Kegiatan Pembinaan Sanggar Seni Tradisional Kota Banda Aceh Ditutup

Kegiatan Pembinaan Sanggar Seni Tradisional Kota Banda Aceh Ditutup

Banda Aceh – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Teuku Erwin Irham SP M.Si menutup kegiatan Pembinaan Sanggar Seni Tradisional Kota Banda Aceh yang bertempat di Aula UPTD Tekkomdik Banda Aceh (01/11/2024).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Kebudayaan, Kabid Pembinaan Ketenagaan, kepala sekolah, ketua sanggar, Ketua Dewan Kesenian Banda Aceh Bapak Herman, dan Maestro Tari Aceh Ibu Marliah Usman.

Sekdis Dikbud Banda Aceh dalam arahannya menyampaikan agar semua peserta yang telah mengikuti pembinaan bisa mengajarkan ilmu yang didapatkan kepada siswa di sekolah.

Ia juga mengharapkan kepada seluruh peserta agar mempunyai peranan penting dalam pelestarian seni budaya Aceh khususnya Tari Ranup Lampuan.

Pada kesempatan lain, Kabid Kebudayaan Husni Alamsyah mengharapkan kepada seluruh sanggar SMP yang mengikuti pembinaan agar menampilkan Tari Ranup Lampuan jika ada tamu khusus yang berkunjung ke sekolah.

kedepannya, Tari Ranup Lampuan akan diperlombakan beriringan dengan tarian lainnya dengan harapan Tarian Ranup Lampuan akan menjadi warisan budaya khusunya Kota Banda Aceh. harapnya,

Bunda PAUD Banda Aceh Lepas Tim Drumband SD dan SMP Menuju Lhokseumawe

Banda Aceh – Bunda PAUD Kota Banda Aceh Yekki Yasmin S.Si M.Si didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd melepas secara resmi keberangkatan tim drumband SD Negeri 22, SD Negeri 24, dan SMP Negeri 17 Kota Banda Aceh ke ajang Piala Walikota Lhokseumawe 2024 (30/10/2024).

Acara pelepasan berlangsung di Disdikbud Banda Aceh. Turut hadir Ketua DWP Disdikbud Banda Aceh Ny. Maisarah Sulaiman Bakri, Kepala Sekolah, para orangtua, peserta, dan segenap staf dilingkungan Disdikbud.

Dalam sambutannya, Yekki Yasmin mengharapkan perwakilan Kota Banda Aceh dapat menjadi juara pada ajang bergengsi tersebut. “Semoga meraih prestasi terbaik sehingga dapat mengharumkan nama Banda Aceh”, ujarnya.

Untuk itu, ia berpesan kepada para peserta lomba untuk menyiapkan mental, semangat, dan fisik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karena menurutnya, tanpa ada usaha maksimal tidak akan ada hasil yang maksimal.

Sulaiman Bakri selaku Ketua PDBI (Persatuan Drumband Indonesia) Banda Aceh berharap para atlet dapat menjaga kondisi kesehatan agar tampil prima dan berkonsentrasi penuh selama mengikuti kejuaraan.

“Tetap semangat, jaga kesehatan, dan kekompakan karena lomba drum band ini adalah lomba kekompakan gerak maupun pengaturan irama. Jaga konsentrasi, dan semoga mendapatkan hasil yang terbaik,” tegasnya.

Sekretaris Disdikbud Buka Kegiatan Pembinaan Sanggar Seni Tradisional Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Teuku Erwin Irham membuka kegiatan Pembinaan Sanggar Seni Tradisional Kota Banda Aceh yang bertempat di Aula UPTD Tekkomdik Banda Aceh (30/10/2024).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal, Kepala UPTD Tekkomdik, dan kepala sekolah SMP.

Kabid Kebudayaan Husni Alamsyah S.Sos selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan Pembinaan Sanggar Seni Tradisional Kota Banda Aceh bertemakan “Melalui Sanggar Kita Lindungi dan Lestarikan Seni Budaya Aceh yang Berkarakter” akan dilaksanakan selama tiga hari (30, 31 Oktober dan 1 November 2024) yang diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari ketua sanggar dan pelatih sanggar seluruh sanggar SMP Kota Banda Aceh.

Sekretaris Disikbud Banda Aceh Teuku Erwin Irham SP M.Si sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Terlebih kegiatan Pembinaan Sanggar Seni Tradisional Kota Banda Aceh akan sangat berdampak pada pelestarian seni tradisi budaya Aceh.

