Program Inspirasi Karakter Orisinal Nusantara (IKON). Acara pelepasan rombongan ini dilangsungkan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pada Minggu (12/04/2026).

Dalam prosesi pelepasan tersebut, Wali Kota Illiza turut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri.

Program IKON ini merupakan wujud kerja sama strategis di bidang pendidikan antara Pemerintah Kota Banda Aceh dengan Putera Sampoerna Foundation, Program ini dirancang khusus untuk membangun, menginspirasi, dan memperkuat karakter orisinal generasi nusantara, baik bagi para pelajar maupun tenaga pendidik.

“Keberangkatan belasan siswa dan guru ini merupakan wujud komitmen kami untuk memajukan pendidikan di kota Banda Aceh, Kami juga memberi perhatian kepada anak-anak yang mempunyai prestasi untuk kita kembangkan dan asah terus agar bermanfaat bagi diri nya dan kemajuan kota Banda aceh”. Demikian Illiza jelaskan.

Selanjutnya Kadisdikbud Sulaiman Bakri menjelaskan Para peserta berada di Sampoerna University nanti selama 8 hari untuk belajar Teknologi IT dan kewirausahawan bersama siswa /i lainnya dari berbagai pelosok negeri dan diharapkan dapat menyerap ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai karakter yang kuat selama mengikuti program, sehingga mampu membawa dampak dan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di Kota Banda Aceh sekembalinya ke tanah rencong.

Disdikbud Gelar Observasi dan Penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

BANDA ACEH – Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh sukses menggelar kegiatan observasi dan penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMPN 6 Banda Aceh pada Kamis (9/4/2026). Diikuti oleh 38 SMP Negeri dan Swasta, agenda ini bertujuan membagi praktik baik implementasi Trias UKS guna mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Meski sempat tertunda sejak akhir 2025 akibat musibah banjir, kegiatan ini justru memperlihatkan ketangguhan SMPN 6 dalam memulihkan standar kesehatan lingkungan pasca-bencana. Para peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan pengelola UKS melakukan pengamatan mendalam pada berbagai fasilitas unggulan, mulai dari klinik kesehatan jiwa, dapur sehat, hingga inovasi pengelolaan sampah yang bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakrie, menegaskan bahwa kesehatan siswa adalah fondasi utama karakter dan prestasi. “Kami ingin memastikan Trias UKS—pendidikan, pelayanan, dan pembinaan lingkungan—dikelola secara nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar simbol fisik,” ujarnya.

Beberapa terobosan yang menjadi sorotan dalam observasi ini antara lain integrasi tenaga perawat profesional dalam layanan sekolah serta sistem buku rekening tabungan daur ulang bagi siswa. Sebagai tindak lanjut, seluruh sekolah berkomitmen menyusun rencana implementasi praktik baik tersebut dalam waktu 30 hari ke depan dengan pengawasan berkala dari Dinas Pendidikan.

Wali Kota Banda Aceh Buka Kegiatan “AI Goes to School Offline Tahap 2”

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka kegiatan Program “AI Goes to School Offline Tahap 2” yang digelar di Aula Tekkomdik Banda Aceh (08/04/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan didukung Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh ini, merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan tahun lalu.

Sebanyak 65 guru TK dan SD se-Kota Banda Aceh mengikuti pelatihan pemanfaatan Teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam proses belajar-mengajar.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Wali Kota menyatakan:

“AI Goes to School Offline Tahap 2 yang diinisiasi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). Program ‘AI Goes To School’ yang didukung oleh Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) ini sudah pernah kita laksanakan tahun lalu. Tahun ini merupakan tahap kedua program ini dilaksanakan, kita berharap para guru dan tenaga pendidik terus menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi terutama yang berbasis AI.

Pemerintah Kota Banda Aceh memandang bahwa program ini sangat sejalan dengan visi ‘Banda Aceh Kota Kolaborasi’, khususnya misi meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat dunia pendidikan, dan menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.

Pemerintah Kota Banda Aceh mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini, dan siap berkolaborasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Mari bersama-sama kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, berdaya saing, sekaligus tetap berakar pada nilai keislaman dan budaya kita.”

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten 1 dan Asisten 2 Pemko Banda Aceh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ka Diskominfo, Ka Disnaker, Para Pengawas Sekolah, dan Kepala Sekolah.

