Archive: 27 June 2026

Kadisdikbud Kota Banda Aceh Melakukan Monev Hari Pertama SPMB

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah satuan pendidikan jenjang SMP di Kota Banda Aceh (27/06/2026). Langkah ini diambil guna memastikan jalannya proses Penerimaan Peserta Didik Baru melalui aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP berjalan tanpa hambatan.

Dalam tinjauannya, Sulaiman Bakri menegaskan pentingnya kesiapan sistem digital agar seluruh tahapan pendaftaran dapat diakses dengan mudah oleh para orang tua calon murid. Ia juga berdialog langsung dengan panitia sekolah untuk memetakan kendala teknis yang mungkin muncul selama masa pendaftaran.

“Kita ingin memastikan bahwa aplikasi SPMB ini benar-benar berjalan lancar dan memudahkan masyarakat. Tidak boleh ada calon peserta didik yang terkendala haknya untuk bersekolah hanya karena masalah teknis,” ujar Sulaiman.

Selain memantau kesiapan sistem aplikasi, Kadisdikbud Banda Aceh juga memastikan bahwa posko pengaduan di setiap sekolah telah dibuka secara aktif. Posko ini difungsikan sebagai pusat bantuan bagi masyarakat atau orang tua murid yang mengalami kesulitan atau bermasalah saat melakukan pendaftaran secara mandiri melalui aplikasi.

Sulaiman Bakri menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah dan operator untuk memberikan pelayanan terbaik dan bersikap solutif.

Kecamatan Banda Raya Raih GSI Kota Banda Aceh

BANDA ACEH — Kegiatan Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Banda Aceh resmi ditutup (27/06/2026). Upacara penutupan dipusatkan di Stadion Mini Lambhuk, Banda Aceh.

Turnamen sepak bola antar-pelajar yang berlangsung selama beberapa hari terakhir ini sukses menyaring talenta-talenta muda terbaik dari berbagai sekolah di wilayah ibu kota provinsi. Tim yang berhasil keluar sebagai juara berhak menyandang gelar prestisius sekaligus menjadi lokomotif utama yang akan membawa nama Kota Banda Aceh ke kompetisi GSI tingkat Provinsi Aceh mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, dalam pidato penutupannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh atlet muda, pelatih, dan panitia yang telah menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Dalam arahannya, Sulaiman Bakri membakar semangat para pemain untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat provinsi.

“Jangan cepat puas dengan apa yang diraih hari ini. Teruslah berlatih dengan disiplin yang lebih tinggi, jaga kekompakan tim, dan tanamkan mental juara di dalam dada. Kami di Dinas Pendidikan dan seluruh warga Banda Aceh akan selalu mendukung dan mendoakan agar para siswa mampu membawa title juara di tingkat provinsi ke kota ini.” tegas Sulaiman Bakri.

Berikut juara GSI 2026 tingkat SMP Kota Banda Aceh
Juara 1 : Kecamatan Banda Raya
Juara 2 : Kecamatan Meuraxa
Juara 3 : Kecamatan Baiturrahman

Pemkot Banda Aceh Bentuk Pokja Lintas Sektoral Demi Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman pada Kamis (25/6/2026). Langkah ini diinisiasi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh sebagai upaya nyata menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif serta mendukung tumbuh kembang anak secara positif.

Rapat yang berlangsung di ruang Rapat Walikota Banda Aceh ini dipimpin langsung oleh Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, M.Pd. Sadar bahwa kenyamanan lingkungan belajar bukan hanya tugas satu instansi, Pemkot Banda Aceh melibatkan berbagai Pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga terkait. Hadir dalam raker tersebut unsur dari Disdikbud, Disdik Dayah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kemenag, Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Bappeda, DP2KB, dewan guru, tenaga kependidikan, hingga Bagian Kesra Setda Kota Banda Aceh.

Sulaiman Bakri menegaskan bahwa kehadiran berbagai komponen ini sangat penting untuk menyempurnakan Surat Keputusan (SK) Walikota terkait personalia Pokja.

“Melalui Pokja Budaya Sekolah, Madrasah, Dayah yang Aman dan Nyaman, diharapkan dapat terbangun kolaborasi yang kuat dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan karakter positif pada peserta didik,” ujarnya.

Ke depannya, Pokja lintas sektoral ini akan memegang peran krusial, mulai dari menyusun program kerja, menggencarkan sosialisasi budaya positif, memetakan potensi risiko di lingkungan sekolah, hingga menjadi wadah koordinasi utama dalam menangani berbagai permasalahan keamanan dan kenyamanan yang dihadapi warga sekolah.

