
BANDA ACEH — Dalam upaya mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan di era modern, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, turun langsung memantau jalannya kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Guru 1 – Pembelajaran Berdiferensiasi” di SMP Negeri 3 Banda Aceh, Kamis (17/4/2026).
Kunjungan ini merupakan langkah konkret Kadisdikbud untuk memastikan kesiapan para tenaga pendidik dalam mengadopsi metode pembelajaran yang lebih adaptif dan berpusat pada siswa.
Pelatihan ini terwujud berkat kemitraan strategis antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh dengan Putra Sampoerna Foundation (PSF). Kolaborasi apik ini dirancang secara khusus untuk menggembleng kompetensi para guru dalam menghadapi dinamika pendidikan saat ini.
Fokus utama dari pelatihan ini adalah penguasaan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Melalui metode ini, para guru didorong untuk mampu mengenali, merespons, dan memfasilitasi keberagaman gaya belajar, minat, serta kebutuhan spesifik masing-masing anak meski berada dalam satu ruang kelas yang sama.
Melalui sinergi berkelanjutan bersama PSF ini, Disdikbud berharap para pendidik tidak hanya menyerap teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara efektif. Langkah progresif ini diyakini akan menjadi kunci utama dalam mendongkrak kualitas pendidikan yang lebih inklusif dan unggul di seluruh penjuru Kota Banda Aceh.
