
BANDA ACEH – Dua Tenaga Pendidik terbaik Disdikbud Kota Banda Aceh berhasil menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Lomba Video Konten Berbagi Praktik Baik Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Aceh dalam rangka menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Prestasi tertinggi diraih oleh Putri Balqis, guru dari SMP Negeri 16 Banda Aceh, yang sukses dinobatkan sebagai Juara Terbaik 1. Sementara itu, Ummu K. Khasanah, guru dari SD Negeri 27 Banda Aceh, turut mengharumkan nama Kota Banda Aceh dengan meraih gelar Juara Terbaik 2.
Menanggapi capaian luar biasa ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga atas dedikasi serta kreativitas yang ditunjukkan oleh kedua guru tersebut.
“Atas nama pribadi dan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Putri Balqis dan Ibu Ummu K. Khasanah. Ini adalah bukti nyata bahwa guru-guru kita di Banda Aceh tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu berinovasi dan berbagi inspirasi melalui teknologi digital,” ujar Sulaiman Bakri, Senin (11/5).
Sulaiman menambahkan bahwa kemenangan ini merupakan kado indah bagi Kota Banda Aceh di momen Hardiknas 2026. Ia berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh guru di Banda Aceh untuk terus mengembangkan kompetensi, terutama dalam mendokumentasikan praktik baik pembelajaran yang inspiratif.
Ajang lomba video konten ini diikuti oleh ratusan GTK dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Kriteria penilaian menitikberatkan pada orisinalitas ide, efektivitas praktik baik yang dibagikan, serta kualitas penyajian konten yang edukatif.
Keberhasilan Putri Balqis dan Ummu K. Khasanah menunjukkan bahwa transformasi digital dalam dunia pendidikan di Banda Aceh telah berjalan ke arah yang positif. Sulaiman Bakri menegaskan komitmen dinasnya untuk terus mendukung pengembangan kapasitas guru dalam penguasaan IT dan metode pembelajaran kreatif.
“Semoga semangat berbagi praktik baik ini tidak berhenti di sini, melainkan terus menular kepada guru-guru lain demi mewujudkan kualitas pendidikan Aceh yang lebih hebat di masa depan,” pungkasnya.