Kejar Target Regulasi Kemendikdasmen, Banda Aceh Rampungkan SK Pokja Anti-Perundungan Sekolah

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh bergerak cepat menindaklanjuti mandat Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026. Melalui raker yang digelar di ruang Rapat Walikota pada Kamis (25/6/2026), Pemkot Banda Aceh mematangkan pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang ditargetkan rampung sebelum tenggat waktu dari pusat.

Pembentukan Pokja ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan komitmen besar untuk membentengi dunia pendidikan di Banda Aceh dari berbagai ancaman moral. Pokja ini dirancang khusus untuk membangun budaya positif sekaligus mencegah sedini mungkin segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan, diskriminasi, serta perilaku menyimpang lainnya yang dapat merusak kenyamanan belajar siswa. Menariknya, ruang lingkup proteksi Pokja ini tidak hanya menyasar sekolah umum, tetapi juga mencakup madrasah dan dayah (pesantren) di seluruh wilayah Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, M.Pd, menjelaskan bahwa terciptanya lingkungan pendidikan yang aman adalah tanggung jawab bersama seluruh komponen anak bangsa. Ia juga mengingatkan adanya batas waktu ketat yang diberikan oleh pihak kementerian terkait legalitas kelompok kerja ini.

Berdasarkan aturan dari Kemendikdasmen, Surat Keputusan (SK) Walikota mengenai Pokja ini wajib diunggah ke aplikasi kementerian paling lambat tanggal 9 Juli 2026. Menanggapi aturan tersebut, Sulaiman Bakri optimis bahwa proses penyusunan personalia dan legalitas akan selesai tepat waktu. “Insya Allah sebelum tanggal 9 Juli 2026 (SK Walikota) sudah siap di-upload,” pungkasnya.

GSI Resmi Digelar di Stadion Mini Lambhuk

Gala Siswa Nasional (GSI) tingkat SMP se-Kota Banda Aceh resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri di Stadion Mini Lambhuk (24/06/2026).

Gala Siswa Nasional 2026 jenjang SMP ini diikuti oleh peserta dari 8 kecamatan di Kota Banda Aceh. Ajang bergengsi ini akan berlangsung selama empat hari, yaitu 24 hingga 27 Juni 2026.

Hadir dalam acara pembukaan antara lain para Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, para Kepala Sekolah SMP, orang tua siswa, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Sulaiman Bakri menyampaikan rasa bangga dan harapannya agar ajang GSI ini menjadi wadah positif bagi para siswa untuk menyalurkan bakat, mengasah mental juara, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Beliau juga menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak dini demi mengharumkan nama Banda Aceh di kancah yang lebih tinggi.

Tendangan pertama (kick-off) oleh Kepala Disdikbud menandai dimulainya babak baru perjuangan para pesepak bola muda ini. Selama beberapa hari ke depan, Stadion Mini Lambhuk akan menjadi arena pembuktian, siapa kecamatan terbaik yang akan membawa pulang piala bergengsi GSI Kota Banda Aceh tahun ini. Selamat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik, dan jaga sportivitas.

SD DAN SMP KOTA BANDA ACEH RAIH JUARA UMUM PADA FASNAS 2026

BANDA ACEH, SD Negeri 50 dan SMP Negeri 10 Banda Aceh berhasil mengukir prestasi terbaik di Tingkat Nasional dengan keluar sebagai Juara Umum pada masing-masing Jenjang dalam ajang kompetisi bergengsi, Festival Akademik Nasional (FASNAS) yang diselenggarakan secara daring oleh PUSKANTARA (Pusat Kejuaraan Pelajar Nusantara) tahun 2026. Yaitu sebuah lembaga kredibel yang berfokus pada pengembangan bakat dan kompetensi akademis pelajar di Indonesia.

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengucapkan Selamat dan Apresiasi yang tinggi kepada seluruh murid dan guru di sekolah masing-masing.

Capaian ini menjadikan para murid semua untuk terus belajar dengan tekun dan tidak lupa Berdoa Serta menjalankan ibadah Kepada Allah Swt, sehingga prestasi dunia seimbang dengan ilmu Agama.

Sementara itu Kadisdikbud Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri yang didampingi oleh kedua Kepala Sekolah SD dan SMP, Ida Elva dan Intan Nirmala Hasibuan. mengatakan Keberhasilan ini sekaligus menegaskan murid-murid sekolah di Kota Banda Aceh mampu bersaing kancah Nasional, dengan merebut berbagai medali
dalam kompetisi ketat yang diikuti oleh sekolah-sekolah dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia ini,

Sulaiman Bakri juga menyampaikan pada perlombaan ini SD Negeri 50 dan SMP Negeri 10 Kota Banda Aceh mengikutkan murid-murid berpresta terbaik pada berbagai cabang lomba dengan hasil Untuk SD Negeri 50, merebut 4 Emas, 8 Perak dan 7 Perunggu.

