Archive: 24 October 2026

Kadisdikbud Kota Banda Aceh Resmi Buka Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Tahun 2026

BANDA ACEH, 24 Oktober 2026 – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Tahun 2026 yang berlangsung di Aula UPTD Tekkomdik Kota Banda Aceh, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan diawali dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Kepala Bidang PAUD dan PNF Kota Banda Aceh, Ridwan Usman, S.Pd., M.Pd. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat peran satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bunda PAUD dalam memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, menegaskan pentingnya pendidikan yang berkesinambungan bagi anak-anak. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan idealnya ditempuh selama 13 tahun, dimulai dari satu tahun pendidikan prasekolah melalui PAUD/TK, kemudian dilanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kegiatan ini menghadirkan Ruwaida, S.Pd., M.Ed., sebagai narasumber yang memberikan pemaparan terkait implementasi wajib belajar satu tahun prasekolah. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para peserta dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung kesiapan anak memasuki pendidikan dasar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bunda PAUD Kecamatan Syiah Kuala, Isma Juniati, Bunda PAUD Kecamatan Ulee Kareng, Dewi Oetary, seluruh Bunda PAUD gampong dari Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng, serta seluruh kepala satuan PAUD dari kedua kecamatan tersebut.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap terbangun sinergi yang kuat antara satuan PAUD, Bunda PAUD, pemerintah gampong, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas akses pendidikan prasekolah. Dengan demikian, setiap anak di Kota Banda Aceh diharapkan mendapatkan kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan sejak usia dini sebagai fondasi bagi tumbuh kembang dan keberhasilan belajar pada jenjang berikutnya.

Sekda Banda Aceh Pimpin Upacara Bendera dan Buka Kegiatan TAGANA Masuk Sekolah

Banda Aceh – Program “Tagana Masuk Sekolah” (TMS) merupakan sebuah langkah strategis lintas sektor untuk membangun kesadaran kebencanaan sejak dini sekaligus memperkuat mitigasi bencana yang terintegrasi di lingkungan pendidikan. Kegiatan edukasi dan kesiapsiagaan bencana ini dijadwalkan berlangsung pada 12–14 Oktober 2026 dengan menyasar 12 sekolah tingkat SD dan SMP di berbagai kawasan di Kota Banda Aceh. Melalui program ini, sekolah diharapkan dapat menjadi pusat edukasi kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan.

Pembukaan rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada saat upacara bendera di SMP Negeri 6 Banda Aceh. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Jalaluddin, hadir bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Sekda menyampaikan poin penting bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini sangat krusial untuk disampaikan kepada para siswa sebagai generasi penerus. Hal ini mengingat Kota Banda Aceh pernah mengalami sejarah kelam akibat bencana besar, yaitu gempa dan tsunami pada tahun 2004 lalu. Beliau menegaskan bahwa sedari kecil anak-anak harus diberikan pemahaman dan edukasi menyeluruh tentang tanggap bencana mulai dari antisipasi ancaman, tindakan keselamatan saat bencana terjadi, hingga apa yang harus dilakukan pada pasca bencana. Hal ini sejalan dengan tujuan utama program TMS agar siswa tidak hanya tahu potensi bencana, tetapi juga mampu melakukan langkah penyelamatan diri yang tepat dan tidak panik saat situasi darurat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Disdikbud Kota Banda Aceh, Kabid Pembinaan SMP, Kepala Sekolah jenjang SMP dan SD serta Pengawas Sekolah.

Terlaksananya program edukasi kebencanaan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemerintah Provinsi Aceh, Dinas Sosial Aceh, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Tim Tagana Aceh, serta Tim Tagana Kota Banda Aceh. Sinergi yang kuat dari berbagai pihak ini diharapkan dapat menanamkan budaya siaga bencana dalam kehidupan sehari-hari dan membentuk generasi yang tangguh menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di masa depan.

SMP Negeri 10 Banda Aceh Raih Juara Umum OAN-KP 2026 Jenjang SMP Tingkat Nasional

Banda Aceh — Kabar membanggakan kembali datang dari SMP Negeri 10 Banda Aceh. Dalam ajang Olimpiade Akademik Nasional – Kesaktian Pancasila (OAN-KP) 2026 yang diselenggarakan oleh Puskantara, SMP Negeri 10 Banda Aceh berhasil menorehkan prestasi terbaik pada jenjang SMP/MTs Tingkat Nasional.

Kepala SMP 10 Banda Aceh Intan Nirmala Hasibuan menjelaskan, Berdasarkan hasil rekapitulasi daftar pemenang resmi OAN-KP 2026, SMP Negeri 10 Banda Aceh berhasil mengumpulkan 99 medali, yang terdiri atas 48 medali emas, 26 medali perak, dan 25 medali perunggu. Dengan jumlah tersebut, SMP Negeri 10 Banda Aceh menempati posisi teratas dalam perolehan total medali jenjang SMP/MTs dan meraih predikat Juara Umum berdasarkan rekapitulasi perolehan medali OAN-KP 2026.

Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena medali yang diraih para siswa tersebar pada berbagai bidang kompetisi. Para siswa SMP Negeri 10 Banda Aceh berhasil meraih medali emas dalam bidang Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi Terpadu, Fisika Terpadu, Geografi, Informatika, IPA, IPS, Kedokteran Dasar, Matematika, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Pancasila, dan Sejarah.

Pada kelompok peraih medali emas, sejumlah siswa menunjukkan prestasi yang sangat menonjol. Jihan Fadhillah dan Rino Fayyadh Gadi masing-masing berhasil meraih 5 medali emas pada beberapa bidang kompetisi. Selanjutnya, Muhammad Ammar Abdullah meraih 4 medali emas, sedangkan Hanifah Humaira, Meutia Dara Elfauzi, Muhammad Avicenna, dan Shadrina Malika Firta masing-masing mengoleksi 3 medali emas.

Capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras siswa, dukungan guru, pembinaan yang berkelanjutan, serta dukungan orang tua dan seluruh warga sekolah. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa siswa SMP Negeri 10 Banda Aceh memiliki potensi akademik yang kuat dan mampu berkompetisi di Tingkat Nasional dalam beragam bidang keilmuan.

Siswi Kota Banda Aceh Ukir Prestasi Pada Ajang FLS3N Tingkat Nasional

Banda Aceh – Alhamdulillah, kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kota Banda Aceh. Dua siswa terbaik dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 11 Banda Aceh berhasil meraih prestasi pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat nasional.

Prestasi tersebut diraih oleh Salsabila Azkia Fathin, siswi SMP Negeri 11 Banda Aceh, yang berhasil meraih Juara Harapan III kategori Vokal Solo, serta Dzakiyah Amirah, siswi SMP Negeri 1 Banda Aceh, yang meraih Juara Harapan I kategori Mendongeng pada tingkat nasional.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi Kota Banda Aceh, khususnya keluarga besar SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 11, sekaligus menunjukkan bahwa siswa-siswi Kota Banda Aceh mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mengantarkan para siswa meraih prestasi tersebut.

“Alhamdulillah, selamat kepada para siswa, guru, pembina, orang tua, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama. Terima kasih atas kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja sama yang luar biasa. Prestasi ini merupakan hasil dari proses, dedikasi, dan semangat bersama,” ujar Sulaiman Bakri.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, bakat, dan kreativitas sehingga semakin banyak prestasi yang dapat dipersembahkan bagi Kota Banda Aceh di tingkat nasional maupun internasional.