Dialog Interaktif “HARDIKDA” Kadisdikbud Banda Aceh dan RRI Pro 1 Banda Aceh

Berita Sep 1, 2026

BANDA ACEH – Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) tahun ini menjadi momentum strategis bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh untuk terus melakukan terobosan. Alih-alih sekadar menjalankan rutinitas perayaan, Disdikbud mengambil langkah progresif dengan mengevaluasi secara mendalam berbagai metode pembelajaran yang selama ini diterapkan di ruang kelas.

Kunci utama dari evaluasi ini adalah menempatkan siswa bukan lagi sebagai pendengar pasif, melainkan sebagai mitra utama dalam pendidikan. Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, secara tegas memprakarsai pendekatan baru ini, menyadari bahwa pendidikan yang berkualitas harus senantiasa dimulai dengan mendengarkan suara dari para peserta didik.

“Evaluasi akan terus dilakukan untuk melihat berbagai hal yang masih perlu diperbaiki maupun ditambahkan,” tegas Sulaiman.

Langkah proaktif yang diambil oleh Disdikbud Banda Aceh ini mendobrak gaya komunikasi pendidikan satu arah yang selama ini sering terjadi. Dinas Pendidikan memastikan bahwa keluhan, kebutuhan, dan pandangan para pelajar di ibu kota Provinsi Aceh ini tidak hanya ditampung sebagai formalitas, melainkan benar-benar diolah dan dijadikan acuan utama dalam memperbaiki proses belajar mengajar.

Melalui komitmen kuat di momen Hardikda ini, Disdikbud Kota Banda Aceh membuktikan perannya sebagai fasilitator pendidikan yang inklusif dan adaptif. Upaya mendengarkan siswa ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer pembelajaran yang lebih interaktif, relevan dengan kebutuhan zaman, dan pada akhirnya sukses melahirkan generasi Aceh yang lebih unggul, kritis, dan berdaya saing.