Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Kota Banda Aceh menggelar Lomba Cerdas Cermat dan Pidato jenjang SD dan SMP Kota Banda Aceh 2024 dalam program Pembinaan Minat, Bakat, dan Kreatifitas Siswa bersama program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang dirangkai dengan Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi, Pencegahan Pungli, Pencegahan/Penanganan Kekerasansi Satuan Pendidikan dan Gelar Karya dari Pengurus K3TK, K3S SD, dan MKKS SMP di Aula Tekkomdik Kota Banda Aceh (05/11/2024).
Dalam kegiatan Pembukaan tersebut PJ Wali Kota Banda Aceh yang diwakili PJ Sekda Kota Banda Aceh, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banda Aceh, Ketua MPD Kota Banda Aceh, Kasi Intel Kejari Kota Banda Aceh, Sekretaris Disdikbud Banda Aceh, Para Kaabid, pengawas sekolah dan kepala sekolah TK, SD dan SMP.
Perlu diketahui Jaksa Masuk Sekolah (JMS) adalah program dari Kejaksaan Agung RI dan jajaran korps Adhyaksa untuk meningkatkan kesadaran hukum pada pelajar. Program ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan siswa tentang hukum dan perundang-undangan, serta menciptakan generasi muda yang taat hukum.
JMS dilaksanakan untuk siswa SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Dalam program ini, para narasumber dari Kejaksaan akan memberikan penyuluhan dan penerangan hukum kepada siswa dan Guru.
Kadisdikbud Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri S.Pd M.Pd selaku ketua panitia kegiatan menyampaikan kegiatan yang dimulai dari tanggal 5 – 7 November 2024 bertujuan guna meningkatkan kesadaran bahaya korupsi dilingkungan satuan pendidikan di Kota Banda Aceh.
Lanjutnya, peserta yang mengikuti sosialisasi merupakan kepala sekolah satuan pendidikan TK, SD, SMP dan pengawas sekolah.
Tambahnya, Lomba cerdas cermat diikuti oleh 15 tim SD dan 25 tim SMP, sedangkan lomba pidato diikuti oleh 15 peserta SD dan 25 peserta SMP.
Dalam sambutannya, Kajari Kota Banda Aceh Suhendri, SH. MH menyampaikan pembekalan tentang bahaya korupsi dan pencegahan korupsi pada anak usia sekolah harus merupakan hal yang berefek jangka panjang dalam kehidupan bermasyarakat nantinya.
“Mereka ini bibit terbaik yang harus dibekali dengan hal pencegahan korupsi sejak dini, jika bekal sudah ada insya Allah penanganan dan pencegahan akan sangat mudah kedepannya.” Ungkapnya.
PJ Sekda Kota Banda Aceh Bachtiar S.Sos M.Si dalam arahannya menyampaikan sangat positif kegiatan yang diselenggarakan oleh Disdikbud Kota Banda Aceh bersama Kajari Kota Banda Aceh. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat berpengaruh untuk pengembangan bakat siswa yang merupakan upaya mewujudkan generasi emas Banda Aceh.
Ia juga menambahkan, pendidikan anti korupsi sangat penting untuk ditanamkan sejak dini kepada generasi muda, agar mereka menjadi agen perubahan yang melawan korupsi di lingkungan sekitarnya.
Ia juga berharap dengan adanya kegiatan JMS dapat memeberikan pemahaman yang lebih dalam kepada seluruh peserta tentang pentingnya mendukung program pencegahan korupsi. Lanjutnya, ia mengharapkan peserta dapat menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya lingkugan sekolah yang lebih baik.