
Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman pada Kamis (25/6/2026). Langkah ini diinisiasi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh sebagai upaya nyata menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif serta mendukung tumbuh kembang anak secara positif.
Rapat yang berlangsung di ruang Rapat Walikota Banda Aceh ini dipimpin langsung oleh Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, M.Pd. Sadar bahwa kenyamanan lingkungan belajar bukan hanya tugas satu instansi, Pemkot Banda Aceh melibatkan berbagai Pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga terkait. Hadir dalam raker tersebut unsur dari Disdikbud, Disdik Dayah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kemenag, Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Bappeda, DP2KB, dewan guru, tenaga kependidikan, hingga Bagian Kesra Setda Kota Banda Aceh.
Sulaiman Bakri menegaskan bahwa kehadiran berbagai komponen ini sangat penting untuk menyempurnakan Surat Keputusan (SK) Walikota terkait personalia Pokja.
“Melalui Pokja Budaya Sekolah, Madrasah, Dayah yang Aman dan Nyaman, diharapkan dapat terbangun kolaborasi yang kuat dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan karakter positif pada peserta didik,” ujarnya.
Ke depannya, Pokja lintas sektoral ini akan memegang peran krusial, mulai dari menyusun program kerja, menggencarkan sosialisasi budaya positif, memetakan potensi risiko di lingkungan sekolah, hingga menjadi wadah koordinasi utama dalam menangani berbagai permasalahan keamanan dan kenyamanan yang dihadapi warga sekolah.
