Pembukaan Kegiatan Congenital Heart Defect (CHD) Awareness Week Di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh

Berita Feb 10, 2026

Banda Aceh, 10 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Congenital Heart Defect (CHD) Awareness Week yang diadakan setiap tahun di seluruh dunia mulai tanggal 7 hingga 14 Februari, SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh menjadi tuan rumah acara penyuluhan dan kesadaran kesehatan jantung bawaan. Acara ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bertempat di aula sekolah pada pagi hari ini.

Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cacat jantung bawaan pada anak-anak ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Ketua Pokja PAUD Kota Banda Aceh, Siti Hajar; Wakil Bunda PAUD Banda Aceh, Maisarah; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham; serta civitas akademika dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Kehadiran para undangan ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah kota, lembaga pendidikan, dan dunia kesehatan untuk mendukung program pencegahan dan penanganan CHD.

Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menekankan pentingnya pendidikan kesehatan sejak dini. “CHD Awareness Week ini adalah momen krusial untuk mengingatkan kita semua bahwa kesehatan jantung anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan penyuluhan seperti ini, kita bisa mendeteksi dini dan memberikan perawatan yang tepat, sehingga generasi muda kita tumbuh sehat dan kuat. Saya mengajak seluruh masyarakat Banda Aceh untuk aktif berpartisipasi dalam kampanye ini setiap tahunnya,” ujar Illiza.

Acara dilanjutkan dengan sesi penyuluhan tentang kesehatan jantung yang disampaikan oleh dr. Herlina Dimyati, seorang ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Dalam penyuluhannya, dr. Herlina menjelaskan gejala, faktor risiko, dan langkah pencegahan CHD, serta pentingnya pemeriksaan rutin pada anak-anak.

CHD Awareness Week telah menjadi agenda tahunan global sejak lama, bertujuan untuk mengurangi angka kematian akibat cacat jantung bawaan yang sering tidak terdeteksi sejak lahir. Di Banda Aceh, acara ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan komunitas kesehatan, sehingga kesadaran masyarakat semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan di berbagai sekolah di kota ini selama pekan kesadaran ini berlangsung.