Category: Berita

Banda Aceh Gelar Soft Launching Kelas Kecerdasan Artifisial untuk Guru SMP

Banda Aceh, 15 September 2025 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar soft launching program Banda Aceh Academy: Kelas Kecerdasan Artifisial (AI) untuk guru SMP di Aula Tekkomdik Banda Aceh.

Acara ini resmi dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Asisten I Bachtiar, Asisten II Fadhil, Kepala BKPSDM Rizal Abdillah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulaiman Bakri, serta sejumlah pejabat dan kepala sekolah SMP se-Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sulaiman Bakri, dalam laporannya menyampaikan bahwa dunia pendidikan saat ini dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Guru sebagai ujung tombak pendidikan perlu dibekali keterampilan memanfaatkan kecerdasan artifisial dalam proses belajar-mengajar.

“Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi AI, menciptakan pembelajaran interaktif, membentuk ekosistem pendidikan yang adaptif, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan SMP di Kota Banda Aceh,” ujar Sulaiman.

Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal dalam sambutannya mengapresiasi kolaborasi dengan Mafindo yang mendampingi 10.000 guru di 40 kota di Indonesia untuk menguasai teknologi AI. Ia menegaskan, program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan yang mendorong pengenalan coding dan deep learning di sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA.

“Kegiatan ini diharapkan menjadikan Banda Aceh sebagai kota pendidikan digital yang inovatif, baik di tingkat nasional maupun global,” ungkap Illiza.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Banda Aceh untuk mendorong guru menerapkan teknologi AI dan Learning Management System (LMS) dalam modul pembelajaran di sekolah masing-masing. Illiza menambahkan, Banda Aceh siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik dalam program nasional maupun internasional, untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.

Acara ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital, sekaligus memperkuat komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendukung program peningkatan kapasitas guru guna mewujudkan pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kadisdikbud Tutup Pelatihan Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Banda Aceh – Pelatihan deteksi dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bagi guru-guru PAUD dan SD/MI yang digelar di Aula Tekkomdik Banda Aceh resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd, M.Pd, pada Jumat, (11/09/2025).

Dalam sambutan penutupnya, Sulaiman menekankan pentingnya peran sekolah dalam mempersiapkan layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. “Hal yang paling utama adalah memastikan kebutuhan ABK terlayani dengan baik di sekolah,” tegasnya.

Ia juga mengimbau setiap sekolah inklusif untuk menyediakan fasilitas pendukung, seperti kursi roda di Unit Kesehatan Sekolah (UKS), guna memastikan aksesibilitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sulaiman menambahkan, “Tunjukkan bahwa sekolah serius melayani dan memenuhi kebutuhan pendidikan ABK sama dengan anak-anak Normal ”

Ia berharap sekolah-sekolah yang hadir dapat segera menerapkan hasil pelatihan ini untuk mendukung anak-anak ABK di lingkungan pendidikan.

Acara ini menjadi wujud komitmen nyata untuk menjadikan Banda Aceh sebagai kota ramah anak yang inklusif dan memuliakan pendidikan sejak dini. Dengan kerja sama yang semakin kuat antara berbagai pihak, Banda Aceh bertekad untuk terus menghidupkan program dan aksi berkelanjutan demi masa depan generasi emas yang lebih baik.

Banda Aceh Giatkan Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus melalui Kolaborasi Pendidikan dan Kesehatan

Banda Aceh, – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk memajukan pendidikan inklusif melalui pelatihan deteksi dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bagi guru-guru PAUD dan SD/MI yang bertempat di Aula Tekkomdik Banda Aceh (10/09/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd menegaskan bahwa setiap anak adalah amanah yang memiliki potensi unik dan kebutuhan berbeda. “Pendidikan anak usia dini adalah pondasi pembentukan karakter, nilai, dan kecintaan pada ilmu. Deteksi dini ABK menjadi kunci untuk memberikan intervensi tepat waktu agar tidak ada anak yang tertinggal,” ujarnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Bunda PAUD Kota Banda Aceh dan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK), yang telah ditegaskan melalui penandatanganan MoU pada 26 Agustus lalu. Kerja sama ini menghadirkan kolaborasi lintas disiplin antara dunia pendidikan dan kesehatan, melibatkan dosen, dokter, dan psikolog dari FK USK untuk mendampingi guru dalam mendeteksi dan menangani kebutuhan khusus anak-anak. “Hari ini, narasumber dari USK hadir untuk berbagi strategi mendidik anak ABK yang dapat langsung diterapkan di lapangan,” tambahnya.