“Kita masyarakat Aceh berkewajiban melestarikan seni tradisi dan budaya Aceh, jangan sampai hilang di telan waktu.” Tegasnya.

Kegiatan tersebut bertujuan membangkitkan kembali minat guru dan siswa melestarikan seni tradisi budaya masyarakat Aceh.

Kadisdikbud dan BPMP Aceh Pantau ANBK SD

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd didampingi Kabid Pembinaan SD Jailani Yusti S.Ag M.Pd dan perwakilan dari BPMP Aceh melakukan monev ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) ke SD Negeri 16 dan SD Negeri 69 Banda Aceh (28/10/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Kadisdikbud Kota Banda Aceh turut memotivasi para peserta ANBK untuk tetap semangat mengikuti asesmen.

“Persiapkan diri dengan baik, istirahat yang cukup, sarapan, dan jangan lupa untuk minta doa kepada orang tua agar dapat mengikuti ANBK ini dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia memastikan seluruh proses ANBK tingkat SD di Banda Aceh berjalan dengan baik. Ia berharap, ANBK mampu menghasilkan data yang akurat mengenai kompetensi siswa, di mana ANBK sebagai pengganti ujian nasional yang sebelumnya menjadi penilaian akhir bagi siswa.

Dua SMP Banda Aceh Kembali Ukir Prestasi Nasional

Banda Aceh – Dua sekolah jenjang SMP di Kota Banda Aceh yaitu SMPN 1 dan SMPN 10 kembali mengukir prestasi di Tingkat Nasional dengan mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah terbaik Apresiasi Giat UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) Adaptif Merdeka (SMPN 1) dan Absolute Winner OHSN 2024 (Siswi SMPN 10). Atas capaian ini, Pj Wali Kota Banda Aceh Ade Surya menyampaikan apresiasinya.

Ade Surya mengatakan penghargaan ini untuk menjadi cambuk bagi kita semua agar pendidikan di Kota Banda Aceh terus membaik.

“Ini tidak mungkin tercapai kalau kita tidak sungguh-sungguh melakukan perubahan dalam bidang pendidikan sesuai dengan konteks kekinian,” ungkap Ade Surya pada hari Minggu (27/10/2024).
Sementara Itu, Kepala Disdikbud Banda Aceh Sulaiman Bakri didampingi Kabid pembinaan SMP Evi Susanti menjelaskan bahwa penghargaan bergengsi tingkat nasional yaitu Apresiasi Giat UKBI Adaptif Merdeka adalah program unggulan yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kecakapan berbahasa di kalangan pelajar, guru dan masyarakat luas.

Lebih lanjut, Evi mengatakan UKBI merupakan tes standar untuk mengetahui tingkat kemahiran berbahasa penutur bahasa Indonesia. UKBI memiliki fungsi yang sangat strategis, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas bahasa Indonesia serta penggunaan dan pengajarannya, tetapi juga untuk memupuk sikap positif dan rasa bangga bangsa Indonesia terhadap bahasanya.

Dalam hal ini, SMP Negeri 1 Kota Banda Aceh pada tahun 2024 ini kembali mengulang prestasi yang telah diperoleh sejak tahun 2021 di mana berhasil mendapatkan predikat 25 sekolah terbaik Apresiasi Giat UKBI Adaptif Merdeka Tahun 2024 dari 169 sekolah yang mengikuti seleksi UKBI di tingkat nasional dan merupakan satu-satunya sekolah yang berasal dari Provinsi Aceh.

Selanjutnya, Prestasi lainnya juga diraih oleh siswa SMPN 10 Kota Banda Aceh atas nama Nanda Alzakia yang berhasil meraih prestasi menjadi Absolute Winner Tingkat Nasional pada Olimpiade Hari Santri Nasional (OHSN) Tahun 2024 cabang lomba Sejarah Kebudayaan Islam. Absolute Winner adalah peraih nilai tertinggi dan hanya berhak disandang oleh 1 orang di setiap kategori lomba.

Sulaiman Bakri menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang luar biasa kepada pihak sekolah dalam hal ini kepada kepala sekolah, guru, siswa serta orangtua yang terus bersinergi dan berkolaborasi untuk membuka kesempatan seluas-luasnya dan memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan potensi dan talenta yang mereka miliki sehingga prestasi demi prestasi dapat diraih.
“Hal ini membuktikan bahwa sesungguhnya anak-anak didik kita adalah anak-anak hebat yang memiliki segudang talenta/bakat/minat, jika kita fasilitasi maka Insyaa Allah mereka akan terus menjadi anak-anak yang membanggakan,” ujar Kepala Disdikbud Banda Aceh Sulaiman Bakri.