Kadisdikbud Banda Aceh Tinjau Pelaksanaan Hari Kedua Tes Kemampuan Akademik di SMPN 7

BANDA ACEH (07/04/2026) — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, didampingi oleh Sekretaris Disdikbud, Teuku Erwin Irham, melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada hari kedua pelaksanaannya, Selasa (7/4/2026), peninjauan difokuskan di SMP Negeri 7 Banda Aceh.

Kunjungan jajaran pimpinan Disdikbud Kota Banda Aceh ini bertujuan untuk memastikan kelancaran, ketertiban, serta integritas pelaksanaan ujian yang menjadi salah satu instrumen penting dalam memetakan kualitas pendidikan di Kota Banda Aceh. Setibanya di lokasi, rombongan disambut langsung oleh Kepala SMPN 7 Banda Aceh Khumaidi beserta jajaran panitia ujian dan dewan guru.

Dalam kunjungannya, Sulaiman Bakri menyempatkan diri untuk memantau langsung kondisi beberapa ruang kelas yang digunakan sebagai tempat ujian. Ia juga berdialog singkat dengan para pengawas ruangan guna memastikan tidak ada kendala teknis, seperti masalah naskah soal atau ketidakhadiran siswa, yang dapat mengganggu jalannya tes.

Tujuan utama dari monitoring ini adalah untuk memastikan bahwa pelaksanaan TKA berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Pemetaan kemampuan akademik ini sangat krusial sebagai bahan evaluasi kita bersama dalam merancang strategi peningkatan kualitas pembelajaran di Banda Aceh ke depannya,” tegas Sulaiman Bakri di sela-sela kunjungannya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Disdikbud, Teuku Erwin Irham, turut memberikan apresiasi atas kesiapan sarana dan prasarana dari pihak sekolah. Menurutnya, lingkungan yang nyaman sangat berpengaruh pada fokus para peserta ujian.

Kami sangat mengapresiasi kesiapan panitia sekolah di SMPN 7 Banda Aceh. Fasilitas tertata dengan baik dan suasananya sangat kondusif. Kami berharap anak-anak kita dapat mengikuti ujian dengan tenang, jujur, dan memberikan hasil yang maksimal,” tambah Erwin.

Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA hari kedua di SMPN 7 Banda Aceh dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Melalui kegiatan monev ini, Disdikbud Kota Banda Aceh berharap dapat terus menjaga standar kualitas evaluasi pendidikan serta memberikan motivasi moril kepada pihak sekolah dan para siswa.

Wujudkan Banda Aceh Kota Beradab dan Berilmu, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal Apresiasi Karya Maestro LK Ara

JAKARTA – Komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur fisik dengan pembangunan sumber daya manusia berbasis ilmu pengetahuan kembali ditegaskan. Hal tersebut mengemuka dalam acara peluncuran dan diskusi buku antologi puisi karya penyair legendaris asal Aceh, LK Ara, yang bertajuk “Syair Riwaayat Sultanah Safiatuddin” dan “Restu”, bertempat di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Sabtu (28/03/2026).

Hadir mewakili Wali Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, membacakan sambutan tertulis Wali Kota terkait pentingnya karya literasi dalam menjaga martabat bangsa.

Dalam penyampaiannya, Sulaiman Bakri menjelaskan bahwa Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal sejatinya sangat berkeinginan hadir langsung di lokasi acara untuk memberikan dukungan kepada sang maestro. Namun, dikarenakan adanya panggilan tugas mendadak dari kementerian, Illiza menugaskan Kadisdikbud untuk menyampaikan pesan pentingnya kepada publik sastra di Jakarta.

“Ibu Wali Kota menyampaikan permohonan maaf karena agenda mendesak di kementerian. Beliau sangat menitikberatkan bahwa sosok Sultanah Safiatuddin yang diangkat dalam puisi LK Ara adalah simbol kebijakan dan keteguhan,” ujar Sulaiman Bakri saat membacakan sambutan tersebut.

Lebih lanjut, melalui narasi yang dibacakan Sulaiman, Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa visi kepemimpinannya di Banda Aceh saat ini sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh Sultanah Safiatuddin.
“Syair ini menjadi penguatan nilai-nilai sejarah bagi kita semua. Komitmen saya adalah membawa Banda Aceh tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat, persis seperti perjuangan para pemimpin perempuan Aceh di masa lalu,” tegas Illiza dalam sambutan tertulisnya.

Penampilan Sulaiman Bakri di forum bergengsi tersebut juga menjadi bukti kedekatan Pemerintah Kota Banda Aceh dengan dunia literasi dan kebudayaan. Kehadiran Kadisdikbud ini sekaligus menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian sejarah Aceh melalui medium seni dan sastra.