Konsep “Banda Aceh Kota Kolaborasi” menjadi semangat utama dalam inisiatif ini. Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan pemerintah, perguruan tinggi, guru, orang tua, dan masyarakat untuk memastikan pembangunan generasi emas yang inklusif. Dengan adanya MoU ini, layanan PAUD di Banda Aceh diharapkan semakin berkualitas, dengan pemantauan kesehatan, perkembangan psikologis, dan dukungan belajar yang lebih baik. “Deteksi dini memungkinkan kita mengenali hambatan belajar, kesulitan bahasa, atau gangguan perkembangan sejak awal, sehingga anak-anak dapat tumbuh percaya diri dan berprestasi,” jelasnya.

40 guru sebagai peserta yang hadir dalam pelatihan ini diimbau untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang merangkul semua anak tanpa terkecuali. “Setiap kesabaran dan usaha Bapak dan Ibu guru adalah cahaya bagi masa depan anak-anak kita,” pesannya.

‎Acara ini menjadi wujud komitmen nyata untuk menjadikan Banda Aceh sebagai kota ramah anak yang inklusif dan memuliakan pendidikan sejak dini. Dengan kerja sama yang semakin kuat, Banda Aceh bertekad untuk terus menghidupkan program dan aksi berkelanjutan demi masa depan generasi emas.

Banda Aceh Giatkan Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus melalui Kolaborasi Pendidikan dan Kesehatan

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk memajukan pendidikan inklusif melalui pelatihan deteksi dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bagi guru-guru PAUD dan SD/MI yang bertempat di Aula Tekkomdik Banda Aceh (10/09/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd menegaskan bahwa setiap anak adalah amanah yang memiliki potensi unik dan kebutuhan berbeda. “Pendidikan anak usia dini adalah pondasi pembentukan karakter, nilai, dan kecintaan pada ilmu. Deteksi dini ABK menjadi kunci untuk memberikan intervensi tepat waktu agar tidak ada anak yang tertinggal,” ujarnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Bunda PAUD Kota Banda Aceh dan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK), yang telah ditegaskan melalui penandatanganan MoU pada 26 Agustus lalu. Kerja sama ini menghadirkan kolaborasi lintas disiplin antara dunia pendidikan dan kesehatan, melibatkan dosen, dokter, dan psikolog dari FK USK untuk mendampingi guru dalam mendeteksi dan menangani kebutuhan khusus anak-anak. “Hari ini, narasumber dari USK hadir untuk berbagi strategi mendidik anak ABK yang dapat langsung diterapkan di lapangan,” tambahnya.

Konsep “Banda Aceh Kota Kolaborasi” menjadi semangat utama dalam inisiatif ini. Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan pemerintah, perguruan tinggi, guru, orang tua, dan masyarakat untuk memastikan pembangunan generasi emas yang inklusif. Dengan adanya MoU ini, layanan PAUD di Banda Aceh diharapkan semakin berkualitas, dengan pemantauan kesehatan, perkembangan psikologis, dan dukungan belajar yang lebih baik. “Deteksi dini memungkinkan kita mengenali hambatan belajar, kesulitan bahasa, atau gangguan perkembangan sejak awal, sehingga anak-anak dapat tumbuh percaya diri dan berprestasi,” jelasnya.

40 guru sebagai peserta yang hadir dalam pelatihan ini diimbau untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang merangkul semua anak tanpa terkecuali. “Setiap kesabaran dan usaha Bapak dan Ibu guru adalah cahaya bagi masa depan anak-anak kita,” pesannya.