“Kami juga mendorong dan mensupport sekolah-sekolah lainnya baik jenjang SD dan SMP di Banda Aceh untuk terus berbuat yang terbaik bagi peserta didik sehingga prestasi lainnya terus diukir oleh sekolah-sekolah yang ada di Kota Banda Aceh. Beri kesempatan pada peserta didik untuk mengikuti ajang kompetisi apapun sesuai dengan bakat dan minat yang mereka miliki,” tambahnya.

Disdikbud Launching Empat Program Unggulan SMPN 7 Banda Aceh

Banda Aceh – Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Evi Susanti, S.Pd, M.Si., me-launching empat Program Unggulan SMP Negeri 7 Banda Aceh. Acara yang dihadiri oleh Kabid DLHK Bidang Tata Lingkungan, Ir. Cut Safarina Yulianti, ST, MM. MT., Ketua Komite SMPN 7 Banda Aceh, Burhana, S.T., Pengawas Pembina, Abri Yani, M.Pd dan perwakilan orang tua dari masing-masing paguyuban kelas sebanyak 21 rombel kelas (21/10/2024).

Keempat program yang akan diluncurkan adalah program Adiwiyata, program wajib yaitu P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan, subtema Proses Pemilahan Sampah untuk kelas VII dan dengan tema Kearifan lokal dengan subtema Kuliner Khas Aceh, program Literasi dan Numerasi dan yang terakhir program Mak ngon Ayah Saweu Sikula.

Dalam sambutannya, Evi Susanti, S.Pd, M.Si mengungkapkan Disdikbud Banda Aceh akan sangat mendukung setiap program yang dijalankan di SMP Negeri 7. Menurutnya, SMP Negeri 7 adalah salah satu sekolah yang paling diminati di Kota Banda Aceh.

“SMP Negeri 7 adalah salah satu sekolah yang paling diminati, dan sangatlah bagus ada beberapa program unggulan yang akan dijalankan di SMPN 7, seperti program literasi dan numerasi, serta program Mak ngon Ayah Saweu Sikula. Kegiatan tersebut merupakan hal yang baik, selama ini mungkin orang tua agak takut jika dipanggil ke sekolah namun dengan kegiatan tersebut orang tua juga dapat berkolaborasi dengan sekolah,” ujarnya dengan tegas.

Sebelumnya, yang bertindak sebagai pembina upacara, Ir. Cut Safarina Yulianti, ST, MM. MT. memberikan selamat atas capaian SPN 7 Banda Aceh yang telah meraih penghargaan sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi dan ikut melantik pengurus Adiwiyata SMPN 7 Banda Aceh tahun 2024/2025 bersama Kepala SMPN 7 Banda Aceh, Kumaidi, S.Pd.I. dan Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh yang disaksikan oleh seluruh tamu dan siswa yang hadir.

“Selamat kepada SMP Negeri 7 Banda Aceh yang telah menjadi sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi, namun jangan berbangga tetap konsisten dan menjadi lebih baik lagi dan dapat meraih Adiwiyata Tingkat Nasional,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kepala SMPN 7 Banda Aceh memaparkan berbagai program unggulan yang telah berjalan di SMPN 7 Banda Aceh.

“Beberapa program unggulan yang sudah berjalan dengan baik di SMPN 7 Banda Aceh, namun ada beberapa program baru yang membutuhkan kolaborasi antara sekolah dan para orang tua dalam menyukseskan program ini, InsyaAllah demi mewujudkan SMPN 7 menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan Literasi dan Numerasi di SMPN 7 Banda Aceh merupakan hal wajib dilasanakan pada salah satu hari di SMPN 7, tidak hanya bagi peserta didik namun juga setiap guru juga harus membiasakan membaca atau berliterasi.

“SMPN 7 Banda Aceh punya Kelas Literasi yang berfokus dalam hal menulis Cerpen yang dimentori oleh seorang guru yang ahli dalam bidangnya. Dari kelas literasi tersebut akan menghadirkan sebuah buku antologi cerpen karya peserta didik SMPN 7 Banda Aceh.” Pungkasnya.