Sedangkan SMP Negeri 10 berhasil memperoleh 54 Emas, 48 Perak, dan 64 Perunggu, serta mendapat prestasi individu Absolute Winner atas nama Muhammad Faiq Altaf, pada bidang mata pelajaran Bahasa Inggris dan imformatika.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari terkabulnya doa-doa kita kepada Allah Swt, dan wujud nyata dari kerja keras para murid, dedikasi tanpa henti dari guru pembimbing, serta dukungan penuh dari pihak sekolah, orang tua serta Komite Sekolah.

Illiza Buka Workshop Penguatan Mental dan Pengelolaan Emosi bagi Guru PAUD

Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Kota Banda Aceh menggelar Workshop Penguatan Mental dan Pengelolaan Emosi bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Banda Aceh, Kamis (11/6/2026). Mengusung tema “Penguatan Pengolahan Emosi dan Kesehatan Mental untuk Praktik Pengasuhan dan Pembelajaran Ramah Anak”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan bahagia bagi anak-anak.

Bersamaan dengan workshop tersebut, momen penting juga ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara seluruh lembaga PAUD (TPA/KB/SPS) se-Kota Banda Aceh dengan dua instansi vertikal daerah, yaitu Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh. Sinergi ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan hak-hak anak, termasuk perlindungan hukum dan kepemilikan dokumen administrasi kependudukan sejak dini.

Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, yang sekaligus menjabat sebagai Bunda PAUD Kota Banda Aceh.

Dalam arahannya saat membuka acara, Bunda PAUD Kota Banda Aceh menegaskan betapa krusialnya peran kesehatan mental seorang guru dalam membentuk karakter generasi emas daerah.

“Guru PAUD adalah fondasi pertama di luar rumah yang membentuk karakter anak. Kita tidak bisa mengharapkan lahirnya anak-anak yang ceria, cerdas, dan bermental sehat jika para pendidiknya masih memikul beban emosi yang belum selesai. Oleh karena itu, pengelolaan emosi dan kesehatan mental guru harus menjadi prioritas kita bersama agar praktik pengasuhan dan pembelajaran ramah anak dapat benar-benar terwujud di Banda Aceh,” ujar Illiza Saaduddin Djamal.

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama lintas sektor dengan DP3AP2KB dan Disdukcapil ini merupakan langkah nyata Pemko Banda Aceh dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi anak, baik dari sisi psikologis, perlindungan dari kekerasan, hingga legalitas identitas anak seperti Kartu Identitas Anak (KIA) dan Akta Kelahiran.

‎Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banda Aceh, Ketua dan Wakil Ketua Pokja PAUD Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Kepala Dinas P3AP2KB Kota Banda Aceh, Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Dinas Pendidikan, dan Bunda PAUD dari seluruh Kecamatan di wilayah Kota Banda Aceh.

‎Melalui workshop dan kolaborasi ini, diharapkan seluruh lembaga PAUD di Kota Banda Aceh dapat bertransformasi menjadi sekolah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi tumbuh kembang anak.

Sulaiman Bakri, Ketua PGRI Kota Banda Aceh Masa Bakti XXIII Periode 2024-2029

Banda Aceh – Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Aceh, Diwakili oleh Dr. Agus Jumaidi M.Pd. secara resmi melantik Sulaiman Bakri, S.Pd. M.Pd Ketua PGRI Kota Banda Aceh tefpilih beserta jajaran Pengurus PGRI Kota Banda Aceh masa bakti XXIII periode 2024–2029.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus baru ini berlangsung khidmat di Aula Lantai IV, Gedung Mawardi Pemerintah Kota Banda Aceh (10/06/2026).

Acara tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, wakil ketua 1 DPRK Daniel Abdul Wahab, Sekdako Djalaluddin dan seluruh Forkopimda Kota Banda Aceh. Para Sesepuh PGRI Kota Banda aceh, Tim Pakar, para kepala sekolah, Perwakilan Guru serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Agus Jumaidi menekankan pentingnya sinergi antara pengurus yang baru dilantik dengan pemerintah daerah demi Kenyamanan Para Guru dalam menjalankan Tugas untuk meningkatkan mutu pendidikan di ibu kota provinsi.

“PGRI adalah mitra strategis pemerintah. Kami berharap pengurus PGRI Kota Banda Aceh yang baru dapat langsung tancap gas, melahirkan inovasi-inovasi baru, serta menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan harkat, martabat, dan profesionalisme guru,” ujar Agus Jumaidi.