‎Acara ini menjadi wujud komitmen nyata untuk menjadikan Banda Aceh sebagai kota ramah anak yang inklusif dan memuliakan pendidikan sejak dini. Dengan kerja sama yang semakin kuat, Banda Aceh bertekad untuk terus menghidupkan program dan aksi berkelanjutan demi masa depan generasi emas.

SMPN 1 Banda Aceh Raih Juara Umum NOSeC Tingkat Nasional, Wali Kota Illiza Berikan Apresiasi

Banda Aceh- SMP Negeri 1 Banda Aceh kembali mengukir prestasi mengharumkan nama Kota Bamda Aceh dengan berhasil meraih predikat Juara Umum pada ajang Nosec (National Outstanding Student e-Competition) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Braindicator. Kompetisi ini berlangsung secara daring melalui sistem CBT Pusatprestasi pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri didampingi Kabid SMP Evi Susanti menjelasan NOSEC merupakan ajang bergengsi yang diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di Indonesia,

Gelaran Nosec ini memperlombakan sejumlah cakupan bidang lomba diantaranya lmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Geografi, Pendidikan Agama Islam, Sejarah, Biologi Terpadu, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Kedokteran Dasar, Pendidikan Pancasila, dan Informatika,” kata Sulaiman Bakri

Menurut penjelasan Kepala Sekolah SMP 1 Rima Afrian sebanyak 138 siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh berpartisipasi dan berhasil menorehkan prestasi membanggakan.

“Adapun raihan medali yang diperoleh adalah 75 medali emas, 68 medali perak, 62 medali perunggu serta dua siswa dinobatkan sebagai Absolute Winner yaitu Keisha Qanita (Bidang IPS) dan Ade Annisa Khaira Shaumi (Bidang B.Indonesia).Dengan demikian, total medali yang berhasil dibawa pulang mencapai 205 medali, karena sejumlah siswa mengikuti lebih dari satu cabang lomba,” jelas Rima Afrian

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian yang diraih SMP 1 Banda Aceh dalam ajang Nosec (National Outstanding Student e-Competition) tingkat nasional

“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan hasil kerja keras para siswa yang didukung penuh oleh para guru serta orang tua. Keberhasilan ini membuktikan bahwa SMP-SMP di Kota Banda Aceh mampu bersaing dan berprestasi di Tingkat Nasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi di masa mendatang,” ujarnya.

Buka Pelatihan Pembelajaran Mendalam Bagi Guru SMP, Ini Tiga Pesan Wali Kota Illiza

Banda Aceh- Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal membuka secara resmi Pelatihan pembelajaran mendalam bagi Guru Sekolah Menengah Pertama Kota Banda Aceh Tahun 2025

Bertempat di Hotel Alhanifi, Senin,(25/8/2025), acara tersebut di ikuti sekitar 100 orang tenaga pendidik dari sejumlah Sekolah Menengah Pertama , dan direncankan akan berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 25 hingga 28 Agustus 2025.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua MPD Sofyan Sulaiman, Kadis Pendidikan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri, Ketua Musyawarah Pokja Kepala Sekolah Arlis, Narasumber dari Kemendikdasmen Intan Nirmala Hasibuan, Koordinator Pengawas Sekolah Yusnaini dan sejumlah pejabat di Disdikbud Kota Banda Aceh.

Wali kota mengatakan saat ini guru memiliki tantangan sekaligus peluang sebagai pendidik. Guru tidak lagi cukup hanya menyampaikan teori, tetapi harus bisa menghadirkan pembelajaran yang relevan, kontekstual, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak.

“Karena itu, konsep deep learning atau pembelajaran mendalam menjadi sangat penting. Guru bukan sekadar menyampaikan pelajaran, tapi juga mengajak murid memahami, mengaitkan, dan mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Illiza.

Wali Kota Illiza juga menitipkan tiga pesan penting kepada para peserta tenaga pendidik sebagai upaya melahirkan generasi Banda Aceh yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.

