
BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Sekolah Ramah Anak yang dilaksanakan DP3AP2KB Kota Banda Aceh di Hotel Seventeen, Selasa (22/9/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh mengapresiasi DP3AP2KB selaku leading sector pengembangan SRA. Ia berharap sinergi kedua perangkat daerah dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam pencegahan kekerasan di satuan pendidikan.
Sementara itu, Plt. Kepala DP3AP2KB menyampaikan bahwa kegiatan tersebut difokuskan pada pendampingan pengisian borang/instrumen SRA bagi 14 satuan pendidikan, terdiri dari 7 SD dan 7 SMP. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak yang telah dilaksanakan pada 23 sekolah pada 2025.
Melalui penguatan SRA, Pemko Banda Aceh berharap capaian Kota Layak Anak (KLA) 2027 semakin meningkat. Setelah tiga tahun berturut-turut meraih predikat Nindya, Banda Aceh menargetkan peningkatan predikat menjadi Utama.