Ketua PGRI Kota Banda Aceh terpilih, Sulaiman Bakri menyampaikan komitmennya dalam memperjuangkan Hak dan tanggung jawab Para Guru-guru di Kota Banda Aceh, serta membawa organisasi ini menjadi wadah yang lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan pendidikan modern, terutama dalam adaptasi teknologi di lingkungan pendidikan.

Apresiasi juga datang dari pihak pemerintah kota. Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dalam arahannya menyampaikan bahwa pemerintah siap mendukung penuh program-program kerja PGRI. Pemerintah kota berharap PGRI Banda Aceh dapat melahirkan program-program peningkatan kompetensi guru yang berkelanjutan agar kualitas kelulusan siswa di Banda Aceh terus meningkat di tingkat nasional.

Disdikbud Kota Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Berbasis Sekolah Angkatan 2

Banda Aceh — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Berbasis Sekolah Angkatan 2. Acara yang berlangsung di Hotel Al Hanifi Banda Aceh ini dilaksanakan pada Rabu (10/06/2026).

Sosialisasi ini menghadirkan pemateri berkompeten dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari jajaran guru jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kota Banda Aceh.

Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) serta sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Disdikbud Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Menurutnya, pencegahan kekerasan harus dimulai sejak usia dini.

“Perundungan dan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak boleh mendapatkan ruang di lingkungan pendidikan kita. Melalui sosialisasi Angkatan 2 ini, kita sengaja menyasar para guru TK dan SD sebagai garda terdepan. Kita ingin membangun fondasi pemahaman yang kuat sejak dini, baik bagi pendidik maupun peserta didik, agar ekosistem sekolah yang ramah anak, aman, dan menyenangkan dapat benar-benar terwujud di Banda Aceh,” ujar Sulaiman Bakri.

Beliau juga menambahkan bahwa peran guru bukan hanya sekadar mengajar, melainkan juga menjadi pelindung dan detektor awal jika terjadi perubahan perilaku pada anak yang mengindikasikan adanya tindakan perundungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat membawa pulang strategi preventif yang konkret dan menerapkannya langsung di sekolah masing-masing, demi memutus mata rantai kekerasan berbasis sekolah secara berkelanjutan.

Pemko Banda Aceh dan Disdikbud Kota Banda Aceh Tandatangani Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Rapat Kordinasi Komitmen Bersama dalam mewujudkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini ditandai dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah yang mengusung tema “Transparan, Berkeadilan, Inklusif, dan tanpa Diskriminasi”.

‎Acara berlangsung di Aula Tekkomdik Banda Aceh pada Senin (08/06/2026). Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banda Aceh diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Keistimewaan , dan Kesejahteraan Rakyat Bachtiar, S.sos, M.Si., mengatakan dalam pidatonya Penandatanganan komitmen ini menjadi momentum krusial pelaksanaan SPMB berjalan lancar, karena didukung penuh oleh jajaran Forkopimda serta instansi pengawas pelayanan publik, kita berharap semua lapisan masyarakat mendukung dan tidak memaksa kehendak dalam memilih sekolah, pilihlah sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan aturan. Apalagi sekokah-sekolah di Kota Banda Aceh standar mutunya tetap kita jaga, tidak ada perbedaan stadar mutu yg signifikan antar sekolah bahkan hampir sama semua sekolah di Banda Aceh.

‎Bachtiar juga mengharapkan dukungan penuh forkopimda Kota Banda Aceh untuk membantu pelaksanaan SPMB ini berjalan dengan transparan, adil, dan tanpa diskriminasi. Ini semua bisa berjalan kalau kita sama-sama mendukung.

‎Sementara Itu Kadisdikbud Sulaiman Bakri menjelaskan pelaksanaan ini dimulai dari tgl 8 juni secara tahap per tahap sampai nanti pengumuman kelulusan Tanggal 6 Juli 2026, dan dipastikan Insya Allah anak usia sekolah yang berdomisili di Banda Aceh bisa tertampung semua dengan catatan pemilihan sekolah sesuai dengan zona tempat tinggal masing-masing tanpa memaksa ke zona lain. Sulaiman Bakri juga meminta kepada orang tua/masyarakat untuk lebih terbuka saat pendaftaran jika calon murid baru tersebut berkebutuhan khusus sehingga nantinya mendapatkan akses layanan khusus.

Turut hadir dan menandatangani komitmen tersebut diantaranya Wakil Ketua 1 DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab, Sekretaris Komisi 4 DPRK Efiaty, Z. Wakasatreskrim Polresta IPTU Zulfandi SE, MH.

‎Selain unsur Forkopimda, Komitmen ini juga dihadiri oleh Salman Ishak Ketua MPD Kota Banda Aceh, Muammar, Ombudsman RI Perwakilan Aceh, sekretaris Dinas dan Seluruh Para Kabid, Pengawas dan Kepala Sekolah.