“Pesan saya kepada ibu bapak yang pertama jadilah guru pembelajar sepanjang hayat, yang kedua, bangun pembelajaran yang bermakna dan yang ketiga, jadilah teladan dalam akhlak,”pesan Illiza.(AY)

SMPN 10 BANDA ACEH RAIH JUARA UMUM KSOB TINGKAT SMP/MTS TAHUN 2025

BANDA ACEH – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Kota Banda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Juara Umum pada ajang Kompetisi Sains Olimpiade dan Bahasa (KSOB) tingkat SMP tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Puskantara pada 3 Agustus lalu secara daring melalui CBT Pusprestasi. Prestasi ini menjadi yang kedua kalinya secara berturut-turut setelah sekolah tersebut juga berhasil menjadi juara umum pada tahun 2024.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen SMPN 10 Banda Aceh dalam mencetak siswa-siswi berprestasi di Tingkat Nasional. Pada kompetisi kali ini, SMPN 10 Banda Aceh mengikut sertakan 241 siswanya dan berhasil menyabet total 180 medali, yang terdiri dari 36 Emas, 67 Perak, dan 77 Perunggu.

Kadisdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri didampingi Kepsek Intan Nirmala Hasibuan menjelaskan Medali-medali tersebut diraih dari berbagai cabang disiplin ilmu yang diikuti oleh siswa/i SMPN 10 B.Aceh. Cabang-cabang lomba yang berhasil antara lain:

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Kedokteran Dasar.
Pendidikan Agama Islam (PAI).
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).
Informatika.
Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Khusus Untuk cabang informatika a.n. Cut Aldila berhasil meraih gelar Absolute Winner karena meraih nilai tertinggi. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa-siswi SMPN 10 Banda Aceh memiliki semangat belajar dan daya saing yang tinggi, terbukti dari antusiasme mereka untuk berkompetisi dengan puluhan ribu pelajar SMP/MTS dari seluruh Indonesia.

Prestasi ini adalah hasil kolaborasi dan kerja keras bersama Siswa, Guru, Orang tua, Komite Sekolah, dan Pemko Banda Aceh.
Kami berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap siswa untuk mengembangkan potensi diri mereka.

Resmi Ditutup, GSI 2025 Jenjang SMP Banda Aceh Hasilkan Juara

Banda Aceh – Ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang SMP yang dilaksanakan di Lapangan Matador Meunasah Papeun Krueng Barona Jaya secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd., (23/07/2025).

Turut hadir Sekretaris Disdikbud, Kabid Pembinaan SMP, kepala sekolah dan orang tua peserta.

Dalam sambutannya, Sulaiman Bakri menegaskan bahwa ajang GSI difokuskan untuk mencari bibit-bibit atlet sepak bola masa depan Kota Banda Aceh untuk berjuang di tingkat Provinsi Aceh. “GSI tahun ini kita fokuskan pada pencarian bibit atlet yang menampilkan permainan terbaiknya, mereka yang terpilih nanti akan mewakili Banda Aceh di tingkat Provinsi Aceh,” ujarnya.

Ia juga menuturkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru pendamping, komite sekolah dan orang tua siswa yang terus memberikan dukungan moril kepada anak-anak yang bertanding.

Adapun GSI 2025 dimenangkan oleh kecamatan Baiturrahman, juara 2 diraih oleh kecamatan Kuta Alam, dan juara 3 diraih oleh kecamatan Syiah Kuala.

GSI 2025 Jenjang SMP Banda Aceh Resmi Dibuka

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang SMP di Lapangan Matador Meunasah Papeun Krueng Barona Jaya (21/07/2025).

Turut hadir Wakapolsek Krueng Barona Jaya, Sekretaris Disdikbud, Kabid Pembinaan SMP, Kabid GTK, kepala sekolah dan orang tua peserta yang turut memeriahkan suasana.

Dalam sambutannya, Sulaiman Bakri menegaskan bahwa GSI bukan satu-satunya ajang unjuk prestasi. “Kota Banda Aceh juga telah sukses menggelar Olimpiade Sains jenjang SMP. Para juara dari kedua ajang ini akan kita kirim untuk mengharumkan nama kota di tingkat Provinsi Aceh,” ujarnya.

