
Banda Aceh – Program “Tagana Masuk Sekolah” (TMS) merupakan sebuah langkah strategis lintas sektor untuk membangun kesadaran kebencanaan sejak dini sekaligus memperkuat mitigasi bencana yang terintegrasi di lingkungan pendidikan. Kegiatan edukasi dan kesiapsiagaan bencana ini dijadwalkan berlangsung pada 12–14 Oktober 2026 dengan menyasar 12 sekolah tingkat SD dan SMP di berbagai kawasan di Kota Banda Aceh. Melalui program ini, sekolah diharapkan dapat menjadi pusat edukasi kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan.
Pembukaan rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada saat upacara bendera di SMP Negeri 6 Banda Aceh. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Jalaluddin, hadir bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Sekda menyampaikan poin penting bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini sangat krusial untuk disampaikan kepada para siswa sebagai generasi penerus. Hal ini mengingat Kota Banda Aceh pernah mengalami sejarah kelam akibat bencana besar, yaitu gempa dan tsunami pada tahun 2004 lalu. Beliau menegaskan bahwa sedari kecil anak-anak harus diberikan pemahaman dan edukasi menyeluruh tentang tanggap bencana mulai dari antisipasi ancaman, tindakan keselamatan saat bencana terjadi, hingga apa yang harus dilakukan pada pasca bencana. Hal ini sejalan dengan tujuan utama program TMS agar siswa tidak hanya tahu potensi bencana, tetapi juga mampu melakukan langkah penyelamatan diri yang tepat dan tidak panik saat situasi darurat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Disdikbud Kota Banda Aceh, Kabid Pembinaan SMP, Kepala Sekolah jenjang SMP dan SD serta Pengawas Sekolah.
Terlaksananya program edukasi kebencanaan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemerintah Provinsi Aceh, Dinas Sosial Aceh, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Tim Tagana Aceh, serta Tim Tagana Kota Banda Aceh. Sinergi yang kuat dari berbagai pihak ini diharapkan dapat menanamkan budaya siaga bencana dalam kehidupan sehari-hari dan membentuk generasi yang tangguh menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di masa depan.
