
Banda Aceh — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Berbasis Sekolah Angkatan 2. Acara yang berlangsung di Hotel Al Hanifi Banda Aceh ini dilaksanakan pada Rabu (10/06/2026).
Sosialisasi ini menghadirkan pemateri berkompeten dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari jajaran guru jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kota Banda Aceh.
Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) serta sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Disdikbud Banda Aceh.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Menurutnya, pencegahan kekerasan harus dimulai sejak usia dini.
“Perundungan dan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak boleh mendapatkan ruang di lingkungan pendidikan kita. Melalui sosialisasi Angkatan 2 ini, kita sengaja menyasar para guru TK dan SD sebagai garda terdepan. Kita ingin membangun fondasi pemahaman yang kuat sejak dini, baik bagi pendidik maupun peserta didik, agar ekosistem sekolah yang ramah anak, aman, dan menyenangkan dapat benar-benar terwujud di Banda Aceh,” ujar Sulaiman Bakri.
Beliau juga menambahkan bahwa peran guru bukan hanya sekadar mengajar, melainkan juga menjadi pelindung dan detektor awal jika terjadi perubahan perilaku pada anak yang mengindikasikan adanya tindakan perundungan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat membawa pulang strategi preventif yang konkret dan menerapkannya langsung di sekolah masing-masing, demi memutus mata rantai kekerasan berbasis sekolah secara berkelanjutan.