Ia juga tak lupa menyemangati para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. “Bersainglah dengan penuh semangat, tapi jaga sportivitas. Ini momen kalian untuk bersinar! Tunjukkan skill terbaik dan bikin kami bangga,” pesannya.

GSI 2025 ini diharapkan tak hanya melahirkan juara, tapi juga membentuk karakter siswa yang tangguh, sportif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

DELAPAN SISWA KOTA BANDA ACEH RAIH JUARA DI KOMPETISI INTERNASIONAL

‎Delapan siswa/siswi SD dan SMP Kota Banda Aceh mewakili Indonesia meraih Juara pada dua Perlombaan Sempoa, Abacusking International Abacus Mental Arithmetic Alliance (AIAMA) 19-20 Juli 2025 di Selangor Malaysia dan Singapura International Math Olympiad Challenge (SIMOC) DI Singapura, 5-8 Juli 2025.

‎Prestasi membanggakan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Ia mengungkapkan rasa bangga dan harunya melihat keberhasilan para pelajar Kota Banda Aceh menorehkan prestasi di tingkat internasional.

‎Wali Kota juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para guru dan kepala sekolah yang telah memberikan pendampingan dan pembinaan intensif kepada para siswa.

‎“Tanpa peran para pendidik, prestasi ini tentu sulit terwujud. Terima kasih atas kerja keras dan dedikasinya, semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan lagi di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.

‎Ia juga menekankan peran guru sebagai garda terdepan dalam memajukan sektor pendidikan. “Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh guru, karenanya kita sangat komit dalam upaya peningkatan SDM dan kesejahteraan guru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.”

‎Di lain tempat, Kadisdikbud Sulaiman Bakri didampingi Kepsek SD/SMP Bunga Matahari Cut Monalisa, dan Nurhayati serta Kepsek SD Negeri 24, Hidayat dan Kepsek SMP 1, Rima Afriani memberi apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh siswa dari Kota Banda Aceh yang meraih Juara mewakili Indonesia, mudah2an bisa bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Kota Banda Aceh. Terima kasih juga kepada para guru dan Orang tua hebat yg selalu berkolaborasi dengan sekolah dalam membantu pendidikan ananda kita.

‎Sulaiman Bakri menjelaskan belajar sempoa sudah banyak ditinggalkan padahal banyak manfaat bagi peserta didik terutama dalam meningkatkan kemampuan Koqnitif dan matematika anak, membantu konsentrasi, daya ingat, berpikir logis dan kordinasi mata-tangan.

Lomba AIAMA ABUCUS Olympiad International competition 2025 ini dilaksanakan Di Selangor Kuala Lumpur yang diikuti boleh beberapa negara dibagi kedalam enam katagori usia, dan Alhamdulillah ada 7 siswa kita mendapat juara dalam berbagai katagori.

‎Sedangkan Lomba di Singapura kita meraih satu juara.

‎1. Muhammad Rafie Edmil Bakhtiar
‎ Juara 2 Internasional
‎ ( Kls 5 SDN 24 B.Aceh)

‎2. R. Malika Sakhi Muyassarah
‎ Juara 1
‎ (Kls VII SMPN 1 B.Aceh)

‎3. Reagen March Lee
‎ Champion best of the best
‎ (Kls 6 SD Bunga Matahari)

‎4. Quinn Callysta Zhang
‎ Juara 2
‎ (Kls 6 SD Bunga Matahari)

‎5. Clarine Rea Huang
‎ Juara 2
‎ (Kls 6 SD Bunga Matahari)

‎6. Michelle Efendi
‎ Champion best of the best
‎ (Kls 7 SMP Bunga Matahari)

‎7. Reagan Filbert Kindarta
‎ Bronze Medal di SIMOC
‎ Singapura
‎ (Kls III SD Bunga Matahari)

‎8. Amelia Jacquelyn Koo
‎Juara 2
‎(Kelas VII SMP Methodist)