PENDEKAR KOTA Peningkatan Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Pendidikan yang berkualitas  memerlukan  kepatuhan  terhadap  standar kinerja pendidik dan tenaga kependidikan di Kota Banda Aceh, terdapat tantangan terkait  kedisiplinan  yang  berdampak  pada  pelayanan pendidikan.

Proyek “PENDEKAR KOTA” merupakan  proyek Peningkatan  Kinerja  Pendidik  dan  Tenaga Kependidikan  di Kota  Banda  Aceh  hadir  untuk  mengatasi  masalah  ini dengan  mengembangkan  aplikasi  Sinan  Sikula  yang  dilengkapi  fitur “Face  Recognition.”  Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan validitas data, serta mendukung pembayaran tunjangan yang lebih akurat. Penerapan  sistem  ini diharapkan meningkatkan  kualitas  layanan Pendidikan, peserta  didik  merasa  lebih  terlayani dan  rapor pendidikan  Kota  Banda  Aceh  membaik. 

Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd menjelaskan penambahan fitur Face Recognition untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dirancang untuk menindaklanjuti Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018  tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. Serta Surat Edaran MenPAN RB Nomor 16 Tahun 2022 tentang Kewajiban Menaati Ketentuan Jam Kerja Bagi Aparatur Sipil Negara.

Ia juga menambahkan demi mewujudkan peningkatan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh, kedisiplinan dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan harus terus dievaluasi dan dilakukan inovasi dalam rangka optimalisasi layanan pendidikan

Adapun tujuan diterapkannya Proyek “PENDEKAR KOTA” ini adalah untuk meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan melalui pengembangan aplikasi Sinan Sikula (Sistem Layanan Informasi Sekolah) dengan strategi utama yaitu penyediaan fitur “Face Recognition” fitur ini akan membantu dalam memantau kedisiplinan PTK secara real-time. Proyek ini banyak mendapat dukungan dan apresiasi dari pemerhati pendidikan dan masyarakat/orangtua siswa.

Manfaat yang diharapkan dari penerapan sistem ini yaitu diperolehnya data real-time terkait kedisiplinan PTK, validitas data untuk pembayaran berbagai jenis tunjangan PTK (Sertifikasi, TPP, dan Tamsil) dan peningkatan kinerja PTK.

Kami berharap program ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Banda Aceh dan seluruh Stakeholder terkait demi penerapan dan keberlangsungan proyek perubahan ini.

Kadisdikbud Banda Aceh Launching PENDEKAR KOTA

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd melaunching PENDEKAR KOTA (Peningkatan Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kota Banda Aceh) dan Penandatanganan Komitmen Bersama Stakeholder di Aula UPTD Tekkomdik Banda Aceh (14/10/2024).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan MPD, BKPSDM, Diskomenfotik Kota Banda Aceh , dan Para Kabid, Pejabat Fungsional Disdikbud, dan Seluruh kepala sekolah Se-Kota Banda Aceh.

Pelaksanaan Lounching PENDEKAR KOTA ini adalah untuk menambah beberapa fitur baru dari aplikasi Sinan Sikula yang berfokus pada kedisiplinan, Keakuratan Data, Keterbukaan Data, dan Kecepatan Data tentang pendidik dan tenaga kependidikan di Kota Banda Aceh yang berdampak pada pelayanan Pendidikan yang bermutu.

Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd menjelaskan penambahan Fitur Face Recognition pendidik dan tenaga kependidikan ini sudah dirancang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab seorang GTK yang berpedoman pada Permendikbud dan Menpan RB.

Ia juga menambahkan demi mewujudkan peningkatan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh, kedisiplinan dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan harus terus di evaluasi dan dilakukan Inovasi dalam rangka optimalisasi layanan pendidikan.

“Dengan penerapan sistem ini, kami berharap kualitas pendidikan meningkat, peserta didik merasa lebih terlayani dan masyarakat bisa memantau perkembangan pelaksanaan PBM disekolah2, serta Rapor pendidikan Kota Banda Aceh terus membaik.” Harapnya.

Kadisdikbud Launching Kartu Absensi Digital Siswa dan Bank Sampah

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd didampingi Kabid Pembinaan SMP Evi Susanti S.Pd M.Si dan Kepala Sekolah SMPN 6 Banda Aceh Syarifah Nargis S.Ag me-Launching Kartu Absensi Digital Siswa dan Bank Sampah berempat di SMP Negeri 6 Banda Aceh (11/10/2024).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut praktisi lingkungan USK Ir Rama Herawati M.P, Geuchik Gampong Kota Baru, dan Komite Sekolah.