‎Acara yang diselenggarakan oleh Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) ini Bertempat di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, turut dihadiri oleh berbagai tokoh sastra nasional seperti Jose Rizal Manua dan kritikus Narudin Pituan. Keberhasilan LK Ara menyandingkan era Sultanah Safiatuddin dengan kepemimpinan Illiza Sa’aduddin Djamal saat ini dinilai sebagai jembatan zaman yang menginspirasi generasi muda Aceh untuk terus melek literasi dan sejarah.

TIGA SEKOLAH DI KOTA BANDA ACEH MENJADI MODEL PM DAN KKA

Banda Aceh – ‎Sebanyak Tiga Sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh ditetapkan menjadi Sekolah Model PM dan KKA oleh Kemendikdasmen melalui Dirjen Paud Dikdasmen. Yaitu:
‎1. TKIT Syeikh Abdurrauf.
‎2. SD Negeri 67 Percontohan
‎3. SMPIT Nurul Ishlah.

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S. Pd, M. Pd, menjelaskan salah satu sekolah terpilih adalah TKIT Syeikh Abdurrauf, di bawah pimpinan Ibu Dina Fajriana menjadi sekolah model untuk pembelajaran mendalam dan koding oleh Kementerian Pendidikan dasar dan menengah

‎Untuk jenjang TK cuma TKIT Syeikh Abdurrauf menjadi satu-satunya sekolah di Aceh yang terpilih sebagai sekolah model. Penentuan sekolah model ini dilakukan oleh Kemendikdasmen berdasarkan hasil rapor pendidikan, nilai akreditasi, dan ketuntasan literasi.

‎Kriteria kesiapan sekolah yang menjadi dasar penentuan sekolah model meliputi akreditasi minimal B, rapor pendidikan dengan indikator prioritas minimal kuning/sedang, komitmen kepala sekolah, dukungan Dinas pendidikan serta pernah mengikuti pelatihan PM dan KKA.

‎Kadisdikbud juga menjelaskan. Selain TKIT Syiekh Abdurrauf, di Kota Banda Aceh juga ada SD Negeri 67 Percontohan, dan SMPIT Nurul Ishlah.

‎Penetapan tiga Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding & Kecerdasan Artifisial (KKA) oleh Kemendikdasmen, ini diharapkan dapat mentransformasi ekosistem pendidikan guna menyiapkan generasi masa depan yang adaptif, kreatif, dan kompeten di Kota Banda Aceh, dan juga sebagai Laboratorium Inovasi pembelajaran yang menerapkan Pembelajaran Mendalam dan KKA untuk dicontoh oleh sekolah lain di Kota Banda Aceh, jelasnya.

Wali Kota Banda Aceh Belanja Baju Lebaran di Pasar Aceh Bersama Ratusan Anak Yatim

BANDA ACEH – Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti pusat perbelanjaan Pasar Aceh pada Kamis pagi (12/03/2026). Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama Wakil Walikota, Afdhal Khalilullah, turun langsung mendampingi ratusan anak yatim untuk berbelanja pakaian baru guna menyambut hari raya Idul Fitri 1447 H.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, turut mendampingi rombongan tersebut.

Program bertajuk “Peukan QRIS Ramadhan – Hari Yatim” ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai bentuk kepedulian sosial kepada anak-anak yang telah kehilangan orang tua. Illiza Sa’aduddin Djamal tampak telaten membantu beberapa anak memilih ukuran baju dan warna yang mereka sukai.

“Hari ini kita ingin memastikan bahwa anak-anak kita, para yatim di Banda Aceh, merasakan kebahagiaan yang sama dengan anak-anak lainnya. Kita ingin mereka tersenyum saat lebaran nanti,” ujar Illiza.

Wakil Walikota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi penggerak ekonomi bagi pedagang lokal di Pasar Aceh. Menurutnya, interaksi langsung antara pemerintah dan warga di pasar tradisional menciptakan kedekatan emosional yang kuat.

“Melihat mata mereka saat memegang baju baru adalah kepuasan yang tidak ternilai. Ini bukan sekadar belanja, tapi soal memberikan harapan dan kasih sayang,” kata Afdhal.

Kepala Disdikbud, Sulaiman Bakri, menjelaskan bahwa data anak yatim yang diakomodasi hari ini berasal dari berbagai sekolah di bawah naungan Pemko Banda Aceh. Ia memastikan proses pendampingan berjalan lancar sehingga setiap anak mendapatkan kebutuhan yang layak.