Kadisdikbud Banda Aceh Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd mengungkapkan siap mendukung program yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 6 Banda Aceh selama program tersebut bisa terus mengembangkan karakter siswa dan pendidikan di Kota Banda Aceh.

Menurutnya, Absensi Digital Siswa merupakan salah satu gebrakan yang dilakukan oleh SMP Negeri 6 Kota Banda Aceh yang mengikuti perkembangan zaman digitalisasi saat ini.

Lanjutnya, program Bank Sampah merupakan program lanjutan dari Anugrah Widiyatama yang diterima oleh SMP Negeri 6 Banda Aceh tahun 2024. Ia juga berharap SMP Negeri 6 bisa memberikan pengimbasan kepada sekolah lain di Kota Banda Aceh.

Kepsek SMP Negeri 6 Banda Aceh Syarifah Nargis S.Ag menjelaskan baru menyiapkan tiga mesin absensi yang akan digunakan oleh siswa. Tiap mesin akan digunakan untuk empat kelas. Hal tersebut merupakan Pilot Project absensi digital siswa dan masih dalam tahap evaluasi dan pengembangan. Nantinya satu mesin akan digunakan oleh satu kelas.

Ia juga menambahkan, kartu absensi digital siswa mempunyai multi fungsi yang bisa digunakan sebagai identitas siswa (Kartu Tanda Siswa) dan juga sebagai kartu pustaka sekolah.

Angin Kencang di Banda Aceh, Siswa SDN 62 Meninggal

Banda Aceh – Innalillahi wainna ilaihi rajiun, angin kencang yang disertai hujan di Kota Banda Aceh pada pagi tadi menjelang siang, Rabu, 18 September 2024, mengakibatkan satu siswa sekolah dasar meninggal dunia dan dua lainnya terluka.

Kadisdikbud Banda Aceh Sulaiman Bakri, mengatakan, korban meninggal dunia bernama Syakir Arkan, siswa kelas enam SD Negeri 62 Banda Aceh. “Almarhum terkena plafon selasar lantai dua gedung sekolah yang terlepas,” ujarnya.

Menurut informasi dari pihak sekolah, pada saat kejadian Syakir dan teman-teman sekelasnya hendak masuk ke kelas usai jam istirahat. “Lokasinya di perkarangan sekolah, tiba-tiba badai hingga menyebabkan plafon jatuh dari atas dan menimpa anak-anak.”

Diketahui, korban meninggal dunia karena luka pada bagian kepala. “Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga. Musibah ini duka bagi kami semua. Dan tadi juga bersama Bapak Pj Wali Kota, kami telah berkunjung ke rumah almarhum di Cot Masjid,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dua siswa lain yang mengalami luka-luka, Sulaiman mengatakan, salah satunya sudah diperbolehkan pulang ke rumah oleh dokter. “Kemudian yang satunya lagi ananda Lufthi masih dirawat di RS Pertamedika. Kondisi stabil walau masih mengalami shock.”

Sesuai instruksi pj wali kota, pihaknya memfasilitasi segala kebutuhan korban dan keluarga, mulai dari rumah sakit hingga dibawa pulang ke rumah. “Tadi Pak Pj Wali Kota sendiri juga telah menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia, serta menjenguk korban luka di rumah sakit,” ujarnya.

Menyikapi musibah imbas cuaca ekstrem tersebut, pj wali kota turut meminta agar dinas terkait untuk mengecek kondisi seluruh bangunan sekolah di Banda Aceh, berikut pohon-pohon di lingkungan sekolah. “Kami siap menindaklanjuti dengan menyisir semua sekolah sebagai langkah antisipasi insiden serupa,” ujar Sulaiman.

Khusus untuk SD Negeri 62 Banda Aceh, ia mengatakan anak-anak diliburkan dengan sistem belajar daring sementara perbaikan atap rusak dilakukan. Ia juga memastikan gedung sekolah dimaksud dalam keadaan baik dan layak sebelum diterpa badai.

“Ini memang musibah yang tidak disangka-sangka dan tentu tidak kita inginkan bersama. Langkah-langkah antisipasi akan terus kita lakukan dengan harapan kejadian pilu ini tidak terjadi lagi pada warga sekolah, terutama anak-anak kita yang tengah menempuh pendidikan,” ujarnya. (*)